Insitekaltim, Samarinda – Mencari pekerjaan bukan sekadar menemukan lowongan yang sesuai, tetapi juga memastikan posisi yang ditawarkan sejalan dengan kompetensi, upah, dan hak yang akan diterima.
Untuk memudahkan proses tersebut, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda menghadirkan inovasi digital Si Jempol Naker (Sistem Jemput Bola Pelayanan Ketenagakerjaan) dengan fitur auto-matching yang mempertemukan pencari kerja dan perusahaan berdasarkan kesesuaian kompetensi.
Kepala Disnaker Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang agar pencari kerja dapat memperoleh informasi lowongan yang relevan tanpa harus sepenuhnya mengandalkan pencarian secara manual.
Setelah mendaftar secara daring untuk mendapatkan kartu pencari kerja atau AK-1 dan melalui proses verifikasi Disnaker, pengguna dapat menerima notifikasi mengenai lowongan yang dinilai sesuai dengan profil dan kemampuannya.
“Melalui sistem ini, pencari kerja bisa mengetahui lowongan yang sesuai dengan kompetensinya, sehingga proses mencari pekerjaan diharapkan menjadi lebih terarah,” Ungkap Yuyum melalui sambungan seluler. Sabtu, 17 Oktober 2026.
Tak hanya menampilkan informasi posisi yang tersedia, Si Jempol Naker juga memberikan gambaran mengenai kecocokan kandidat dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan, termasuk informasi benefit dan kisaran gaji yang ditawarkan.
Menurut Yuyum, keterbukaan informasi tersebut dapat membantu pencari kerja mempertimbangkan peluang sebelum melanjutkan proses lamaran.
“Setelah cocok dengan kompetensi kita, bisa dilihat perusahaan itu menawarkan benefit apa dan gajinya berapa. Dari sisi perusahaan juga bisa terlihat tingkat kecocokan kandidat dengan kualifikasi yang dicari,” ungkapnya.
Di sisi lain, Disnaker Samarinda juga mendorong perusahaan untuk mendaftarkan lowongan melalui jalur resmi agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat diperiksa.
Proses tersebut mencakup pemeriksaan administrasi perusahaan, termasuk aspek perizinan dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta informasi upah yang ditawarkan kepada calon pekerja.
“Keuntungan perusahaan mendaftar di kita adalah bisa dicek apakah izinnya benar, BPJS Ketenagakerjaannya ada, dan gajinya berapa. Jadi jangan main diam-diam,” tegas Yuyum.
Untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi lowongan kerja, Disnaker menyediakan portal tepian.samarindakota.go.id sebagai salah satu kanal informasi lowongan dari perusahaan yang terdaftar.
Yuyum berharap pemanfaatan layanan digital tersebut dapat mempermudah masyarakat memperoleh informasi pekerjaan sekaligus mendorong perusahaan menyampaikan kebutuhan tenaga kerja secara lebih transparan.
“Dengan adanya kanal resmi ini, masyarakat memiliki akses untuk mencari informasi lowongan kerja yang dihimpun Disnaker, sementara perusahaan didorong menyampaikan informasi rekrutmen secara terbuka,” Imbuhnya.
Berdasarkan data Disnaker Samarinda, jumlah pencari kerja yang tercatat hingga September 2026 mencapai 924 orang, terdiri atas 698 laki-laki dan 226 perempuan.
Sementara itu, data pemaparan hingga 7 Oktober 2026 mencatat penerbitan kartu AK-1 sebanyak 62. Kedua angka tersebut merujuk pada indikator dan periode pencatatan yang berbeda, sehingga tidak dapat langsung dibandingkan.
Data ini menunjukkan pentingnya layanan ketenagakerjaan yang mudah diakses agar pencari kerja dapat memperoleh informasi secara lebih terarah, sedangkan perusahaan memiliki sarana untuk menemukan kandidat sesuai kebutuhan. (ADV)

