Insitekaltim, Samarinda – Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tercatat mengalami hari tanpa hujan selama 45 hari berturut-turut. Kondisi tersebut menjadi periode tanpa hujan terpanjang yang terpantau di Kalimantan Timur (Kaltim), di tengah prakiraan curah hujan awal November 2026 yang didominasi kategori menengah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda mencatat, sejumlah wilayah Kaltim masih mengalami hari tanpa hujan dengan durasi sangat panjang. Selain Kukar, kondisi tersebut juga ditemukan di Kabupaten Paser.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor menjelaskan, secara umum sebagian besar wilayah Kaltim diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah, yakni berkisar 50–150 milimeter, pada periode 1–10 November 2026.
Peluang terjadinya hujan dengan kategori tersebut diprakirakan lebih dari 70 persen. Meski demikian, beberapa wilayah memiliki kemungkinan mengalami curah hujan kategori rendah.
Wilayah yang berpeluang mengalami curah hujan rendah meliputi bagian selatan Kabupaten Paser, bagian timur Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagian Kabupaten Kutai Timur, serta bagian barat Kabupaten Berau.
Berdasarkan prediksi probabilistik BMKG, peluang terjadinya curah hujan kategori rendah sebesar 0–50 milimeter di wilayah-wilayah tersebut berkisar 50–60 persen.
Sementara itu, berdasarkan prediksi deterministik, curah hujan kategori rendah yang berpeluang terjadi berada pada kisaran 20–50 milimeter.
“Namun, intensitas curah hujan kategori rendah (20–50 mm) masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah, meliputi Kab. Paser bagian selatan, Kab. Kutai Kartanegara bagian timur, sebagian Kab. Kutai Timur, dan Kab. Berau bagian barat,” terang Riza dalam keterangan resminya, Senin, 2 Oktober 2026.
Dari sisi sifat hujan, kondisi di Kaltim diprakirakan didominasi kategori bawah normal dan normal. Sifat hujan bawah normal berada pada kisaran 50–84 persen, sedangkan normal berkisar 84–115 persen.
Kategori normal diprakirakan meliputi sebagian besar wilayah bagian barat hingga tengah Kaltim. Adapun kategori bawah normal mendominasi wilayah timur dan selatan.
Di sisi lain, sebagian kecil wilayah Kabupaten Berau dan Kutai Timur diprakirakan mengalami sifat hujan atas normal, dengan kisaran 115–150 persen.
BMKG juga mencatat sejumlah wilayah Kaltim mengalami hari tanpa hujan kategori sangat pendek, yakni selama 1–5 hari. Namun, kondisi berbeda terjadi di beberapa wilayah Paser dan Kukar yang mengalami periode tanpa hujan sangat panjang, dengan durasi terlama mencapai 45 hari di Kecamatan Kenohan, Kukar.
Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan bahwa prakiraan hujan awal November tidak seragam di seluruh Kaltim. Sejumlah wilayah diprakirakan memperoleh curah hujan menengah, sementara wilayah lainnya masih berpeluang mengalami curah hujan rendah.

