Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Olahraga»HYROX Makin Diminati Perempuan, Olahraga Beban Tak Lagi Identik dengan Pria
    Olahraga

    HYROX Makin Diminati Perempuan, Olahraga Beban Tak Lagi Identik dengan Pria

    R’syaBy R’syaAgustus 21, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Hybrid race athlete asal Amerika Serikat, Johnny Tieu (Ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – HYROX mulai menarik lebih banyak perempuan untuk terlibat dalam olahraga yang memadukan lari dan latihan fungsional. Perkembangan ini menunjukkan olahraga berbasis beban dan perlengkapan berat tak lagi identik dengan laki-laki.

    Hybrid race athlete asal Amerika Serikat, Johnny Tieu mengatakan HYROX kini terbuka bagi berbagai kalangan, termasuk perempuan yang ingin menguji kemampuan fisik sekaligus berkompetisi dengan peserta lain.

    “Menurut saya, perjalanan hyrox di Indonesia tidak hanya untuk laki-laki dewasa, tapi juga untuk perempuan. Dan bagi perempuan, ada banyak kategori. Mereka ingin menantang satu sama lain,” ujar Johnny saat konferensi pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.

    Menurut Johnny, perubahan tersebut menjadi bagian menarik dari perkembangan HYROX. Aktivitas yang menggunakan beban atau perlengkapan berat yang sebelumnya lebih banyak dilakukan laki-laki kini juga semakin banyak dilakukan perempuan.

    “Dulu, aktivitas yang menggunakan objek atau perlengkapan berat lebih banyak dilakukan laki-laki. Namun, sekarang perempuan juga mampu melakukannya. Menurut saya, hal tersebut sangat menarik dan bisa menjadi pengalaman baru bagi banyak orang,” jelasnya.

    Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI melalui Indonesia Sport Summit (ISS) 2026 melihat pertumbuhan hybrid fitness dan kehadiran HYROX sebagai fenomena baru dalam olahraga partisipatif di Indonesia.

    Fenomena tersebut akan hadir dalam Jakarta Hybrid Race (JHR) yang dijadwalkan berlangsung pada 11-13 September 2026 mendatang.

    Johnny menilai ketertarikan terhadap HYROX juga muncul karena olahraga ini bisa dilakukan bersama teman sekaligus menjadi sarana untuk menantang kemampuan diri. Pengalaman melihat orang terdekat mengikuti HYROX dapat mendorong seseorang untuk ikut mencoba.

    “Ketika melihat teman melakukannya, seseorang biasanya akan berpikir bahwa dirinya juga mampu. Mungkin pada awalnya masih ragu untuk mencoba. Namun, setelah berhasil melewati pengalaman pertama, biasanya muncul keinginan untuk mencoba lagi,” ungkapnya.

    Ia juga memperkenalkan konsep hybrid fitness melalui berbagai konten di media sosial. Namun, melihat orang lain berolahraga melalui video belum tentu cukup untuk membuat seseorang benar-benar mencoba.

    Karena itu, Johnny kerap mengajak audiens berinteraksi dengan menanyakan apakah mereka tertarik, tidak tertarik atau bahkan belum pernah mendengar HYROX.

    Ia meyakini, semakin banyak masyarakat terlibat, semakin kuat pula komunitas yang terbentuk. Perkembangan komunitas tersebut dinilai dapat memperluas ekosistem olahraga sekaligus memberikan dampak ekonomi.

    “Semakin kuat dan bermanfaat sebuah komunitas, semakin baik pula ekosistem yang terbentuk. Dengan dukungan yang semakin besar, komunitas akan berkembang, perekonomian ikut bergerak, dan manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak orang,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Porprov Kaltim Tinggal 50 Hari, Dispora Minta THB Segera Didistribusikan

    September 25, 2026

    Larangan Atlet Emas PON di Porprov, Samarinda Khawatir Target Juara Umum Terganggu

    September 24, 2026

    SK Nomor Tanding Terbit, Samarinda Masih Menanti THB Porprov 2026

    September 23, 2026

    KONI Kaltim Tetapkan 64 Cabor dan 1.072 Nomor Pertandingan Porprov VIII 2026

    September 22, 2026

    Anggaran Terbatas, Pembinaan Olahraga Samarinda Tetap Jalan Lewat Kolaborasi

    September 21, 2026

    Porprov Kaltim 2026 Makin Dekat, Samarinda Keluhkan SK Cabor dan THB Belum Terbit

    September 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    AminahOktober 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Samarinda pada 2027 dipastikan tetap…

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 9, 2026

    Karhutla Ancam Pasokan Pangan, Samarinda Cari Alternatif Komoditas dari Banjarmasin

    Oktober 9, 2026

    Anggaran 21 Ribu Rumah RTLH di Samarinda Masih Menunggu Verifikasi

    Oktober 8, 2026
    1 2 3 … 3,378 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.