Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    160 Usulan Pokir Menggantung, DPRD Kaltim Soroti Mandeknya Kesepakatan RKPD

    Maret 30, 2026

    Disdikbud Samarinda Ungkap Kendala Sistem TPG, Perbaikan Data Bergantung pada Operator Sekolah

    Maret 30, 2026

    Gubernur Rudy Mas’ud Sampaikan LKPj 2025, Pendapatan Terealisasi 92,61 Persen

    Maret 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Dapat Bankeu Rp132 Miliar, DPRD Bontang Minta Pemkot Susun Strategi Penanganan Stunting
    DPRD Bontang

    Dapat Bankeu Rp132 Miliar, DPRD Bontang Minta Pemkot Susun Strategi Penanganan Stunting

    SittiBy SittiOktober 29, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang Heri Keswanto
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – DPRD Kota Bontang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) untuk segera menyusun strategi yang jelas dalam memanfaatkan bantuan keuangan (Bankeu) senilai Rp132 miliar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

    Dana bantuan ini difokuskan untuk peningkatan infrastruktur dan program pengentasan stunting. Ketua Komisi A DPRD Bontang Heri Keswanto, menekankan bahwa perencanaan yang tepat diperlukan agar penggunaan dana ini efektif dan memberi dampak maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam menurunkan angka stunting.

    Menurut Heri, besar kecilnya anggaran yang tersedia tidak akan berpengaruh jika tidak dibarengi dengan strategi penanganan yang terarah. Ia menyebutkan pentingnya pemetaan dan rancangan khusus agar anggaran dapat tepat sasaran.

    “Begini, melihat cukup atau tidaknya dilihat dari strategi penanganannya. Kalau strategi penanganannya saat ini belum jelas, artinya kita tidak tahu ukuran kecukupan keuangan itu bagaimana,” ujar Heri, Senin (28/10/2024).

    Heri juga mengusulkan agar Pemkot Bontang mengalokasikan dana untuk pendampingan intensif pada anak-anak yang terdampak stunting.

    Setiap anak dengan kondisi stunting sebaiknya mendapat anggaran khusus dan pendampingan gizi untuk meningkatkan kualitas kesehatan mereka.

    Pendampingan ini diharapkan dapat mencakup pemberian edukasi gizi kepada keluarga sebagai upaya penanganan jangka panjang.

    “Kalau uang ini cukup, usulan saya adalah ada pendampingan khusus untuk setiap anak yang terkena stunting. Misalnya, setiap anak diberikan anggaran sekitar satu juta rupiah, disertai dengan pendampingan pembelajaran gizi,” jelas Heri.

    Selain itu, program dari Pemprov juga mencakup Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 65 hari. Heri menilai bahwa program PMT ini perlu dievaluasi lebih lanjut, terutama untuk memastikan apakah program tersebut berkelanjutan dan berdampak positif dalam menurunkan stunting.

    Ia menyarankan agar Pemkot Bontang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memperoleh data lengkap mengenai kelanjutan dan hasil dari program PMT.

    “Untuk kelanjutan PMT, baiknya ditanyakan langsung ke Dinas Kesehatan, karena mereka yang bisa menjawab secara detail,” tambahnya.

    Heri berharap agar Pemkot dan dinas-dinas terkait segera merancang strategi yang konkret dalam memanfaatkan dana bankeu ini. Ia juga menyebutkan bahwa DPRD akan memantau penggunaan anggaran ini untuk memastikan anggaran tepat sasaran dan efektif dalam penanganan stunting di Kota Bontang.

    DPRD Bontang Heri Keswanto Pemkot Bontang Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Cegah Stunting Sejak Dini, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

    Februari 6, 2026

    Inovasi Penanganan Stunting, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan, Data Pasien Divalidasi Mandiri

    Februari 5, 2026

    Camat Samarinda Ilir Tegaskan Musrenbang Bukan Sekadar Formalitas, Jadi Penentu Arah Pembangunan Warga

    Februari 5, 2026

    Kaltim Hadapi Tantangan Tekan Stunting Baru Lahir, Dinkes Fokus Perkuat Intervensi pada Ibu Hamil

    Agustus 15, 2025

    DPRD Kawal Gratispol dan Jospol untuk Turunkan Stunting Kaltim

    Agustus 11, 2025

    Kukar Sukses Turunkan Stunting, Tetap Waspada Angka Kematian Ibu dan Anak

    Juli 4, 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    160 Usulan Pokir Menggantung, DPRD Kaltim Soroti Mandeknya Kesepakatan RKPD

    RidhoMaret 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rapat pembahasan kamus usulan pokok-pokok pikiran (Pokir) sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja…

    Disdikbud Samarinda Ungkap Kendala Sistem TPG, Perbaikan Data Bergantung pada Operator Sekolah

    Maret 30, 2026

    Gubernur Rudy Mas’ud Sampaikan LKPj 2025, Pendapatan Terealisasi 92,61 Persen

    Maret 30, 2026

    Kebijakan Mulok Jadi Biang Masalah, Guru Bahasa Inggris Tak Dapat TPG

    Maret 30, 2026
    Our Picks

    160 Usulan Pokir Menggantung, DPRD Kaltim Soroti Mandeknya Kesepakatan RKPD

    Maret 30, 2026

    Disdikbud Samarinda Ungkap Kendala Sistem TPG, Perbaikan Data Bergantung pada Operator Sekolah

    Maret 30, 2026

    Gubernur Rudy Mas’ud Sampaikan LKPj 2025, Pendapatan Terealisasi 92,61 Persen

    Maret 30, 2026

    Kebijakan Mulok Jadi Biang Masalah, Guru Bahasa Inggris Tak Dapat TPG

    Maret 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.