Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gubernur Rudy Mas’ud Lama Tak Menemui Awak Media, Kembali Tanpil Ungkap Beberapa Agenda Strategis

    Juni 22, 2026

    Pengamat Ekonomi Khairil Anwar Minta: APBD Lebih Berpihak pada Wong Cilik

    Juni 22, 2026

    Dinkes Kaltim Dukung Penanganan Pengguna Narkoba di Lapas dan Rutan Melalui Pendekatan Kolaboratif

    Juni 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»DPRD Bontang Usul Pengelolaan Anggaran Stunting Cukup di Dua OPD
    DPRD Bontang

    DPRD Bontang Usul Pengelolaan Anggaran Stunting Cukup di Dua OPD

    SittiBy SittiNovember 7, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto mengusulkan agar pengelolaan anggaran penanganan stunting difokuskan hanya pada dua organisasi perangkat daerah (OPD), yaitu Dinas Kesehatan (Dinkes) dan kecamatan.

    Usulan ini disampaikan pada rapat kerja yang digelar Selasa (5/11/2024) di Gedung DPRD Bontang, dengan harapan program stunting lebih terukur dan tepat sasaran.

    Saat ini, anggaran penanganan stunting di Kota Bontang mencapai Rp3 miliar dan tersebar di sembilan OPD, termasuk di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Keluarga Berencana (KB), dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Menurut Heri, penyebaran ini membuat hasil program kurang optimal dan menyulitkan evaluasi.

    “Kalau bisa, anggaran stunting ini cukup difokuskan di Dinas Kesehatan dan kecamatan. Dengan begitu, lebih mudah untuk memantau capaian dan kemajuannya,” kata Heri.

    Heri menambahkan bahwa keterlibatan terlalu banyak OPD justru menimbulkan hambatan dalam koordinasi dan sinkronisasi program, karena masing-masing OPD cenderung memiliki prioritas dan pendekatan yang berbeda.

    “Seandainya hanya Dinas Kesehatan dan kecamatan yang bertanggung jawab, kita bisa tahu takaran penyelesaiannya. Kalau ini tersebar, masing-masing OPD punya pemikiran dan cara sendiri, jadi tidak sinkron,” tegasnya.

    Politikus dari Partai Gerindra itu mencontohkan penanganan pandemi Covid-19 sebagai referensi. Saat itu, hanya beberapa OPD yang dilibatkan, sehingga hasil penanganannya segera terlihat dan berjalan lebih terfokus. Heri yakin bahwa pola serupa dapat diterapkan pada program stunting dengan menyederhanakan jumlah OPD yang terlibat.

    “Kita belajar dari Covid-19, hanya beberapa OPD saja yang fokus dan akhirnya bisa selesai cepat. Kalau stunting, cukup Dinas Kesehatan yang fokus masalah gizi dan kesehatan, sementara kecamatan menangani infrastruktur dasar seperti sanitasi,” jelasnya.

    Dengan mengurangi jumlah OPD yang terlibat, masing-masing dinas dapat lebih fokus pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka tanpa terbebani program lain. Menurutnya, ini akan membuat OPD-OPD lain dapat menjalankan peran utama masing-masing secara lebih optimal.

    “Bukan susah menghadirkan mereka. Mengumpulkan mereka mudah, tapi kita tidak tahu persentase kinerja mereka seperti apa. Karena masing-masing punya pemikiran sendiri. Jadinya OPD-OPD tidak sinkron,” tambahnya.

    Dinkes Kota Bontang DPRD Bontang Heri Keswanto Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Tekan Risiko Stunting, Wawali Samarinda Soroti Pentingnya Edukasi Calon Pengantin

    Juni 8, 2026

    Percepat Penurunan Stunting, Kepala BKKBN Kaltim Dorong Sinkronisasi Data RLTH

    Juni 8, 2026

    Wawali Samarinda Tekankan Peran Posyandu dalam Percepatan Penurunan Stunting

    April 29, 2026

    Cegah Stunting Sejak Dini, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

    Februari 6, 2026

    Inovasi Penanganan Stunting, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan, Data Pasien Divalidasi Mandiri

    Februari 5, 2026

    Camat Samarinda Ilir Tegaskan Musrenbang Bukan Sekadar Formalitas, Jadi Penentu Arah Pembangunan Warga

    Februari 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Gubernur Rudy Mas’ud Lama Tak Menemui Awak Media, Kembali Tanpil Ungkap Beberapa Agenda Strategis

    SittiJuni 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Usai memimpin briefing bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Gubernur…

    Pengamat Ekonomi Khairil Anwar Minta: APBD Lebih Berpihak pada Wong Cilik

    Juni 22, 2026

    Dinkes Kaltim Dukung Penanganan Pengguna Narkoba di Lapas dan Rutan Melalui Pendekatan Kolaboratif

    Juni 22, 2026

    Sambut Demam Piala Dunia, Pemprov Kaltim Siapkan Nobar Raksasa hingga Mobil Videotron Keliling

    Juni 22, 2026

    Situs SPMB Tumbang di Hari Pertama, Disdikbud Kaltim Siapkan Layanan Darurat Cegah Lonjakan Komplain

    Juni 22, 2026
    1 2 3 … 3,162 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.