Insitekaltim, Samarinda – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) optimistis Hapkido Kaltim mampu mencatatkan prestasi lebih besar pada babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027.

Optimisme itu disampaikan Wakil Ketua Umum I KONI Kaltim, Hendra Radinal Ary, saat menghadiri kegiatan Hapkido Kaltim di IKIP PGRI Kaltim, Sabtu, 12 September 2026.
Hendra menyampaikan selamat kepada Hendri Shahrum Shah yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Hapkido Kaltim periode 2026-2030 melalui Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub).
Ia berharap kepengurusan baru tersebut dapat melanjutkan estafet organisasi sekaligus meningkatkan prestasi Hapkido Kaltim di tingkat nasional.
Menurut Hendra, Hapkido menjadi salah satu cabang olahraga bela diri yang relatif baru berkembang di Kaltim. Meski demikian, cabang olahraga tersebut dinilai telah menunjukkan capaian yang cukup menjanjikan dalam berbagai kejuaraan.
Salah satunya pada PON XXI Aceh-Sumatra Utara 2024. Saat itu, Kaltim hanya mengirimkan satu atlet putri untuk cabang Hapkido. Atlet tersebut berhasil membawa pulang satu medali.
“Artinya, insyaallah di babak kualifikasi nanti tahun 2027 yang akan dipertandingkan 20 kelas, Hapkido Kaltim optimistis memberikan yang terbaik buat Kaltim,” ujar Hendra.
Ia bahkan berharap seluruh kelas yang dipertandingkan dapat diikuti atlet Kaltim dan lolos ke PON.
“Mudah-mudahan bisa lolos semua 20 kelas untuk bisa membanggakan Bumi Etam Kaltim,” katanya.
Hendra menjelaskan, perjalanan Hapkido menuju PON berlangsung secara bertahap. Pada PON Jawa Barat, Hapkido masih berstatus cabang olahraga ekshibisi. Status serupa juga terjadi pada PON Papua.
Baru pada PON Aceh-Sumut 2024, Hapkido untuk pertama kalinya dipertandingkan secara resmi sebagai cabang olahraga yang medalinya diperhitungkan. Kaltim pun langsung mencatatkan hasil positif melalui satu atlet yang berhasil meraih satu medali.
Hendra juga mengapresiasi semangat para atlet dan pengurus Hapkido Kaltim yang ditemuinya dalam kegiatan tersebut. Ia menilai antusiasme atlet menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan ke depan.
“Saya lihat anak-anak semuanya yakin, optimistis, dan semangat semuanya,” ungkapnya.
Menurut Hendra, semangat dan keyakinan untuk meraih prestasi harus terus dipelihara. Dengan persiapan yang matang dan optimisme tersebut, ia meyakini peluang Hapkido Kaltim untuk berbicara lebih banyak di ajang nasional terbuka lebar.
KONI Kaltim pun berharap kepengurusan Hapkido periode 2026-2030 dapat memperkuat pembinaan atlet, sehingga capaian satu medali pada PON 2024 dapat menjadi pijakan untuk meraih hasil yang lebih besar pada PON berikutnya.

