Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tiga Rekrutan Baru Borneo FC dan Ambisi Menembus Empat Kompetisi Musim 2026/2027

    September 1, 2026

    Atasi Antrean Panjang, Dishub Samarinda Berlakukan Nomor Antre Solar Subsidi

    September 1, 2026

    Tetapkan Darurat Kekeringan di Samarinda, BPBD Waspadai Karhutla dan Ancaman ISPA

    September 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Bea Nehas, Desa Di Atas Batu Karang, yang Tetap Lestarikan Kebudayaan
    Daerah

    Bea Nehas, Desa Di Atas Batu Karang, yang Tetap Lestarikan Kebudayaan

    AdminBy AdminDesember 18, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Nada – Editor: Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Kunjungan Jurnalistik ke V dalam rangka program Forest Carbon Partnership Fasility – Carbon Fund (FCPF – CF) 2020 – 2024 dilakukan di salah satu desa yakni Bea Nehas, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (14/12/2019).

    Diketahui bahwa nama desa ini berasal dari kata Bea yang berarti ‘di atas’ dan Nehas yakni ‘Batu Karang’.
    “Jadi disini termasuk desa yang berada di atas gunung. Air sungai tidak pernah sampai disini, dan kalau disini banjir, di tempat lain bisa tenggelam,” ungkap Ledjie Be Leang Song, Ketua Lembaga Adat Desa Bea Nehas.
    Ledjie Be, nama panggilannya, mengatakan masih banyak warisan budaya yang tetap mereka pertahankan.
    “Kebudayaan masih kita lestarikan. Seperti seni lukis, itu masih kami terapkan. Setiap tahun rutin kita selenggarakan, begitu juga ritual,” terangnya.
    Ia menambahkan, dari awal, desa Bea Nehas berbentuk kerajaan.
    “Sejak ribuan tahun, namun ada beberapa raja yang belum memiliki gelar. Untuk gelar-gelar biasanya diberikan oleh Raja Kutai, yang diatasnya cuma raja-raja saja. 78 generasi itu cuma raja saja,” lanjutnya.
    Lebih lanjut, Ledjie Be menyatakan untuk budaya lain yang bisa diangkat ialah budaya He Doq.
    “Disini sebutnya begitu, kalau Hu Doq malah tidak paham orang sini. Nah itu salah satu budaya yang bisa diangkat, sebenarnya masih ada 13 lagi ragam seni budaya di desa ini,” jelasnya.
    Ia mengaku, tiap perayaan adat, masyarakat selalu dikabari melalui chat WhatsApp.
    “Kalau pakai surat, nanti suratnya nyangkut. Dan kami juga melaksanakan acara adat dengan atau tidak adanya penonton, kami tetap melakukan karena itu harus,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    FKUB Kaltim Dorong Pengurus Baru Samarinda Jadi Percontohan Kerukunan

    Agustus 11, 2026

    Jejak Laut Purba di Tangga Bidadari Jadi Modal Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

    Juli 7, 2026

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    Juni 13, 2026

    Bayu Surya Nahkodai JMSI Kaltim, Siap Teruskan Jejak Mohammad Sukri

    Juni 8, 2026

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tiga Rekrutan Baru Borneo FC dan Ambisi Menembus Empat Kompetisi Musim 2026/2027

    Ratu ArifanzaSeptember 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Borneo FC Samarinda terus mematangkan skuad untuk menghadapi musim kompetisi 2026/2027 yang…

    Atasi Antrean Panjang, Dishub Samarinda Berlakukan Nomor Antre Solar Subsidi

    September 1, 2026

    Tetapkan Darurat Kekeringan di Samarinda, BPBD Waspadai Karhutla dan Ancaman ISPA

    September 1, 2026

    Karhutla Samarinda Capai 127 Kejadian, Luas Lahan Terbakar Tembus 211 Hektare

    September 1, 2026

    Jukir Liar Menjamur di Sekitar Masjid Raya, Dishub Soroti Kebiasaan Parkir

    September 1, 2026
    1 2 3 … 3,313 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.