Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    Juni 13, 2026

    Open Turnamen Karate Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Masa Depan

    Juni 13, 2026

    Tak Lagi Soal Kesepian, Anak Muda Justru Nyaman Habiskan Waktu Sendiri

    Juni 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Tokoh»Craft Indonesia Borneo Rangkul Disabilitas Bangun Keterampilan Membatik
    Tokoh

    Craft Indonesia Borneo Rangkul Disabilitas Bangun Keterampilan Membatik

    LarasBy LarasAgustus 16, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Syahril Darmawie bersama kawan-kawan disabilitas
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Hampir enam tahun lamanya, Craft Indonesia Borneo menjelajah ke seluruh penjuru nusantara. Bahkan Syahril Darmawie sebagai Pemilik sekaligus Instrukturnya, telah melancong hingga ke “Negeri Petro Dollar” julukan Brunei Darussalam.

    Teks: Membatik bersama disabilitas dalam acara Culture Festival Indonesia Is Advanced yang bertempat di Lantai I Swiss-Belhotel Borneo Samarinda

    Dengan kemampuannya membatik sejak 1987, Syahril yang kerap dipanggil Kai, yang merupakan panggilan Kakek dalam bahasa suku Banjar itu, menunjukan kebolehannya merangkul kawan-kawan disabilitas.

    “Kami mengajak sekitar 20 teman-teman disabilitas, termasuk teman-teman tunarungu, untuk belajar membatik. Hari ini kami bawa tiga orang,” ujar Kai dalam acara Culture Festival Indonesia Is Advanced di Lantai I Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Kamis (15/8/2024).

    Terdapat tiga tingkatan dalam membatik. Tingkat dasar, terampil dan mahir. Untuk kawan disabilitas kala itu, diajarkan membatik tingkat dasar. Tak memakan waktu lama, hanya perlu dua jam sehari, kawan disabilitas mampu membuat pola dan esoknya diajarkan mewarnai batiknya.

    Teks: Karya batik oleh disabilitas dalam acara Culture Festival Indonesia Is Advanced di Lantai I Swiss-Belhotel Borneo Samarinda

    Membawa inovasi, Kai memperkenalkan metode mewarnai batik yang tidak lagi perlu menggunakan api, canting dan ditiup-tiup. Hanya dengan bahan-bahan dapur sederhana, lilin cair batiknya bisa dibuat dengan mudah.

    “Tepung ketan, tepung tapioka, garam benzoat, dan gula merah. Ini sangat cocok untuk pemula, termasuk anak-anak, karena mudah dan aman digunakan,” jelasnya.

    Inovasi ini dibuatnya, sebab para muridnya bukan saja datang dari orang dewasa, tetapi juga anak-anak dari jenjang PAUD dan TK. Selain itu, kawan disabilitas juga tidak perlu khawatir apabila mereka tak mampu mengaplikasikan canting, botol bekas cuka pun siap jadi aplikatornya.

    Tak hanya memberikan keterampilan, Kai pun ikut memamerkan hasil karya mereka dalam setiap kesempatan baik dalam pameran maupun acara besar yang memerlukan kehadiran batiknya.

    Kegiatan positif ini terbuka untuk siapapun yang ingin mengolah karya batik. Kai Syahril siap meluncur.
    Disebutkannya, apabila ada kegiatan yang memerlukan jasanya di sekolah atau kelompok besar, per orang hanya dikenakan biaya Rp50.000. Bahan dan alat siap digunakan serta hasilnya boleh dibawa pulang. Boleh juga untuk menggunakan paket senilai Rp850.000.

    Sebuah nilai yang pantas untuk warisan leluhur. Tak hanya belajar, masyarakat dapat menjadikan ilmu tersebut sebagai lapangan usaha dan berkarya sepertinya. Keuntungan menjanjikan didasari oleh kerja keras dan tekad pantang menyerah.

    “Ini bisa jadi karya yang menjual dan menjadikan lapangan pekerjaan baru,” kata Syahril.

    Di samping itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) Ririn Sari Dewi yang menyaksikan langsung pembuatan batik dengan metode lilin cair ramah anak, merasa terkesan.

    Ia menyambut baik inovasi tersebut dan menyebutkan keikutsertaan kawan disabilitas dalam wastra sangat diapresiasi. Dirinya berharap kawan disabilitas bisa menyadari bahwa mereka juga mendapat hak yang sama sebagai warga negara indonesia.

    “Mereka juga mendapat hak yang sama baik itu pelatihan dan pembinaan seperti ini,” sebut Ririn di kesempatan yang sama.

    Bahkan Ririn mengajak BPJS Ketenagakerjaan untuk berkolaborasi guna mengetahui jumlah pelaku UMKM dan disabilitas yang berkarya di bidang griya, kuliner, wastra dan pertunjukan seni. Hal ini sebagai bentuk dukungannya agar banyak dari pelaku keempat sektor tersebut yang dirangkul pemerintah.

    “data gerak sebanyak 875 orang dan itu akan terus bergerak setiap harinya,” jelasnya ketika ditanya jumlah pelaku UMKM yang dilindungi BPJS Ketenagakerjaan.

    Terakhir, Ririn mendorong kawan disabilitas untuk berkarya dan berdaya. Dari sisi Dispar, ia akan memberikan dukungan berupa pelatihan dan pemberdayaan serupa seperti membatik dan lainnya ke depan.

    “Jangan lagi menganggap bahwa mereka tidak berdaya, kami pemerintah akan selalu men-support dengan bidangnya masing-masing,” tutupnya.

    Craft Indonesia Borneo Disabilitas Syahril Darmawie
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    Juni 13, 2026

    Bayu Surya Nahkodai JMSI Kaltim, Siap Teruskan Jejak Mohammad Sukri

    Juni 8, 2026

    IKAMBA Kaltim Perkuat Solidaritas Lewat Pesta Sekolah, Dana Capai Puluhan Juta

    Mei 15, 2026

    JMSI Kaltim Imbau Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Dinilai Masih Aman

    Maret 7, 2026

    JMSI Kaltim Dukung Rencana Pemblokiran Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

    Maret 7, 2026

    Ramadan Dimaknai sebagai Penguatan Kebersamaan dan SDM, MSI Group Siapkan Program Pengembangan Wartawan

    Maret 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    SittiJuni 13, 2026

    Insitkaltim, Samarinda – Setelah hampir sembilan tahun tidak tampil dalam agenda publik terbuka, mantan Bupati Kutai…

    Open Turnamen Karate Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Masa Depan

    Juni 13, 2026

    Tak Lagi Soal Kesepian, Anak Muda Justru Nyaman Habiskan Waktu Sendiri

    Juni 13, 2026

    80 Persen Warga Kaltim Terhubung Internet, Penyebaran Hoaks Kian Masif

    Juni 13, 2026

    Ririn Optimistis Maratua Jazz 2026 Dongkrak Kunjungan Wisata dan PAD Berau

    Juni 13, 2026
    1 2 3 … 3,143 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.