Insitekaltim, Samarinda – Tingkat hunian hotel di Kota Samarinda menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah belum menunjukkan peningkatan signifikan. Meski demikian, pelaku usaha perhotelan tetap optimistis akan meningkat pada momen hari H Lebaran.
Asisten Marketing Hotel HARIS Samarinda Nuno menyebutkan, tren pemesanan kamar di Kota Samarinda umumnya terjadi secara mendadak atau last minute, sebagaimana pola yang sama terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau berdasarkan tren dari tahun-tahun sebelumnya itu biasanya memang pada hari H, atau last minute. Jadi untuk tingkat hunian saat ini memang masih belum kelihatan ramai,” ujar Nuno, Rabu, 17 Maret 2026.
Meskipun kondisi saat ini belum menunjukkan lonjakan, pihak hotel tetap optimistis tingkat hunian akan meningkat saat Idulfitri.
“Biasanya sih kalau pada Idulfitri itu ramai. Kita optimis saja masih tetap ramai,” tambahnya.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan periode Ramadan, tingkat hunian hotel di Kota Samarinda justru mengalami penurunan. Hal ini dipengaruhi oleh berkurangnya aktivitas masyarakat serta agenda perusahaan selama bulan puasa.
“Kalau dibandingkan bulan puasa kemarin memang untuk tingkat okupansi tidak setinggi bulan-bulan sebelumnya. Mungkin karena pengaruh bulan puasa dan agenda corporate juga berkurang,” jelasnya.
Meski demikian, penurunan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak terlalu berdampak signifikan terhadap operasional hotel.
“Kalau dibilang menurun sih menurun, tapi masih dalam tingkat yang wajar, masih standar,” ujarnya.
Lebih lanjut, selama Ramadan pihak Hotel HARIS ebih memfokuskan layanan pada kegiatan buka puasa bersama yang justru mengalami peningkatan signifikan, terutama pada pekan ketiga Ramadan.
“Di minggu ketiga itu puncaknya, khususnya hari Sabtu tanggal 7, total ada 1.160 orang yang buka puasa bersama. Semua ruangan terpakai, termasuk Mahakam Ballroom,” ungkapnya.
Untuk menyambut Idulfitri, pihak hotel memastikan tidak ada kenaikan harga kamar, sebaliknya justru mereka menambah berbagai penawaran guna menarik minat tamu.
“Kalau di Idulfitri kita harganya normal. Kita tidak menaikkan harga, justru menambahkan value seperti diskon, termasuk untuk menikmati kopi di outlet baru kami,” pungkasnya.
Dengan strategi tersebut, HARRIS Hotel Samarinda berharap dapat meningkatkan tingkat hunian dan menarik lebih banyak tamu, baik dari dalam maupun luar daerah, selama momentum Lebaran.
