Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dari Tak Pakai Helm SNI hingga Lawan Arus, Ini Incaran Operasi Patuh Mahakam Samarinda

    Oktober 26, 2026

    Neneng Tekankan Efisiensi dan Digitalisasi, Literasi Keuangan Jadi Kunci Kemandirian Warga

    Oktober 26, 2026

    HUT Kampung Purwodadi, Wawali Samarinda Ingatkan Warga Tak Mudah Terprovokasi Medsos

    Oktober 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lainnya»Dari Tak Pakai Helm SNI hingga Lawan Arus, Ini Incaran Operasi Patuh Mahakam Samarinda
    Lainnya

    Dari Tak Pakai Helm SNI hingga Lawan Arus, Ini Incaran Operasi Patuh Mahakam Samarinda

    AminahBy AminahOktober 26, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gelar pasukan Operasi Patuh Mahakam 2026 di Mako Polresta Samarinda, Senin, 26/10/2026. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Polresta Samarinda mengerahkan 60 personel dalam Operasi Patuh Mahakam 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November.

    Operasi ini menyasar tujuh jenis pelanggaran lalu lintas dengan pendekatan edukasi dan pencegahan, disertai penindakan melalui tilang elektronik.

    Wakapolresta Samarinda AKBP Anib Bastian mengatakan, petugas akan mengedepankan teguran kepada pengendara yang melanggar. Namun, penindakan tetap dilakukan jika ditemukan pelanggaran yang ditindak melalui sistem tilang elektronik.

    “Untuk Operasi Patuh Mahakan 2026 ini lebih dikedepankan terkait masalah edukatif kepada para pelanggar. Kalau ada pelanggar yang ditemukan di lapangan, akan diberikan teguran. Kalau tetap ada pelanggaran, tetap ada tilang secara elektronik,” kata Anib setelah gelar pasukan di Mako Polresta Samarinda, Senin, 26 Oktober 2026.

    Tujuh pelanggaran yang menjadi sasaran operasi meliputi penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm berstandar nasional Indonesia (SNI), serta pengemudi mobil yang tidak memakai sabuk pengaman.

    Sasaran lainnya ialah pengendara yang berada di bawah pengaruh alkohol, melawan arus lalu lintas, dan melampaui batas kecepatan.

    Pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam terdiri dari 50 persen preventif, 30 persen penegakan hukum, dan 20 persen preemtif. Kegiatan pencegahan dan edukasi menjadi porsi terbesar, sementara penindakan tetap menjadi bagian dari operasi.

    Anib menyoroti penggunaan perlengkapan keselamatan, terutama helm, yang menurut pengamatannya masih kerap diabaikan pengendara di Samarinda.

    “Masih banyak masyarakat yang tidak patuh dalam menggunakan kelengkapan kendaraan bermotor, terutama helm. Padahal, helm memiliki banyak manfaat, terutama bagi pengendara itu sendiri,” ujarnya.

    Ia mengingatkan, Samarinda merupakan jalur perlintasan kendaraan yang menghubungkan sejumlah daerah, antara lain Balikpapan, Bontang, dan Kutai Timur. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan penggunaan perlengkapan keselamatan diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

    Selain menyasar perilaku pengendara, kepolisian juga menekankan profesionalitas personel selama operasi berlangsung. Petugas diminta bertindak persuasif dan humanis, mengikuti standar operasional prosedur, serta menghindari tindakan yang dapat memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap Polri.

    “Lakukan tugas Operasi Patuh Mahakam secara profesional, persuasif, dan humanis sehingga tidak menimbulkan komplain dari masyarakat,” demikian arahan dalam pelaksanaan operasi.

    Operasi ini melibatkan personel internal Polri dari Polresta Samarinda dan jajaran polsek, tanpa melibatkan unsur instansi lain. Masyarakat diimbau mematuhi aturan berkendara, menggunakan helm SNI dan sabuk pengaman, serta tidak menggunakan ponsel saat mengemudi.

    AKBP Anib Bastian Operasi Patuh Mahakam 2026 Polresta Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Keluarga Edianto Wongso Laporkan Dokter RSUD AWS ke Polisi Dugaan Kelalaian Medis

    Oktober 7, 2026

    Bukan Sekadar Lari, Euforia Bhayangkara Run Bikin Peserta Ingin Kembali

    Juli 26, 2026

    The Founding of YouTube A Short History

    Juli 14, 2026

    Elementor #81471

    Juli 2, 2026

    Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Samarinda Komitmen Tingkatkan Profesionalisme

    Juli 1, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dari Tak Pakai Helm SNI hingga Lawan Arus, Ini Incaran Operasi Patuh Mahakam Samarinda

    AminahOktober 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polresta Samarinda mengerahkan 60 personel dalam Operasi Patuh Mahakam 2026 yang berlangsung…

    Neneng Tekankan Efisiensi dan Digitalisasi, Literasi Keuangan Jadi Kunci Kemandirian Warga

    Oktober 26, 2026

    HUT Kampung Purwodadi, Wawali Samarinda Ingatkan Warga Tak Mudah Terprovokasi Medsos

    Oktober 26, 2026

    Andi Harun Bekali Mahasiswa Hukum Universitas Terbuka Pemahaman Praktik Peradilan

    Oktober 26, 2026

    HUT IDI, Wawali Samarinda Apresiasi Peran Dokter untuk Warga

    Oktober 26, 2026
    1 2 3 … 3,407 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.