Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Kaltim Bergerak Wujudkan Kawasan Bebas Asap Rokok untuk Generasi Sehat
    DPRD Kaltim

    Kaltim Bergerak Wujudkan Kawasan Bebas Asap Rokok untuk Generasi Sehat

    Adit MustafaBy Adit MustafaNovember 14, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Andi Satya Adi Saputra.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

     

    Insitekaltim, Samarinda – Rokok telah lama menjadi perdebatan yang tiada habisnya di Indonesia, terutama berkaitan dengan dampaknya pada kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.

    Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Satya Adi Saputra menyoroti pentingnya kawasan bebas asap rokok di ruang publik sebagai langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas paparan zat adiktif.

    Andi Satya menekankan, udara bersih adalah hak setiap warga yang harus dijamin oleh pemerintah. Langkah ini ia anggap sebagai bagian dari upaya besar menuju generasi berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045.

    “Ini adalah perjuangan bersama untuk kesehatan publik dan hak dasar warga menikmati udara bersih,” ungkapnya, Senin (11/11/2024).

    Rokok bukan hanya berdampak buruk pada penggunanya, tetapi juga pada perokok pasif yang tanpa sadar menghirup asap rokok di ruang publik. Menurut data Kementerian Kesehatan, asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia berbahaya, di antaranya 69 zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker. Dampak paparan asap rokok terutama mengancam ibu hamil yang dapat mengalami komplikasi kehamilan dan melahirkan bayi dengan berat badan rendah.

    Andi Satya mengungkapkan bahwa keluhan dari banyak ibu hamil di Kaltim menunjukkan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan kawasan bebas asap rokok di berbagai lokasi publik. “Kawasan bebas asap rokok bukan sekadar peraturan, tapi juga bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat, khususnya ibu dan anak yang rentan,” jelas Andi.

    Di samping membentuk aturan, Andi Satya juga mendorong agar DPRD Kaltim memperkuat sosialisasi dan edukasi tentang dampak asap rokok kepada masyarakat. Dengan kesadaran masyarakat yang lebih tinggi, ia berharap angka perokok pasif terutama di kalangan ibu dan anak dapat ditekan. Sosialisasi ini menjadi sangat penting mengingat tingginya angka perokok di Indonesia yang mempengaruhi lingkungan sosial.

    “Edukasi lingkungan sehat harus kita mulai dari sekolah dan keluarga. Anak-anak perlu memahami risiko kesehatan yang mengintai mereka sejak dini,” ujar Andi.

    Ia berharap, dengan adanya perda kawasan bebas asap rokok, pemerintah daerah dapat lebih optimal dalam mengedukasi generasi muda tentang bahaya rokok.

    Usulan pembentukan perda kawasan bebas asap rokok yang didorong oleh Andi Satya juga dinilai selaras dengan peraturan nasional, yakni PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif. Ia mengimbau agar Pemprov Kaltim segera merealisasikan aturan ini di tempat-tempat umum, termasuk sekolah, agar generasi muda tidak terpapar risiko merokok sejak dini.

    “Banyak anak-anak kita yang terpapar lingkungan perokok dan memulai merokok di usia dini. Dengan kawasan tanpa rokok, kita bisa membangun ruang publik yang lebih sehat dan ramah anak,” jelasnya.

    Melalui langkah ini, Andi Satya berharap Kaltim mampu menjadi provinsi yang lebih peduli terhadap lingkungan yang sehat dan mendukung kesehatan warganya.

    “Jika kita ingin mencetak generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045, kawasan bebas asap rokok adalah bagian dari perjuangan besar yang harus dimulai sekarang,” pungkasnya.

    Dengan berbagai tantangan yang ada, Andi Satya tetap optimistis bahwa dukungan dari masyarakat, keluarga dan pihak terkait akan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari asap rokok, demi masa depan generasi Kaltim yang lebih baik.

    Andi Satya Adi Saputra Asap Rokok DPRD Kaltim Indonesia Emas 2045
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Jembatan Lembak Cermin Ketimpangan Anggaran, Legislator Kaltim Sebut Kebijakan Pusat Zalim

    September 19, 2026

    DPRD Kaltim Minta Penjelasan PLN soal Pemadaman dan Gangguan Empat Pembangkit

    September 18, 2026

    Hampir 20 Tahun STS Berjalan, DPRD Kaltim Ancam Ubah Kawasan Jadi Zona Nelayan

    September 17, 2026

    Dana Global Fund Terancam Berubah, Penanganan HIV Kaltim Dibayangi Masalah Anggaran

    September 16, 2026

    Di Tengah Upaya Perluas Deteksi HIV, Fasilitas Lab Kaltim Belum Terpakai

    September 16, 2026

    Fender Jembatan Mahakam Habis Ditabrak Dua Kali, DPRD Kaltim Targetkan Perbaikan Rampung November

    September 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    IraSeptember 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda menyoroti potensi defisit sekitar Rp600 miliar dalam…

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026

    Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Terjadi pada Tubuh

    September 20, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026
    1 2 3 … 3,353 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.