Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Insentif Guru Honor Telat, Dewan Desak Perbaiki Sistem Data
    DPRD Kaltim

    Insentif Guru Honor Telat, Dewan Desak Perbaiki Sistem Data

    MartinusBy MartinusMei 25, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Isu mengenai keterlambatan pencairan insentif bagi guru honorer swasta di Kalimantan Timur kembali mencuat ke permukaan.

    Keluhan yang datang dari berbagai daerah menjadi sorotan serius bagi DPRD Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Komisi IV yang membidangi pendidikan.

    Darlis Pattalongi, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, dengan nada prihatin menegaskan bahwa keterlambatan ini bukan sekadar urusan administratif belaka, melainkan menyangkut hak dasar tenaga pendidik yang selama ini turut menopang keberlangsungan pendidikan di sekolah swasta.

    Dalam keterangannya pada Jumat, 23 Mei 2025, Darlis menyebut bahwa insentif yang seyogianya menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi guru honorer, justru berubah menjadi beban karena lambatnya proses pencairan.

    Ia menilai bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh tahapan administratif berjalan lancar, terutama dalam hal akurasi data dasar guru yang dikirimkan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

    “Penyaluran insentif itu sebenarnya sangat bergantung pada pemerintah daerah, terutama bagaimana mereka menyampaikan data dasar guru ke Kementerian,” ujar Darlis.

    Menurutnya, akar persoalan yang kerap memicu keterlambatan terletak pada ketidaksinkronan antara data yang dimiliki sekolah, dinas pendidikan daerah, dan pihak kementerian. Ketika informasi yang dimasukkan ke dalam sistem nasional tidak akurat atau tidak lengkap, maka proses pencairan yang bergantung pada validitas data pun mengalami hambatan.

    Ia menyoroti pentingnya sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai instrumen krusial dalam proses penyaluran insentif. Dapodik sejatinya dirancang untuk menyatukan seluruh data pendidikan agar menjadi dasar perumusan kebijakan. Namun, dalam praktiknya, ketidaktelitian dalam penginputan dan lemahnya koordinasi antarpihak menyebabkan manfaat sistem ini tidak bisa dirasakan maksimal.

    “Data dari sekolah ke dinas, lalu ke pusat, itu harus benar-benar sinkron. Kalau tidak, ya prosesnya pasti lambat,” tegas Darlis, menekankan perlunya konsistensi dan akurasi dalam setiap tahapan pelaporan data.

    Ia mendesak agar Kementerian Pendidikan serta Dinas Pendidikan Kalimantan Timur segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme kerja Dapodik.

    Perbaikan sistem, menurut Darlis, tidak cukup dilakukan secara teknis, tetapi juga perlu didukung oleh komitmen antarlembaga agar tidak ada lagi guru honorer yang terjebak dalam ketidakpastian haknya.

    Lebih jauh, Darlis mengingatkan bahwa kondisi kesejahteraan guru honorer di sektor swasta masih jauh dari ideal. Mereka bekerja dalam keterbatasan, sering kali tanpa jaminan masa depan yang jelas, dan hanya mengandalkan insentif sebagai tambahan penghasilan yang dapat menopang kebutuhan dasar mereka.

    Ketika insentif itu terlambat datang, sambung Darlis, dampaknya bukan hanya pada psikologis, tapi juga pada kualitas hidup mereka sehari-hari.

    “Kalau melihat kebutuhan para guru honorer saat ini, sudah pasti masih sangat kurang. Maka jangan sampai insentif yang seharusnya membantu, malah terlambat disalurkan dan memperparah keadaan mereka,” ucapnya.

    Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Samarinda itu berharap ke depan tidak ada lagi sikap abai dari pemerintah terhadap nasib para guru honorer swasta.

    Ia menekankan bahwa kehadiran mereka dalam sistem pendidikan sangat strategis, terlebih di wilayah-wilayah yang tidak seluruhnya dapat dijangkau oleh tenaga pendidik negeri.

    Darlis Pattalongi DPRD Kaltim Guru Honorer Insentif Guru
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026

    Jahidin Meninggal Dunia, Kaltim Kehilangan Legislator Senior

    Oktober 15, 2026

    Kaltim Masih Bergantung Sapi dari Luar Daerah, 58 Ekor Disalurkan ke Peternak Samarinda

    Oktober 14, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Oktober 6, 2026

    PUPR Kaltim Sepakat Cabut Patok di Lahan Warga Jalan Kurnia Makmur dan Blitar

    Oktober 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Ratu ArifanzaOktober 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebutuhan penerangan jalan di kawasan permukiman menjadi salah satu aspirasi masyarakat yang…

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026

    Aksi Karhutla Berlanjut, DP3A Kaltim Negosiasi agar Massa Pindah ke Dalam Ruangan

    Oktober 19, 2026

    Bayi Diduga Terdampak Asap Karhutla, TRC PPA Kaltim Desak Status Bencana Nasional

    Oktober 19, 2026
    1 2 3 … 3,393 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.