
Insitekaltim, Samarinda – Gedung Plaza 21 di kawasan Citra Niaga didorong untuk dimanfaatkan sebagai kantong parkir kendaraan guna mengurangi persoalan parkir di kawasan tersebut.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Jasno mengatakan, pemanfaatan Plaza 21 sebagai area parkir dapat menjadi salah satu pilihan untuk menata kendaraan di kawasan Citra Niaga.
Menurutnya keberadaan lokasi parkir yang terpusat dibutuhkan agar kendaraan tidak memenuhi badan jalan.
Ia mencontohkan penataan parkir di kawasan Malioboro, Yogyakarta yang memiliki lokasi parkir tersendiri sehingga kendaraan tidak diparkir di sepanjang jalan. Konsep serupa dinilai dapat diterapkan di kawasan Citra Niaga dengan memanfaatkan Plaza 21.
“Kita mendorong Plaza 21 itu dimanfaatkan menjadi kantong parkir, supaya kendaraan tidak lagi parkir di sepanjang jalan Citra Niaga,” kata Jasno, Jumat, 28 Agustus 2026.
Namun Jasno mengatakan, kondisi bangunan Plaza 21 saat ini belum memungkinkan langsung digunakan sebagai tempat parkir bertingkat. Pemerintah Kota Samarinda perlu melakukan kajian terhadap kondisi bangunan dan menyesuaikan desain agar kendaraan dapat keluar masuk ke setiap lantai.
Menurutnya terdapat dua pilihan yang bisa dipertimbangkan. Bangunan yang ada dapat didesain ulang atau dibongkar untuk kemudian dibuat kembali dengan konsep kantong parkir yang lebih sesuai.
Jasno mengatakan kekuatan bangunan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena penggunaan gedung sebagai tempat parkir akan memberikan beban tambahan. Karena itu, kondisi konstruksi harus dipastikan sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Kalau bangunannya tidak kuat ya harus dibongkar, tapi dibuat desain ulang untuk kantong parkir. Baik itu nanti parkir roda empat maupun roda dua, tapi bertingkat,” kata Jasno.
Ia menilai pemanfaatan Plaza 21 sebagai kantong parkir dapat menjadi solusi jangka panjang untuk kebutuhan parkir di Citra Niaga. Namun keputusan tersebut tetap membutuhkan perencanaan dan kajian dari Pemerintah Kota Samarinda.
Sementara terkait pelayanan air bersih di wilayah daerah pemilihannya, Jasno menyebut suplai air untuk Palaran saat ini masih relatif aman. Menurutnya wilayah tersebut mendapat pasokan dari dua sumber, yakni instalasi pengolahan air di Palaran dan Gunung Lipan.
Pasokan dari Gunung Lipan saat ini masih berjalan dan menyuplai sejumlah wilayah, termasuk Stadion Palaran, Simpang Pasir, hingga arah Rawa Makmur dan Kahuripan. Sementara sumber dari Palaran sempat mengalami gangguan selama beberapa hari, tetapi kembali dibuka.
Jasno menyebut pasokan dari Gunung Lipan masih menjadi salah satu sumber utama yang menjaga ketersediaan air masuk ke wilayah Palaran. Meski demikian tidak seluruh wilayah Palaran bergantung pada sumber tersebut karena sebagian kawasan masih mendapat pasokan dari sumber Palaran sendiri.

