Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    April 13, 2026

    Dari Toko Karpet Sepi ke Galeri Seni, Perjuangan Ramadhan Bangun Pameran Ilustrasi Terbesar di Kaltim Tanpa Dukungan Dana

    April 13, 2026

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Ekspor Batu Bara Anjlok, Guntur: Kaltim Tak Terdampak Langsung
    DPRD Kaltim

    Ekspor Batu Bara Anjlok, Guntur: Kaltim Tak Terdampak Langsung

    SittiBy SittiJuli 9, 2025Updated:Juli 9, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi II DPRD Kaltim Guntur
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penurunan impor batu bara dari Indonesia oleh China dan India ramai menjadi sorotan nasional. Dua negara raksasa tersebut mulai mengurangi pasokan dari Indonesia dan beralih ke negara lain yang menawarkan batu bara berkalori lebih tinggi.

    Namun, Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur Guntur menilai penurunan ekspor ini tidak akan memberikan dampak langsung bagi ekonomi Kaltim.

    “Tidak lah. Batu bara itu bukan hak Kaltim. Tidak ada imbas ke kita,” ujar Guntur saat ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kaltim ke-22, Rabu 9 Juli 2025.

    Satu-satunya aspek yang mungkin terdampak hanya dana bagi hasil (DBH), yang merupakan kebijakan pemerintah pusat. DBH memang berpengaruh pada pendapatan daerah, tetapi tidak berdampak langsung pada operasional maupun ekonomi lokal.

    “Imbas ke kita itu cuma di DBH saja. Yang menyentuh langsung hanya dari sektor pajak alat berat,” jelasnya.

    Komisi II DPRD Kaltim saat ini sedang fokus mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari pajak alat berat. Guntur mengungkapkan penerimaan dari sektor ini masih tergolong kecil meski Kaltim memiliki ratusan perusahaan tambang yang beroperasi.

    “Kita lagi gencar mendata sedetail mungkin semua perusahaan. Sementara ini penerimaan pajak alat berat itu kecil. Harapan kita bisa meningkat,” katanya.

    Ia mencontohkan potensi besar yang dapat dihasilkan jika pendataan benar-benar optimal.

    “Bayangkan saja, Kaltim ada sekitar 800 perusahaan. Nggak usah semua, kalau 5 alat berat dikali 800 saja sudah berapa,” tambahnya.

    Saat ditanya mengenai kemungkinan pengurangan tenaga kerja akibat penurunan ekspor batu bara, Guntur mengatakan hingga saat ini belum terlihat adanya gejala signifikan.

    “Kita berharap imbas negatifnya tidak terjadi. Khususnya bagi tenaga kerja. Jangan sampai ada yang dirumahkan karena kondisi pasar,” ungkapnya.

    Guntur juga optimistis kebutuhan dalam negeri terhadap batu bara tetap tinggi, terutama untuk mendukung pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan sektor industri.

    “Kita juga banyak menggunakan batu bara untuk PLTU. Sekarang sudah banyak yang tidak pakai diesel, tapi beralih ke gas dari batu bara,” tuturnya.

    Meskipun dinamika pasar global terus berubah, Kaltim memiliki peluang menjaga kestabilan ekonomi dengan memperkuat penerimaan daerah dan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal.

    “Meski China dan India mengurangi impor, kita harus tetap fokus pada peluang yang ada di dalam negeri. Salah satunya memperkuat pajak dan PAD,” pungkas Guntur.

    Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak khawatir secara berlebihan terkait kabar turunnya ekspor batu bara, karena Kaltim memiliki banyak instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi.

    DBH Guntur PAD
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Pemkot Samarinda Siapkan Seleksi Dewas Varia Niaga, Perkuat Peran Pengendalian Inflasi

    April 8, 2026

    Kontrak Berakhir Juli 2026, DPRD Kaltim Dorong Revitalisasi Lembuswana untuk Dongkrak PAD

    April 6, 2026

    Diskon PBB Hingga 15 Persen, Kepala Bapenda Samarinda Ajak Warga Segera Manfaatkan

    April 6, 2026

    Pajak Makan Minum Dominasi PAD Samarinda, Tembus Rp40,10 Miliar di Triwulan I 2026

    April 6, 2026

    Isu Bankeu Dinolkan, DPRD Samarinda Dorong Kemandirian Fiskal Daerah

    April 1, 2026

    Pemkot Samarinda Didorong Beralih ke Pola Kerja Cerdas untuk Tingkatkan PAD

    April 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    Andika SaputraApril 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS di Kota Samarinda dinilai memerlukan keterlibatan…

    Dari Toko Karpet Sepi ke Galeri Seni, Perjuangan Ramadhan Bangun Pameran Ilustrasi Terbesar di Kaltim Tanpa Dukungan Dana

    April 13, 2026

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026
    1 2 3 … 3,053 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.