Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat pelayanan air bersih bagi masyarakat melalui pembenahan menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas air hingga perbaikan jaringan perpipaan yang telah berusia puluhan tahun.
Hal ini disampaikan Asisten II Pemkot Samarinda Marnabas Patiroy. Ia mengatakan penyediaan air bersih menjadi prioritas utama pemerintah daerah, dan hal itu harus segera ditangani dengan langkah konkret, bukan sekadar wacana saja.
“Intinya kita tidak hanya bicara soal pipa yang sudah tua, tetapi bagaimana ada tindakan nyata di lapangan. Pembersihan harus dilakukan menyeluruh, air kotor dibuang sampai benar-benar bersih, dan pelayanan ke masyarakat harus maksimal,” katanya usai rapat hearing di DPRD Samarinda Rabu, 4 Februari 2026.
Sejumlah keluhan masyarakat terkait air berbau dan keruh khususnya di beberapa wilayah layanan, dinilai bukan semata-mata disebabkan oleh proses pengolahan air, melainkan juga akibat kondisi jaringan pipa distribusi yang telah lama digunakan.
Menurutnya, perbedaan kualitas air baku serta usia pipa yang telah mencapai puluhan tahun ini menyebabkan terjadinya endapan di dalam jaringan distribusi. Endapan tersebut mengakibatkan penyempitan pipa dan berdampak pada menurunnya kualitas air yang diterima pelanggan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, PDAM bersama pemerintah menerapkan sejumlah langkah teknis, yaitu pembersihan pipa secara berkala dengan melibatkan pihak ketiga, penerapan metode washout dengan membuka ujung pipa agar air kotor terbuang secara maksimal, serta membuka meteran pelanggan saat proses pembersihan.
“Saat pembersihan, meteran warga dibuka agar air kotor langsung terbuang dan tidak masuk ke bak penampungan. Ini penting supaya warga tidak lagi menerima air yang masih tercemar endapan,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui ketua RT. Warga diimbau untuk tidak langsung menampung atau menggunakan air pada aliran awal setelah pembersihan pipa dilakukan.
Dalam jangka pendek, PDAM diminta lebih proaktif dengan mendatangi langsung wilayah terdampak, melakukan pembersihan terjadwal per blok, serta memastikan kualitas air kembali normal sebelum digunakan masyarakat.
Untuk jangka menengah, Pemkot Samarinda merencanakan penggantian jaringan pipa sepanjang sekitar 30 kilometer yang rata-rata telah berusia 30 tahun. Penggantian akan dilakukan secara bertahap, sekitar lima kilometer per tahun.
Sementara itu, dalam jangka panjang, pemerintah juga menyiapkan pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) baru di wilayah Loa Kulu. Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas air baku sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau panjang dan potensi intrusi air laut.
“Target kita jelas. Seluruh masyarakat harus terlayani air bersih dengan kualitas yang baik dan tersedia selama 24 jam. Ini komitmen pemerintah kota,” pungkasnya

