Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jaga Hutan, Masyarakat Adat Bahau Umaq Suling Rawat Warisan Leluhur

    November 6, 2026

    Probebaya Perkuat Pemberdayaan Dasawisma, Bukit Pinang Serahkan Sarpras untuk Tiga Kelompok Mawar

    November 6, 2026

    Andi Harun Buktikan Inovasi Samarinda Berdampak, Efisiensi Anggaran hingga Penurunan Stunting

    November 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Pariwisata»Jaga Hutan, Masyarakat Adat Bahau Umaq Suling Rawat Warisan Leluhur
    Pariwisata

    Jaga Hutan, Masyarakat Adat Bahau Umaq Suling Rawat Warisan Leluhur

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaNovember 6, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Suasana Kampung Long Pahangai I, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. (Ist/Pemprov Kaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Mahulu – Hutan memiliki arti penting bagi masyarakat adat Bahau Umaq Suling di Kampung Long Pahangai I, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu. Bukan hanya menjadi sumber penghidupan, kawasan hutan juga menyimpan sejarah perjalanan leluhur, pengetahuan lokal, hingga identitas budaya yang terus diwariskan antargenerasi.

    Berada di kawasan hulu Sungai Mahakam, Kampung Long Pahangai I merupakan salah satu wilayah yang masih mempertahankan tradisi dan kearifan lokal masyarakat adat. Hubungan masyarakat dengan hutan telah terbangun sejak leluhur mereka menempati kawasan tersebut.

    Sejarah masyarakat Bahau Umaq Suling bermula dari dataran tinggi Apo Kayan, di wilayah perbatasan Kalimantan Timur dan Sarawak. Dalam perjalanan sejarahnya, para leluhur menyusuri anak-anak sungai di kawasan hulu Mahakam hingga membangun sejumlah permukiman, di antaranya Batu Masan dan Lulou Paku.

    Seiring perkembangan masyarakat, permukiman tersebut kemudian berkembang menjadi lima kampung serumpun, yakni Long Pahangai I, Long Pahangai II, Long Isun, Naha Aruq, dan Lirung Ubing.

    Kepala Adat Kampung Long Pahangai I, Alauwing Lejeu, menjelaskan bahwa masyarakat Long Pahangai I dan Long Pahangai II memiliki asal-usul serta rumpun yang sama. Keduanya merupakan bagian dari masyarakat adat Bahau Umaq Suling yang memiliki ikatan sejarah dan leluhur.

    “Long Pahangai I dan Long Pahangai II berasal dari rumpun yang sama, yaitu Bahau Umaq Suling,” ujar Alauwing.

    Menurutnya, sejarah tersebut menjadi bagian penting dari identitas masyarakat yang terus dijaga hingga sekarang. Warisan leluhur tidak hanya tercermin melalui tradisi dan kehidupan sosial, tetapi juga melalui cara masyarakat memandang serta memperlakukan lingkungan di sekitarnya.

    Bagi masyarakat adat Bahau Umaq Suling, hutan merupakan ruang hidup yang memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan kehidupan. Di dalamnya terdapat sumber penghidupan sekaligus pengetahuan lokal yang terbentuk dari pengalaman masyarakat dalam berinteraksi dengan alam.

    Komitmen menjaga hubungan tersebut juga didorong melalui Program Forest Carbon Partnership Facility – Carbon Fund (FCPF-CF). Kampung Long Pahangai I menjadi salah satu penerima manfaat program yang mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Melalui program tersebut, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan diharapkan semakin kuat. Upaya perlindungan lingkungan juga diharapkan berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat adat.

    Keberadaan masyarakat Bahau Umaq Suling memperlihatkan bahwa pelestarian hutan tidak dapat dilepaskan dari keberlanjutan kehidupan sosial dan budaya. Sebab, bagi masyarakat adat, menjaga hutan bukan semata mempertahankan sumber daya alam, melainkan juga merawat jejak sejarah dan warisan leluhur agar tetap hidup bagi generasi mendatang.

     

    Adat Adat Bahau Umaq Suling Kampung Long Pahangai I Long Pahangai
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Budaya Pampang Berpotensi Dongkrak Wisata dan PAD Samarinda

    Oktober 29, 2026

    Helmi Abdullah Dorong Sanggar Seni Jadi Ruang Pengembangan Keterampilan Pemuda

    Oktober 26, 2026

    Kuliner Tradisional Kaltim Didorong Jadi Daya Tarik Wisata, dari Nasi Bekepor hingga Sambal Raja

    September 30, 2026

    Mahakam Mask Carnival Jadi Ruang Belajar Seni dan Budaya Nusantara

    September 28, 2026

    Baru Dibuka, Fasilitas Teras Samarinda Tahap II Sudah Ada yang Hilang

    Agustus 31, 2026

    Menukar Lelah dengan Sunrise dan Sunset di Puncak Bukit Biru Tenggarong

    Agustus 17, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jaga Hutan, Masyarakat Adat Bahau Umaq Suling Rawat Warisan Leluhur

    Ratu ArifanzaNovember 6, 2026

    Insitekaltim, Mahulu – Hutan memiliki arti penting bagi masyarakat adat Bahau Umaq Suling di Kampung…

    Probebaya Perkuat Pemberdayaan Dasawisma, Bukit Pinang Serahkan Sarpras untuk Tiga Kelompok Mawar

    November 6, 2026

    Andi Harun Buktikan Inovasi Samarinda Berdampak, Efisiensi Anggaran hingga Penurunan Stunting

    November 6, 2026

    Disnaker Samarinda Perluas Wawasan Pencari Kerja Lewat Podcast Industri Perdagangan Berjangka

    November 6, 2026

    Teras Samarinda Terdampak Aksi Unjuk Rasa, Andi Harun Instruksikan Penanganan


    November 6, 2026
    1 2 3 … 3,431 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.