Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda Kombes Pol Belny Warlansyah menegaskan pihaknya terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja melalui Duta Anti Narkoba Samarinda. Selain melakukan sosialisasi secara langsung, para duta juga diharapkan memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi.
Ia menyebut, pemilihan Duta Anti Narkoba telah beberapa kali diselenggarakan dan akan terus berlanjut sebagai bagian dari strategi BNN membangun agen perubahan di kalangan generasi muda.
“Kami berharap mereka mampu memberikan edukasi maupun sosialisasi kepada remaja di Kota Samarinda secara terus-menerus. Sekarang ada media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan edukasi karena yang paling kami khawatirkan dan harus dijaga adalah remaja,” ujarnya saat menghadiri Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Samarinda 2026, Minggu, 2 Agustus 2026.
Belny menjelaskan, remaja menjadi kelompok yang rentan terpapar narkoba karena memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Oleh sebab itu, Duta Anti Narkoba diharapkan mampu membekali teman sebayanya dengan pengetahuan yang benar sehingga berani menolak setiap tawaran penggunaan narkotika.
“Kita tidak ingin mereka salah mengambil keputusan dan salah bergaul. Dengan adanya Duta Anti Narkoba ini, mereka memiliki pengetahuan sehingga yakin dan berani menolak jika ada tawaran narkoba,” tuturnya.
Ia mengungkapkan BNN Kota Samarinda menjalankan strategi penanganan narkoba secara menyeluruh melalui program pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, pemberantasan, serta rehabilitasi.
Menurut Belny masyarakat yang belum pernah menggunakan narkotika harus terus diberikan edukasi agar tidak tergoda untuk mencoba sebab penggunaan narkoba berpotensi menimbulkan ketergantungan meski diawali hanya sekali.
“Kalau masyarakat yang sudah kecanduan tentu harus direhabilitasi supaya bisa pulih dan tidak lagi membeli maupun menggunakan narkotika. Sedangkan yang belum pernah memakai harus terus diberikan pemahaman agar jangan sampai mencoba walaupun hanya sekali, karena dikhawatirkan akan berlanjut dan bersifat adiktif,” jelasnya.
Belny juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba sulit dikenali karena dilakukan secara tertutup.
“Narkoba ini sifatnya sangat tersembunyi. Kita tidak tahu siapa di sekitar kita yang menggunakan narkoba. Untuk mengetahuinya harus dilakukan pemeriksaan seperti tes urine,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dengan adanya Duta Anti Narkoba Samarinda 2026, BNN berharap edukasi mengenai bahaya narkotika dapat terus dilakukan secara berulang, baik melalui kegiatan langsung maupun media sosial, sehingga mampu menjadi kekuatan bersama dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kota Samarinda.

