Insitekaltim, Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda tengah merancang pengembangan sistem transportasi umum modern guna mengatasi ketimpangan antara jumlah kendaraan dan kapasitas jalan di kota tersebut.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Samarinda Boy Leonardo Sianipar mengatakan, kebutuhan transportasi umum kian mendesak seiring meningkatnya jumlah kendaraan di masyarakat.
“Transportasi umum ini merupakan rencana besar Dishub untuk menyediakan layanan yang ideal. Kondisi jalan saat ini sudah tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang beredar,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.
Berdasarkan kondisi di lapangan, jumlah kendaraan bahkan dinilai melampaui jumlah penduduk. Dalam satu rumah tangga, kepemilikan kendaraan bisa mencapai beberapa unit, yang didominasi kendaraan roda dua.
“Jumlah kendaraan secara eksisting bisa lebih banyak dari jumlah penduduk. Satu rumah bisa memiliki empat sampai lima kendaraan, meski anggota keluarganya tidak banyak,” jelasnya.
Meski demikian, implementasi sistem transportasi umum tidak dapat dilakukan secara instan. Selain memerlukan kajian komprehensif, program tersebut juga membutuhkan investasi besar yang nilainya diperkirakan mencapai triliunan rupiah.
“Model transportasi seperti apa, dimensinya, hingga kemungkinan jalur khusus, semuanya masih dalam tahap kajian. Ini program besar dengan kebutuhan anggaran yang sangat besar,” katanya.
Terkait keberadaan halte bus yang saat ini belum berfungsi optimal, ia menjelaskan fasilitas tersebut merupakan bagian dari program lama yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan saat ini.
“Halte yang ada sekarang merupakan peninggalan program sebelumnya. Banyak yang tidak beroperasi dan hanya menjadi pelengkap,” ungkapnya.
Dishub tidak menutup kemungkinan untuk memanfaatkan kembali halte yang masih layak sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi ke depan.
“Kalau kondisinya masih memungkinkan, tentu bisa difungsikan kembali untuk mendukung rute tertentu,” tambahnya.
Saat ini, Dishub Samarinda juga tengah mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat guna merealisasikan program tersebut.
“Rencananya akan dimulai bertahap tahun depan. Kami juga sedang berupaya menarik dukungan anggaran dari kementerian terkait. Perkembangannya nanti akan kami sampaikan,” pungkasnya.
