Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah resmi mengajukan 350 formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tahun 2026 ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Kepala BKPSDM Kota Samarinda Fiona Citrayani menyatakan, proses pengusulan formasi ASN ini masih dalam tahap awal, yaitu proses pengusulan pendidik.
“Tahapannya sampai saat ini adalah proses pengusulan pendidik, dan kita masih menunggu proses selanjutnya,” ujarnya, Rabu 8 April 2026.
Formasi yang diajukan terdiri dari 260 tenaga pendidikan (guru), 70 tenaga kesehatan, dan 20 tenaga teknis.
Guru yang diajukan meliputi guru kelas, guru mata pelajaran, dan guru di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, TK, hingga SMP.
“Guru yang diajukan adalah mereka yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Kota Samarinda, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.
Pengusulan formasi ASN ini berdasarkan kebutuhan dan kondisi saat ini, di mana banyak guru yang mutasi dan pensiun.
“Setiap tahun pasti sekitar 200-an lebih guru pensiun, dan kita harus segera mengisi kekosongan tersebut,” jelas Fiona.
Proses selanjutnya adalah penetapan formasi oleh KemenPAN-RB, kemudian Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan mengeluarkan jadwal dan juknis terkait pengadaan ASN.
“Mekanisme pengumuman, seleksi, dan lain-lain itu nanti sudah ranahnya BKN,” tambah Fiona.
Timeline pengadaan ASN 2026 belum dapat dipastikan, karena masih menunggu juknis dari pemerintah pusat.
“Kita tunggu aja, semoga prosesnya dapat berjalan lancar dan cepat,” pungkasnya.

