Artikel ini telah dilihat : 231 kali.
oleh

BPJS Kesehatan Hadirkan Brand Ambassador pada Sosialisasi Virtual Program JKN-KIS

Reporter: Syifa – Editor : Redaksi

Insitekaltim, Sangatta – BPJS Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) langsungkan kegiatan Pemberian Informasi Langsung (PIL) Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Hotel Royal Victoria Sangatta, pada Kamis (22/10/2020).

Kegiatan tersebut merupakan sosialisasi dan edukasi terkait program BPJS dalam bentuk Temu Pelanggan tahun 2020 bagi Person In Charge (PIC) Badan Usaha yang terdaftar di Kabupaten Kutim.

Kepala BPJS Kesehatan Kutim Ika Irawati pada kegiatan Temu Pelanggan Peserta JKN-KIS Tahun 2020 di Hotel Royal Victoria Sangatta, Kamis (22/10/2020).

Kepala BPJS Kesehatan Kutim Ika Irawati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diadakan dengan penyampaian tiga narasumber yang salah satunya merupakan Brand Ambassador BPJS Kesehatan Ade Rai.

“Jadi untuk kegiatan hari ini ada tiga materi. Satu narasumber internal dari BPJS Kesehatan, dan dua narasumber lainnya berasal dari eksternal termasuk Brand Ambassador kita. Hanya saja dikarenakan kondisi pandemi seperti ini, kita tidak bisa mendatangkan narasumber kita secara langsung,” ujarnya.

Oleh karenanya kegiatan Temu Pelanggan yang rutin diadakan setiap tahun tersebut harus diselenggarakan secara virtual melalui virtual zoom meeting.

Baca Juga :  Dishut Gelar Sosialisasi Cegah Karhutla di Kutim
Brand Ambassador BPJS Kesehatan Ade Rai menyampaikan materi secara virtual melalui meeting zoom pada kegiatan Temu Pelanggan Peserta JKN-KIS Tahun 2020 di Hotel Royal Victoria Sangatta, Kamis (22/10/2020).

Terkait tujuan, Ika menerangkan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang pemberian informasi langsung untuk menyampaikan informasi dan inovasi terbaru dari BPJS kesehatan

“Ya tujuannya paling tidak memberikan informasi dan inovasi terbaru dari kami. Contohnya kondisi pandemi ini seperti apa,” terangnya.

Ika berharap dengan adanya kegiatan ini selain dapat menjadi jembatan silaturahmi antara BPJS Kesehatan dengan badan usaha, tetapi dapat juga membantu meningkatkan pengetahuan PIC Badan Usaha atau peserta untuk lebih memahami program JKN-KIS. Karena pada kondisi pandemi ini ada beberapa inovasi yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan demi kemudahan dan keamanan akses peserta.

Dia sangat berharap kegiatan ini bisa lebih memahamkan peserta terkait hak dan kewajiban serta alur pelayanan program JKN-KIS. Dengan begitu, keluhan akibat informasi yang belum clear di tingkat peserta bisa dikurangi.

“Semakin banyak pihak yang bisa membantu memberikan informasi terkait Program JKN-KIS, khususnya di lingkungan perusahaan,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed