Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sambut Demam Piala Dunia, Pemprov Kaltim Siapkan Nobar Raksasa hingga Mobil Videotron Keliling

    Juni 22, 2026

    Situs SPMB Tumbang di Hari Pertama, Disdikbud Kaltim Siapkan Layanan Darurat Cegah Lonjakan Komplain

    Juni 22, 2026

    Tak Satu Pun Pejabat Hadir, DPRD Kaltim Tunda Paripurna Jawaban APBD 2025

    Juni 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Bantu Pertahanan, Pabrik Amonium Nitrat di Bontang Diresmikan Presiden
    Diskominfo Kaltim

    Bantu Pertahanan, Pabrik Amonium Nitrat di Bontang Diresmikan Presiden

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaMaret 1, 2024Updated:Maret 1, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik amonium nitrat yang dibangun oleh PT Dahana dan PT Pupuk Kaltim, Kamis (29/2/2024).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Bontang – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik amonium nitrat yang dibangun oleh PT Dahana dan PT Pupuk Kaltim, Kamis (29/2/2024).

    Pabrik dibangun oleh konsorsium PT Wijaya Karya (Persero) di atas lahan kurang lebih enam hektare. Total investasi kurang lebih Rp1,2 triliun.

    Produksi amonium nitrat PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) ini diperkirakan mampu memenuhi 12 persen kapasitas amonium nitrat lokal atau 221 ribu ton. Termasuk, pabrik ini dapat memproduksi 75 ribu ton bahan peledak per tahun.

    Presiden Joko Widodo menjelaskan dunia sekarang ini sedang mengalami krisis pangan. Semua negara sangat berhati-hati terhadap pangan mereka.

    Menurut Jokowi, dulu impor beras dan gandum cukup mudah. Tapi, sekarang 22 negara yang biasanya gampang dibeli berasnya, bahkan ada yang menghentikan ekspor.

    Ke depan, pangan akan menjadi sangat penting bagi semua negara. Termasuk produktivitas pangan memerlukan yang namanya pupuk.

    Beberapa komponen pupuk, bahan baku pupuk  masih impor, sehingga kemandirian itu tidak dimiliki negara ini. Sebab itu, Jokowi sangat mengapresiasi upaya keras pembangunan industri amonium ini.

    “Amonium nitrat ini penting karena 21% amonium nitrat masih impor. Dengan dibangunnya pabrik Kaltim Amonium Nitrat dapat mengurangi impor bahan baku pupuk,” ucap Jokowi.

    “Saya senang pabrik ini selesai. Bisa menambah bahan baku pupuk di tanah air. Dengan peresmian pabrik ini, kemandirian kita, produktivitas pangan kita semakin mandiri,” pungkasnya.

    Menteri BUMN RI Erick Thohir mengatakan, di Indonesia hilirisasi sudah ada. Terbukti, Indonesia salah satu perusahaan pupuk terbesar di dunia yang kemarin diawali ranking 9 terbesar di dunia, sekarang naik peringkat menjadi 6 terbesar di dunia.

    “Ini membuktikan kerja keras dari kami semua. Ke depan perusahaan pupuk ini harus menjadi sebuah perusahaan yang terintegrasi dengan petrochemical,” jelasnya.

    “Bahkan, bukan hanya untuk pupuk tapi keberadaan pabrik ini mendukung kebutuhan industri pertahanan negara,” jelasnya.

    Sementara Pj Gubernur Akmal Malik mengatakan, pemerintah daerah bersyukur dengan keberadaan pabrik yang diresmikan Presiden Joko Widodo ini.

    “Ini merupakan hal yang luar biasa bagi masyarakat Kaltim khususnya Bontang. Telah berkontribusi untuk ketahanan pangan nasional,” kata Akmal.

    Hadir Ketua Wantimpres Wiranto, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Budi Wahjoe dan Direktur Utama PT Dahana Wildan Widarman.

    Akmal Malik Joko Widodo pabrik amonium nitrat
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sambut Demam Piala Dunia, Pemprov Kaltim Siapkan Nobar Raksasa hingga Mobil Videotron Keliling

    SittiJuni 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bakal memfasilitasi antusiasme masyarakat pecinta sepak…

    Situs SPMB Tumbang di Hari Pertama, Disdikbud Kaltim Siapkan Layanan Darurat Cegah Lonjakan Komplain

    Juni 22, 2026

    Tak Satu Pun Pejabat Hadir, DPRD Kaltim Tunda Paripurna Jawaban APBD 2025

    Juni 22, 2026

    Tiga Tahun Terakhir, Qari dan Qariah Kaltim Ukir 90 Prestasi di Kancah Nasional hingga Internasional

    Juni 22, 2026

    Renovasi SMPN 24 Samarinda Terkendala Anggaran dan Masalah Lahan

    Juni 22, 2026
    1 2 3 … 3,161 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.