Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jembatan Lembak Cermin Ketimpangan Anggaran, Legislator Kaltim Sebut Kebijakan Pusat Zalim

    September 19, 2026

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026

    Dari Usia 4 Tahun hingga Senior, 508 Atlet Ramaikan Taekwondo Piala Wali Kota Samarinda

    September 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Jembatan Lembak Cermin Ketimpangan Anggaran, Legislator Kaltim Sebut Kebijakan Pusat Zalim
    Politik

    Jembatan Lembak Cermin Ketimpangan Anggaran, Legislator Kaltim Sebut Kebijakan Pusat Zalim

    AminahBy AminahSeptember 19, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Jembatan Lembak Cermin Kutim
    Teks: Anggota DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan saat wawancara bersama awak media di Gedung E DPRD Kaltim, Jumat 18/9/2026. (Foto:Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Persoalan Jembatan Lembak di Desa Sepaso Timur Kecamatan Bengalon Kutai Timur (Kutim) belum sepenuhnya tuntas. Di tengah kondisi jembatan yang mengalami penurunan permukaan pada salah satu ujungnya, penanganan yang disiapkan saat ini masih bersifat sementara hingga menunggu pekerjaan permanen pada 2027.

    Persoalan tersebut sekaligus menyoroti kepastian anggaran pembangunan infrastruktur di Kaltim yang bersumber dari pemerintah pusat.

    Jembatan Lembak menjadi salah satu akses yang harus mendapat penanganan segera karena kondisi permukaannya tidak lagi sejajar dengan jalan pendekat. Pemerintah Kabupaten Kutim sebelumnya meminta pemeriksaan teknis untuk mengetahui penyebab dan tingkat kerusakan jembatan.

    Sambil menunggu penanganan permanen, jalur alternatif di wilayah Sepaso Selatan dan Sepaso Timur kini tengah diperbaiki. Pekerjaan tersebut mencakup penambahan gorong-gorong dan konstruksi penahan agar jalur alternatif dapat digunakan selama penanganan Jembatan Lembak berlangsung.

    Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PKS Agusriansyah Ridwan mengatakan, penanganan sementara ditargetkan berlangsung hingga Desember 2026. Sementara pekerjaan permanen diharapkan mulai dikerjakan pada Januari 2027.

    “Sekarang on progresnya adalah memperbaiki jalan alternatif di wilayah Sepaso Selatan dan Sepaso Timur. Ada jembatan di situ yang harus ditambah gorong-gorong dan penahan gorong-gorong,” kata Agusriansyah, Jumat 18 September 2026.

    Masalahnya, kepastian pembangunan permanen masih bergantung pada anggaran pemerintah pusat. Agusriansyah menyebut anggaran untuk pekerjaan permanen belum tersedia pada tahun anggaran berjalan dan meminta alokasi yang telah disiapkan tidak kembali hilang.

    “Makanya saya kembali terakhir dirapatkan kemarin mengingatkan agar supaya anggaran yang sudah ada ini jangan sampai hilang,” ujarnya.

    Kondisi jalur alternatif juga tidak lepas dari persoalan lain. Sepaso Selatan disebut rawan banjir ketika memasuki musim penghujan sehingga badan jalan perlu ditinggikan agar tetap dapat berfungsi sebagai akses pengganti.

    Selain persoalan anggaran, kendaraan dengan tonase berlebih yang melintas juga menjadi perhatian. Pengendalian kendaraan berat diperlukan untuk mencegah beban tambahan terhadap infrastruktur yang sedang dalam kondisi rentan.

    Persoalan Jembatan Lembak kemudian melebar menjadi kritik terhadap pola pembiayaan pembangunan Kaltim. Besarnya kontribusi sumber daya alam daerah terhadap penerimaan negara dinilai belum berbanding dengan kepastian pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

    Agusriansyah menyebut pengurangan dana transfer, persoalan kurang salur, serta pemotongan anggaran daerah menjadi bagian dari persoalan yang perlu dipertanyakan kepada pemerintah pusat.

    “Kita merasakan ketidakadilan di saat dana transfer begitu dikurangi, belum lagi yang hak kita yang ditransfer itu menjadi kurang salur. Ditambah lagi anggaran-anggaran kita yang kecil itu ternyata yang dipotong tidak dikembalikan ke Kaltim dalam bentuk pembangunan,” katanya.

    Kondisi tersebut perlu dilihat bukan sekadar sebagai persoalan satu proyek infrastruktur, melainkan menyangkut hubungan fiskal pusat dan daerah. Kaltim, kata dia, telah memberikan kontribusi sumber daya alam yang besar kepada negara sehingga pembangunan di daerah semestinya turut menjadi perhatian.

    “Ini yang harus kita tuntut, kita tidak menerima ketidakadilan ini. Ini zalim,” tegasnya.

    Agusriansyah Ridwan DPRD Kaltim Fraksi PKS Jembatan Lembak Cermin Ketimpangan Anggaran
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    DPRD Kaltim Minta Penjelasan PLN soal Pemadaman dan Gangguan Empat Pembangkit

    September 18, 2026

    Udara Samarinda Memburuk, 3.000 Masker Demokrat Ludes Kurang dari 30 Menit

    September 18, 2026

    Hampir 20 Tahun STS Berjalan, DPRD Kaltim Ancam Ubah Kawasan Jadi Zona Nelayan

    September 17, 2026

    Dana Global Fund Terancam Berubah, Penanganan HIV Kaltim Dibayangi Masalah Anggaran

    September 16, 2026

    Di Tengah Upaya Perluas Deteksi HIV, Fasilitas Lab Kaltim Belum Terpakai

    September 16, 2026

    Fender Jembatan Mahakam Habis Ditabrak Dua Kali, DPRD Kaltim Targetkan Perbaikan Rampung November

    September 16, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jembatan Lembak Cermin Ketimpangan Anggaran, Legislator Kaltim Sebut Kebijakan Pusat Zalim

    AminahSeptember 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Persoalan Jembatan Lembak di Desa Sepaso Timur Kecamatan Bengalon Kutai Timur (Kutim)…

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026

    Dari Usia 4 Tahun hingga Senior, 508 Atlet Ramaikan Taekwondo Piala Wali Kota Samarinda

    September 19, 2026

    Siswa SMA Keluhkan PJJ: Terkendala Jaringan hingga Sulit Fokus

    September 19, 2026

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026
    1 2 3 … 3,350 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.