Artikel ini telah dilihat : 239 kali.
oleh

Bagaimana Cara Membuat Video KOSN-XIII? Simak, Berikut Penjelasannya

Reporter: Mohammad-Editor: Redaksi

Insitekaltim, Bontang – Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Rini Fitriani menjelaskan cara membuat rekaman video pada Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN)-XIII. Rini mencontohkan pada pertandingan pencak silat kategori tunggal SD tahun 2020.

“Gerakan jurus tunggal dapat berupa video yang direkam di luar atau di dalam ruangan (pencahayaan yang baik dan tidak bias, bila di dalam ruangan, gunakan penerangan yang cukup di dekat arena penampilan dan tidak diwajibkan memakai matras,” kata Rini saat memberikan keterangan pers di Aula Autis Center Bontang, Jumat (23/10/2020).

Pesilat wajib dalam kondisi 100% posisi tubuh di dalam layar dan posisi kamera berada dalam posisi tengah (center), sesuaikan jarak kamera dengan pesilat. Sehingga seluruh rangkaian gerak masuk dalam tampilan video (in frame) dan statis (tidak ada zoom in/zoom out dan kamera tidak mengikuti pergerakan pesilat) dengan menggunakan penyangga kamera.

Rekaman video harus dilakukan ketika pesilat sudah dalam posisi menghadap ke kamera sejak posisi awal.

Baca Juga :  Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Sudah Dinikmati Peserta Didik

“Video dikirim dengan minimal resolusi 720 pixel dan dikirimkan tanpa ada edit video (misalnya tulisan, cahaya atau gerakan),” ungkap Rini.

Selanjutnya, tata cara pengiriman video peserta (upload video). Peserta melaksanakan pendaftaran secara daring pada laman: https://sd.pusatprestasisinasional.kemdikbud.go.id/pertandingan.

“Pesilat mengirimkan satu video, unggahan rekaman video setiap kabupaten/kota diwajibkan mencantumkan keterangan/lebel nama pesilat dan nama kabupaten/kota. Contoh, nama pesilat#putra#kab/kota. Demikian juga dengan putri,” ujar Rini.

Peserta menampilkan jurus tunggal baku selama tiga menit terdiri atas tangan kosong dan selanjutnya menggunakan senjata golok/parang dan tongkat. Toleransi kelebihan atau kekurangan waktu adalah 10 detik.

“Bila penampilan lebih dari batas waktu toleransi waktu yang diberikan akan dikenakan hukuman, berupa pengurangan nilai,” kata Rini.

Jurus tunggal baku diperagakan menurut urutan gerak, kebenaran rincian teknis jurus tangan kosong dan bersenjata, irama gerak, kemantapan, dan penjiwaan yang di tetapkan untuk jurus ini.

” Bila pesilat tidak dapat melanjutkan penampilannya karena kesalahanya, peragaan pesilat yang bersangkutan dinyatakan diskualifikasi,” papar Rini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed