Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Juni 15, 2026

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Bontang»Bangunan RS Tipe D Diwacanakan Beralih Fungsi Jadi RS Sayang Ibu dan Bayi
    Diskominfo Bontang

    Bangunan RS Tipe D Diwacanakan Beralih Fungsi Jadi RS Sayang Ibu dan Bayi

    SeliBy SeliMaret 28, 202202 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    (foto_Ist).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Iren – Editor: Redaksi

    Insitekaltim, Bontang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang rencananya akan mengalihfungsikan bangunan Rumah Sakit (RS) tipe D atau Taman Sehat jadi RS Sayang Ibu dan Bayi.

    Pengalihan fungsi gedung yang dibangun sejak 2019 itu direkomendasikan BPKD Bontang, mengingat bangunan tersebut harus segera digunakan di tahun 2023 mendatang.

    Kepala Dinkes Kota Bontang, dr Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, saat ini masih dilakukan pengkajian akademis oleh UNER serta legal opinion oleh Kejaksaan.

    “Sekarang sudah berada ditahap legal opinion oleh kejaksaan, selanjutnya akan diteruskan ke tahap konsultasi dengan BPKD terkait pengalihan fungsi yang seperti apa dari bangunan rumah sakit itu,” katanya, Senin (28/3/2022).

    Dirinya juga menerangkan, pengalihan fungsi bangunan rumah sakit seharusnya tidak dapat dilakukan, lantaran kelayakan RS tipe D belum memadai. Persoalan perizinan pengoperasian Kemenkes yang belum dikeluarkan dan desakan bakal ada penemuan BPKD tahun 2023 turut menjadi hambatan, sehingga pihaknya mewacanakan pengalihan rumah sakit tersebut jadi RS Sayang Ibu dan Bayi.

    Pemilihan pengalihan menjadi RS Sayang Ibu dan Bayi disebabkan adanya urgensi bahwa pencapaian nasional untuk angka kematian ibu dan anak program MDGS belum tercapai. Ditambah lagi angka stunting yang masih tinggi di Bontang, begitu halnya dengan kasus autis, serta masalah tumbuh kembang pada anak.

    “Kita masih melakukan konsultasi dengan BPKD, apa bisa pengalihan menjadi RS Sayang Ibu dan Bayi atau diperuntukkan untuk gedung lain,” tuturnya.

    Kendati tidak dapat difungsikan untuk gedung RS Sayang Ibu dan Bayi, pihaknya akan berupaya agar gedung kosong di Jalan A Yani, Kelurahan Api-Api itu dapat dipergunakan untuk fungsi lain.

    “Secepatnya kita usahakan, karena 2023 bisa berpeluang pada penemuan. Apalagi ini pembangunan menggunakan uang negara yang seharusnya diperuntukkan untuk rakyat,” tutupnya.

    BPKD Dinkes Kota Bontang Pengalihan Fungsi Rumah Sakit
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Seli

    Related Posts

    DPRD Bontang Usul Pengelolaan Anggaran Stunting Cukup di Dua OPD

    November 7, 2024

    Perluas Akses Internet, Diskominfo Bontang Tambah 50 Titik Wi-Fi Gratis

    Oktober 31, 2024

    Anggota DPRD Bontang Kritik Alokasi Stunting yang Hanya Rp90 Ribu Per Tahun

    Oktober 16, 2024

    Daripada ke Media Sosial, Warga Bontang Kini Bisa Lapor ke SP4N-LAPOR!

    September 11, 2024

    Reses Berbuah Hasil, Pemprov Kaltim Buka Akses Jalan Penghubung di Eks Bandara Temindung Samarinda

    Januari 14, 2024

    Optimalkan Bantuan Pendidikan Kaltim, Pemprov Bentuk Satgas Resolusi Sertifikat Lahan Sekolah

    November 26, 2023
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Nur AjijahJuni 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili merupakan proyek infrastruktur strategis sepanjang 690 meter yang…

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026

    Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua

    Juni 15, 2026

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026
    1 2 3 … 3,147 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.