Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Cegah Stunting Sejak Dini, Nutrisi dan Lingkungan Sehat Jadi Kunci
    DPRD Kaltim

    Cegah Stunting Sejak Dini, Nutrisi dan Lingkungan Sehat Jadi Kunci

    Adit MustafaBy Adit MustafaNovember 14, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

     

    Insitekaltim, Samarinda – Stunting bukan hanya sekadar angka atau masalah kesehatan-ini adalah ancaman nyata yang membayangi masa depan anak-anak Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur.

    Dampaknya bukan hanya terlihat dalam kekurangan tinggi badan, tetapi juga dalam perkembangan fisik dan kognitif yang bisa memengaruhi kualitas hidup mereka sepanjang hayat. Untuk itu, Andi Satya Adi Saputra, Anggota DPRD Kaltim menyerukan pentingnya pencegahan stunting yang dimulai sejak masa kehamilan, jauh sebelum bayi lahir ke dunia.

    Pencegahan stunting harus dimulai dari titik yang paling awal, yaitu sejak ibu hamil. Andi Satya menjelaskan bahwa dalam setiap langkah, sejak ibu hamil mengandung hingga bayi lahir, peran gizi sangat vital. Mengingat dampak jangka panjang dari stunting yang mengganggu tumbuh kembang fisik dan mental anak, pencegahan harus dilakukan sejak dalam kandungan, bukan menunggu anak lahir.

    “Stunting bukan sekadar masalah kekurangan nutrisi, tapi dapat menghambat potensi anak di masa depan. Maka dari itu, pencegahan harus dimulai dengan memastikan ibu hamil hidup di lingkungan yang bersih dan sehat serta mengonsumsi gizi yang cukup,” tegas Andi Satya.

    Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa salah satu penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan gizi yang memadai pada ibu hamil dan bayi baru lahir. Untuk itu, kata Andi, ibu hamil harus memperoleh makronutrie, seperti karbohidrat, protein dan lemak, serta mikronutrien penting, seperti zat besi, asam folat dan kalsium.

    Nutrisi ini tak hanya membantu ibu menjaga kesehatannya, tetapi juga mendukung perkembangan janin dengan optimal.

    “Bukan hanya sekadar makan, tapi makan yang bergizi adalah fondasi agar bayi bisa tumbuh dengan baik. Ibu hamil harus mendapatkan makanan tambahan yang mengandung gizi seimbang, terutama yang berada dalam kelompok rentan,” tambah Andi Satya.

    Tak hanya dari dalam tubuh, ancaman bagi ibu hamil dan bayi juga datang dari lingkungan sekitar. Andi Satya mengingatkan bahwa polusi udara dan paparan asap rokok dapat memperburuk risiko stunting. Menciptakan lingkungan yang bebas polusi dan asap rokok adalah langkah yang tampaknya sederhana, namun dampaknya luar biasa besar bagi kesehatan janin dan ibu hamil.

    “Lingkungan yang bersih dari polusi dan asap rokok adalah hak setiap ibu hamil dan bayi. Ini bukan hanya masalah kenyamanan, tetapi soal kesehatan yang berdampak langsung pada tumbuh kembang anak,” tegasnya.

    Untuk mengatasi stunting, Andi Satya mengajak semua pihak, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah untuk bekerja bersama. Program Posyandu yang aktif memeriksa kesehatan ibu hamil dan bayi serta penyuluhan gizi harus diperkuat agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar. Dengan meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di daerah, diharapkan angka stunting bisa berkurang secara signifikan.

    “Pencegahan stunting bukan hanya tugas satu pihak, tapi kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Program Posyandu, yang sudah ada, harus semakin dikuatkan, sehingga semua ibu hamil bisa mendapatkan perhatian dan edukasi yang tepat,” tambah Andi Satya.

    Andi Satya menekankan bahwa Indonesia Emas 2045, sebuah impian untuk memajukan bangsa melalui generasi muda yang sehat dan produktif, hanya bisa tercapai jika kita berhasil memerangi stunting sejak dini. Dengan sinergi antara edukasi gizi, lingkungan sehat dan perhatian ekstra bagi ibu hamil, Kalimantan Timur dapat menjadi bagian dari gerakan besar ini.

    “Pencegahan stunting adalah investasi besar untuk masa depan. Hanya dengan lingkungan yang mendukung, kita bisa mewujudkan Indonesia yang sehat, cerdas dan siap bersaing di dunia,” tutup Andi Satya.

    Andi Satya Adi Saputra DPRD Kaltim Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Jembatan Lembak Cermin Ketimpangan Anggaran, Legislator Kaltim Sebut Kebijakan Pusat Zalim

    September 19, 2026

    DPRD Kaltim Minta Penjelasan PLN soal Pemadaman dan Gangguan Empat Pembangkit

    September 18, 2026

    Hampir 20 Tahun STS Berjalan, DPRD Kaltim Ancam Ubah Kawasan Jadi Zona Nelayan

    September 17, 2026

    Dana Global Fund Terancam Berubah, Penanganan HIV Kaltim Dibayangi Masalah Anggaran

    September 16, 2026

    Di Tengah Upaya Perluas Deteksi HIV, Fasilitas Lab Kaltim Belum Terpakai

    September 16, 2026

    Fender Jembatan Mahakam Habis Ditabrak Dua Kali, DPRD Kaltim Targetkan Perbaikan Rampung November

    September 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    IraSeptember 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda menyoroti potensi defisit sekitar Rp600 miliar dalam…

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026

    Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Terjadi pada Tubuh

    September 20, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026
    1 2 3 … 3,353 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.