Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Di Tengah Ekonomi Sulit, Penjual Pentol di Depan Katedral Samarinda Tetap Bertahan
    Samarinda

    Di Tengah Ekonomi Sulit, Penjual Pentol di Depan Katedral Samarinda Tetap Bertahan

    Andika SaputraBy Andika SaputraDesember 24, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Bu Feni, penjual pentol di depan Gereja Katedral Jalan Jenderal Sudirman Samarinda
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Aktivitas jual beli pentol yang dilakukan Feni, seorang pedagang kaki lima di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Kota Samarinda, masih berjalan fluktuatif dari hari ke hari. Meski demikian, ia tetap bertahan dan bersyukur atas rezeki yang diperoleh.

    Feni, yang biasa berjualan di sekitar Gereja Katedral Samarinda, mulai membuka lapaknya sejak pukul 16.00 Wita. Menurutnya, jumlah pembeli yang datang tidak menentu, namun tetap ada pembeli setiap harinya.

    “Alhamdulillah tetap ada yang beli. Dibilang ramai tidak terlalu, tapi juga tidak sepi sekali,” ujar Feni Rabu, 24 Desember 2025.

    Ia mengungkapkan, lokasi berjualan yang digunakannya saat ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya ia berjualan tepat di depan gereja, tahun ini ia harus bergeser ke lokasi lain karena adanya pembatasan aturan.

    “Tahun kemarin saya jualan di depan gereja, tapi tahun ini tidak diperbolehkan, jadi pindah ke depan sini,” jelasnya.

    Feni mengakui, penghasilan dari berjualan pentol tidak dapat dipastikan setiap hari. Kondisi ramai atau sepi sangat bergantung pada lokasi dan situasi di lapangan.

    “Namanya jualan, kadang ramai, kadang sepi. Tidak tentu,” katanya.

    Selain berjualan musiman, Feni juga kerap berjualan di kawasan kampus seperti di Jalan Harmonika dan sekitar Pahlawan. Menurutnya, area kampus memberikan pemasukan yang relatif lebih stabil dibandingkan berjualan saat kegiatan atau event tertentu.

    “Kalau di kampus alhamdulillah tetap ada pembeli setiap hari. Tapi kalau di event, harganya bisa lebih tinggi,” ungkapnya.

    Ia juga menyinggung kondisi ekonomi yang dirasakannya semakin menantang. Feni menilai tahun 2025 menjadi periode yang cukup berat bagi pedagang kecil, bahkan lebih sulit dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Tahun ini ekonominya terasa lebih susah daripada 2024,” ujarnya.

    Meski demikian, ia berharap kondisi ekonomi ke depan dapat membaik sehingga penjualannya kembali meningkat.

    “Mudah-mudahan ke depannya lebih ramai dan ekonomi juga semakin baik,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Rute Penerbangan Samarinda-Melak Kembali Dibuka, Jawab Kebutuhan Mobilitas Warga Kubar

    Juni 19, 2026

    Jalur Samarinda Bontang Lumpuh Diterjang Banjir, Truk dan Tronton Terjebak Antrean Panjang

    Juni 18, 2026

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    Juni 13, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026

    Sektor Tambang Dominasi PHK di Kaltim, 1.233 Pekerja Ajukan Klaim JKP Periode Januari-Mei 2026

    Juni 11, 2026

    Setiap Hujan Deras, Siswa SDN 012 Samarinda Terpaksa Libur

    Juni 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    SittiJuni 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan tidak akan…

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026

    Bukan Sekadar Estetika, Arsitektur Modern Samarinda Jadi Media Belajar Visual Pelajar

    Juni 19, 2026

    Didesak Maju Pilwali Samarinda, Saefuddin Zuhri Pilih Fokus Bekerja Ketimbang Berpolitik

    Juni 19, 2026
    1 2 3 … 3,155 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.