Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Dukung Desa Cantik untuk Percepat Penanganan Stunting

    April 29, 2026

    Jangan Bebani Pelaku Usaha, Ketua Komisi II DPRD Samarinda Minta Skema Bagi Hasil Harus Rasional

    April 29, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Distribusi Lapak Pasar, Iswandi Minta Data Pedagang Dibuka Transparan

    April 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Dishub Samarinda Awasi Titik Macet dan Temukan Puluhan Life Jacket Kapal Tak Layak Saat Ramp Check
    Pemkot Samarinda

    Dishub Samarinda Awasi Titik Macet dan Temukan Puluhan Life Jacket Kapal Tak Layak Saat Ramp Check

    RidhoBy RidhoMaret 12, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu saat memberikan keterangan pada insan pers seusai Apel (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda memfokuskan pengawasan pada sejumlah titik rawan kemacetan sekaligus melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan dan kapal (ramp check) menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat.

    Kepala Dishub Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu menyampaikan, beberapa lokasi yang menjadi perhatian karena kerap menimbulkan kemacetan, di antaranya kawasan Gunung Manggah, Jembatan Mahkota II, serta kawasan pasar seperti Pasar Segiri dan Pasar Pagi Samarinda.

    “Kalau kami Dishub dengan apa yang disampaikan Pak Kasat Lantas, kita fokus kepada daerah-daerah yang menimbulkan kemacetan. Tadi disebut ada Gunung Manggah, kemudian Jembatan Mahkota, kemudian yang selalu menjadi titik adalah titik-titik pasar seperti Pasar Segiri dan Pasar Pagi,” ujar Manalu, Kamis, 12 Maret 2026.

    Ia menjelaskan, di kawasan Pasar Pagi sebenarnya telah dipasang rambu larangan parkir. Namun, masih ditemukan juru parkir yang tetap memanfaatkan lokasi tersebut untuk parkir kendaraan.

    “Pasar Pagi kan sudah ada rambu dilarang parkir, cuma masih ada jukir-jukir yang ‘ngoyol’ (ngotot). Ini yang menjadi perhatian kita,” katanya.

    Manalu berharap masyarakat turut berperan menjaga ketertiban dengan mematuhi rambu lalu lintas agar tidak memperparah kemacetan.

    “Kami harapkan kepada masyarakat, kalau sudah melihat ada rambu dilarang parkir, jangan parkir di situ supaya kita tidak bersentuhan dengan jukir. Jadi ketertiban itu bukan hanya peran aparat atau pemerintah saja, tetapi harus ada peran serta dari masyarakatnya langsung,” jelasnya.

    Selain pengawasan lalu lintas, Dishub juga melakukan ramp check pada angkutan darat dan transportasi sungai. Untuk angkutan darat, pemeriksaan dilakukan di terminal terhadap kendaraan dalam provinsi (KDP) seperti rute Samarinda–Balikpapan, serta angkutan antarprovinsi dari Terminal Samarinda Seberang menuju Banjarmasin.

    “Untuk terminal, tadi kita mengirimkan penguji kendaraan bermotor untuk pengecekan angkutan KDP seperti Samarinda-Balikpapan dan juga antar kota antar provinsi yang ada di Terminal Samarinda Seberang ke Banjarmasin,” ujarnya.

    Sementara itu, ramp check transportasi sungai dilakukan di Dermaga Sungai Kunjang bersama Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan serta Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim.

    Dalam pemeriksaan tersebut, Dishub menemukan sejumlah alat keselamatan kapal yang tidak berfungsi secara maksimal.

    “Untuk kapal Samarinda-Melak kita temukan sekitar 13 sampai 14 life jacket yang tidak berfungsi maksimal, baik dari sisi ritsleting maupun bagian lainnya. Sedangkan kapal Samarinda-Long Bagun ada sekitar 16 sampai 17 life jacket yang juga tidak berfungsi,” ungkapnya.

    Pihak Dishub kemudian mengimbau pemilik kapal dan nakhoda agar rutin melakukan perawatan terhadap alat keselamatan bagi penumpang.

    “Kami sudah mengimbau kepada pemilik kapal dan nahkoda untuk selalu melakukan pemeliharaan. Bahkan tadi kita temukan life jacket berdebu bahkan sampai ada telur cicak, berarti tidak ada perawatan secara rutin,” jelasnya.

    Selain itu, Dishub kembali mengingatkan larangan membawa muatan di atas atap kapal karena dapat mengganggu stabilitas kapal. Imbauan tersebut telah disosialisasikan sejak 2022.

    “Kami sudah menyampaikan imbauan itu sejak 2022 atau 2023 agar tidak ada muatan di atas atap kapal karena itu mengganggu titik stabilitas kapal,” terangnya.

    Dalam pengecekan terbaru, Dishub memastikan tidak lagi ditemukan muatan yang diletakkan di atas kapal.

    Terkait keselamatan penumpang, ia menegaskan jumlah penumpang harus sesuai dengan manifest yang tercantum dalam sertifikat keselamatan kapal. Namun jumlah alat keselamatan seperti life jacket harus melebihi kapasitas penumpang.

    “Kalau di sertifikat keselamatan kapal tertulis 100 orang, maka maksimal 100 orang penumpang. Tetapi life jacket harus tersedia sekitar 125 buah. Tujuannya supaya ketika terjadi musibah penumpang tidak panik atau berebut alat keselamatan,” pungkasnya.

     

    Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu Macet Mudik Lebaran
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Kecelakaan Berulang, Dishub Samarinda Dorong Pemindahan Pergudangan ke Palaran

    April 22, 2026

    Soal Parkir Langganan, Dishub Tekan Jukir Liar hingga Atur Kendaraan Tanpa Garasi

    April 9, 2026

    Fasilitas Pelican Crossing Mulai Efektif, Kesadaran Pengguna Jalan Masih Jadi PR

    Maret 27, 2026

    Parkir Semrawut, Dishub Samarinda Libatkan Swasta di Pasar Segiri

    Maret 27, 2026

    Sopir Lintas Kaltim Kalsel Sebut Lonjakan Penumpang Terjadi Jelang Lebaran

    Maret 18, 2026

    Arus Mudik Pelabuhan Samarinda Kondusif, Kapal Terakhir Berangkat H-3 Lebaran

    Maret 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Dukung Desa Cantik untuk Percepat Penanganan Stunting

    Ratu ArifanzaApril 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda Riska Wahyuningsih menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan…

    Jangan Bebani Pelaku Usaha, Ketua Komisi II DPRD Samarinda Minta Skema Bagi Hasil Harus Rasional

    April 29, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Distribusi Lapak Pasar, Iswandi Minta Data Pedagang Dibuka Transparan

    April 29, 2026

    Samarinda Targetkan Peringkat Terbaik Program Desa Cantik

    April 29, 2026

    Perkuat Data dari Akar, BPS Samarinda Dorong Program Desa Cantik untuk Wujudkan Satu Data Indonesia

    April 29, 2026
    1 2 3 … 3,080 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.