Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    Oktober 20, 2026

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Gen Z Beli Baju Lebaran Online atau Offline? Ini Tanggapan Mereka
    Lifestyle

    Gen Z Beli Baju Lebaran Online atau Offline? Ini Tanggapan Mereka

    LarasBy LarasApril 9, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Baju Lebaran di pusat perbelanjaan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Hari Raya Idulfitri sebentar lagi. Tidak lengkap rasanya merayakan hari kemenangan bagi umat Islam tanpa membeli baju Lebaran.

    Memasuki era digitalisasi, kecenderungan orang untuk berbelanja juga perlahan berubah, dari yang datang langsung ke toko dan mal atau offline menjadi berbelanja secara online.

    Terutama para Generasi Z atau Gen Z yang merupakan anak kelahiran tahun 1997-2012 ini menjadi generasi paling beradaptasi dengan teknologi, salah satunya belanja online.

    Laporan baru dari International Council of Shopping Centers (ICSC) yang dikutip Business Insider, melakukan survei kepada 1.008 orang berusia 16-26 tahun, tentang kebiasaan dan preferensi belanja mereka.

    Dari survei tersebut menunjukan 95 persen Gen Z suka berbelanja online. Namun, sebanyak 97 persen, mereka yang suka berbelanja online juga menikmati pergi ke mal.

    Teks: Beli baju Lebaran online

    Salah satu Gen Z yang membeli baju Lebaran secara online adalah Zamieka Sabella (22). Seorang mahasiswi di UINSI Samarinda itu sudah membeli outfit yang akan ia kenakan saat Lebaran melalui Shopee.

    Bella sapaan akrabnya menjelaskan jika membeli secara online karena banyak promo menarik yang ditawarkan. Terutama pada momentum bulan Ramadan saat ini.

    Selain itu, membeli secara online juga memiliki harga yang sangat jauh beda dengan di toko ataupun mal. Bahkan ia mengaku pernah mendapati pakaian yang sama dengan perbedaan harga hingga dua kali lipat.

    “Pertama, tidak perlu keluar (rumah). Kedua, banyak promonya terlebih kalau misalkan kita pas di event-event tertentu itu pasti lebih murah,” terangnya, Sabtu (6/4/2024).

    “Pernah beli baju offline cuman harganya dua kali lipat,” sambungnya.

    Ketika ditanyai bagaimana jika pakaian yang ia beli tidak sesuai keinginannya atau berbeda dengan yang ada di foto, ia menjawab santai bahwa itu kejadian yang sudah biasa. Walau kesal tapi masih ada opsi pengembalian barang yang disediakan platform tersebut.

    Baginya mencari pakaian sesuai selera dan harga yang murah menjadi yang utama. Untuk itu, ia tidak ragu membeli kebutuhannya via online ketimbang offline yang harganya mahal.

    Beda lagi dengan Rizky Handayani (25). Ia mengaku telah memiliki outfit Lebarannya. Tidak seperti Bella, Kiki sapaan akrabnya lebih memilih membeli baju Lebaran secara offline.

    Alasan utamanya adalah bisa melihat rupa pakaian idamannya secara langsung, bahkan bisa menyentuh dan mencobanya sebelum membeli.

    Penjual akan dengan senang hati memperbolehkan para calon pembelinya untuk mencoba memakai pakaian dagangannya agar sesuai dengan bentuk dan panjang yang diinginkan konsumen.

    “Karena bahannya kita bisa lihat, rasain, ukurannya bisa kita paskan,” ungkap Kiki.

    Mengenai harga baju yang dibeli secara offline lebih mahal dari pembelian secara online, Kiki tidak terlalu memikirkan hal itu. Walau tergoda dengan harga murah, untuk membeli baju Lebaran secara online akan berisiko.

    Risiko ini ia jabarkan apabila terjadi keterlambatan pengantaran yang lewat dari estimasi sampai di tangannya. Juga belum lagi ketika baju itu tidak sesuai, kekecewaan itu akan lebih besar dari mengeluarkan sedikit uang lebih.

    “Bisa 4 kali lipat atau 3 kali lipat bedanya dari Jawa (perbedaan harga baju di toko Samarinda dan online) karena ini kan mau Lebaran. Tapi kalau salah, tambah kecewa nanti,” bebernya.

    Melalui perbedaan cara belanja oleh kedua Gen Z tersebut, beberapa pertimbangan juga perlu dilakukan sebelum berbelanja baik online maupun offline. Sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan dianggap menjadi cara untuk selektif sebelum membeli.

    Gen Z ICSC Lebaran
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Kenali 3 Tanaman Indoor yang Berpotensi Menyerap Polutan di Dalam Rumah

    Oktober 18, 2026

    Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan

    Oktober 18, 2026

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Kuliner Tradisional Kaltim Didorong Jadi Daya Tarik Wisata, dari Nasi Bekepor hingga Sambal Raja

    September 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    AminahOktober 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih perlu…

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026

    Sri Puji Nilai PJJ akibat Karhutla Belum Efektif bagi Semua Siswa

    Oktober 20, 2026

    Borneo FC Menang di AFC Challenge League, Pemkot Samarinda Dorong Kemajuan Sepak Bola Daerah

    Oktober 20, 2026
    1 2 3 … 3,395 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.