Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Koperasi Merah Putih, Antara Ambisi Negara dan Ujian Kemandirian Desa

    Juli 15, 2026

    Bawaslu Bontang Gandeng Media Perangi Hoaks dan Politik Uang Jelang Pemilu 2029

    Juli 15, 2026

    Rp20 Miliar APBD Perubahan untuk Porprov Kaltim Dipastikan Tak Sentuh Pembangunan Venue

    Juli 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Dua Buku Karya Guru SMAN 16 Samarinda Dapat Apresiasi Akademisi
    Pendidikan

    Dua Buku Karya Guru SMAN 16 Samarinda Dapat Apresiasi Akademisi

    LarasBy LarasJanuari 30, 2025Updated:Januari 30, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Sekolah SMAN 16 Samarinda Abdul Rozak Fahrudin (kiri) bersama para akademisi dalam bedah buku
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Akademisi Laili Komariyah menilai kepala sekolah yang visioner merupakan aset berharga bagi para guru. Menurutnya, kepemimpinan yang memiliki arah jelas akan membawa sekolah menuju kemajuan yang layak diperjuangkan.

    Teks: Bedah buku Jejak Pena Sang Guru dan buku Panduan P5 oleh SMAN 16 Samarinda

    Hal itu disampaikannya dalam acara bedah buku “Jejak Pena Sang Guru” serta “Buku Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tingkat SMA” di SMAN 16 Samarinda, Kamis, 30 Januari 2025. Ia menekankan bahwa proses bedah buku adalah tahapan penting agar sebuah buku mendekati ideal.

    “Kita bisa menganalisis dan mengkaji buku secara mendalam agar pesan dan tema yang disampaikan jelas bagi pembaca,” ujarnya.

    Dalam pemaparan para guru, Laili melihat bahwa analisis mereka sudah luar biasa. Ia pun memberikan pendalaman terhadap isi buku guna meminimalkan kesalahpahaman pembaca. Salah satu poin yang dibahas adalah bahwa buku P5 tidak harus sama dengan sekolah lain.

    “Panduan buku disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, termasuk jumlah halaman dan pemetaan tema yang relevan,” jelasnya.

    Ia juga menggarisbawahi perubahan pada karakter P5 dari enam menjadi delapan karakter. Perubahan itu mencakup penggabungan aspek religius dan bermoral serta penguatan nilai cerdas, disiplin, dan tertib.

    “Secara umum, tema dan makna kedua buku ini sudah sesuai. Pemahaman terhadap P5 melalui buku ini akan semakin rasional dan aplikatif,” tutup Laili.

    Di samping itu, akademisi lainnya, Mu’ammar menyoroti pentingnya penguatan literasi di kalangan guru dan staf sekolah dalam acara bedah buku “Jejak Pena Sang Guru” serta “Buku Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila” di SMAN 16 Samarinda.

    Ia mengapresiasi peran Kepala SMAN 16 Samarinda Abdul Rozak Fahrudin yang mendorong para pendidik untuk aktif menulis, serta menilai kualitas tulisan dalam buku tersebut sudah baik dan minim kekurangan.

    Menurutnya, keberhasilan sebuah buku tidak hanya terletak pada isi, tetapi juga pada dampak dan kontribusinya.

    “Percuma menulis buku jika tidak bisa terjual,” ujarnya.

    Semakin besar pengaruh buku, semakin terlihat kemampuan penulis dalam menyampaikan gagasannya. Buku “Jejak Pena Sang Guru”, disebutnya sebagai bukti nyata kolaborasi antara guru dan staf dalam meninggalkan warisan intelektual.

    Mu’ammar juga menjelaskan tiga prinsip utama dalam menulis, yakni etos, yang mencerminkan kejelasan sumber dan pertanggungjawaban isi. Lalu, logos, yang memastikan aspek ilmiah dapat dipahami pembaca. Terakhir, pathos, yang memungkinkan pembaca merasakan ekspresi dan pesan dalam tulisan.

    Ia menekankan pentingnya pemahaman kerangka berpikir dalam menulis agar hasilnya berkualitas. Dengan memenuhi kaidah yang tepat, sebuah buku dapat lebih menarik dan memiliki nilai jual yang tinggi.

    “Menulis harus berdasarkan bidang yang kita kuasai,” katanya.

    Bedah Buku Pendidikan SMAN 16 Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Disdikbud Pastikan 16 Calon Siswa SPMB 2026 Segera Dapat Sekolah Negeri

    Juli 15, 2026

    Efisiensi Anggaran Jangan Sampai Korbankan Mutu Pendidikan Kaltim

    Juli 14, 2026

    19 Aduan SPMB Tuntas, Pemkot Masih Tangani 17 Calon Siswa yang Belum Tertampung

    Juli 14, 2026

    Dugaan Manipulasi Domisili hingga Pungutan Warnai SPMB 2026, Pemkot Siapkan Evaluasi Menyeluruh

    Juli 13, 2026

    SPMB 2026 Menuai Polemik, Perubahan Sistem Zonasi Perlu Dievaluasi

    Juli 13, 2026

    Tak Sekadar Kenalkan Sekolah, MPLS Samarinda Diisi Pendidikan Integritas dan Karakter Antikorupsi

    Juli 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Koperasi Merah Putih, Antara Ambisi Negara dan Ujian Kemandirian Desa

    SittiJuli 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Gagasan menempatkan desa sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi kembali mengemuka melalui peluncuran program…

    Bawaslu Bontang Gandeng Media Perangi Hoaks dan Politik Uang Jelang Pemilu 2029

    Juli 15, 2026

    Rp20 Miliar APBD Perubahan untuk Porprov Kaltim Dipastikan Tak Sentuh Pembangunan Venue

    Juli 15, 2026

    Dinkes Kota Samarinda Genjot Skrining HIV, Baru Capai 45 Persen, Dari Target 43.189 Sasaran

    Juli 15, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026
    1 2 3 … 3,216 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.