Reporter : Dina – Editor : Redaksi
Samarinda, Insitekaltim – Tidak bisa melarang masyarakat untuk berdiam dirumah saja, karena tergantung dari kesadaran per individu. Hal ini disampaikan oleh Ketua Ikamba Kaltim Paulinus Dugis, Kamis (7/5/2020) kepada Insitekaltim saat ditemui dirumahnya bahwa banyak warga Manggarai Barat yang masih berada di Kaltim khususnya Samarinda. Apalagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan disini.

“Kondisi mereka saat ini sangat kesusahan, karena mau balik kekampung halamam tidak bisa. Sebab ditutupnya jalur transportasi keluar daerah,” ujarnya
Kemudian Paul, menjelaskan mereka juga tidak berani untuk pulang dikarenakan takut jika sepanjang perjalanan bertemu atau tertular oleh orang yang terpapar Covid-19.
“Ratusan warga Manggarai Barat yang masih ada di Samarinda itu sudah di data dan terdampak dari Covid-19 tersebut, sehingga memerlukan bantuan, ditambah lagi adanya kuliah online yang mengharuskan mereka membeli paket data,” terangnya

“Mau beli untuk kebutuhan sehari-hari aja susah apalagi untuk membeli paket data,” sambungnya
Ia, juga menuturkan bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah itu rata-rata hanya untuk yang memiliki KTP domisili, sedangkan mereka kan anak-anak rantau sehingga mereka sulit mendapatkan Bansos tersebut.
Lebih lanjut Ketua Ikamba Kaltim itu menbeberkan dari masalah tersebutlah kami memutuskan untuk memberikan sembako kepada masyarakat terdampak Manggarai Barat yang tinggal di Samarinda khususnya.
“Begitu prihatin melihat kondisi seperti saat ini karena kehidupan masyarakat berubah secara drastis,” paparnya
“Namun tidak boleh dijadikan sebagai beban, karena semua sudah menjadi takdir yang ditetapkan oleh Tuhan walau demikian setidaknya harus saling menjaga agar tidak saling menularkan,” tutupnya

