Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terima Audiensi IWAPI, Saefuddin Zuhri Ajak Perempuan Pengusaha Perluas Pasar Digital

    Oktober 22, 2026

    Jadi Pilot Project, Terpidana Bisa Bersihkan Drainase dan Jalan Samarinda

    Oktober 22, 2026

    Gerakan Pangan Murah di Sambutan Diserbu Warga

    Oktober 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Auto Draft
    Daerah

    Auto Draft

    AdminBy AdminMaret 14, 201903 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penyelesaian  penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Revisi  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) terancam molor.
    Pasalnya hanya tingal beberapa hari menuju tenggat waktu yang telah ditetapkan yakni 1 April 2019 mendatang, tapi hingga saat ini draft tersebut belum rampung dikerjakan oleh anggota legialator Karangpaci, Kalimantan Timur.
    Sekadar diketahui, draft RPJMD Kaltim 2018-2023 baru diterima Anggota DPRD Kaltim pada Jumat pekan lalu dari Pemprov Kaltim. Sedangkan Raperda RPJMD ditargetkan rampung pada 1 April 2019.
    Dari hasil rapat Paripurna ke-8 DPRD Provinsi Kalimantan Timur, di Gedung Utama, Kantor DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar pada hari Rabu (13/3/2019) lalu. Saat ini Anggota DPRD Kaltim hanya memiliki waktu kurang dari 9 hari untuk menuntaskan RPJMD ini sebelum penyampaian tanggapan fraksi Senin (18/3/2019) dan tanggapan Pemprov Kaltim (20/3/2019).
    Menanggapi hal ini, Anggota Fraksi Golkar DPRD Kaltim Sapto Setyo Pramono memprediksi RPJMD 2018-2023 sulit diselesaikan tepat pada waktunya. Tidak hanya karena batas waktu kerja seluruh tim Pansus dan tiap-tiap komisi yang terkesan singkat. Namun hingga saat ini, ada dugaan bahwa draft revisi RPJMD Kaltim masih carut marut dan belum sinkron dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
    “Banyak hal yang belum sinkron antara RPJMD Kaltim, RPJMN, dan tujuan Kaltim Berdaulat. Kami berharap Pemprov untuk mensinkronkan semua ini tidak boleh terpisahkan RPJMN,” terang Sapto, Kamis (14/3/2019) kepada berita harian insitekaltim
    Anggota Komisi III DPRD Kaltim ini menilai, hingga saat ini draft RPJMD Kaltim belum memunculkan langkah menuju Kaltim Berdaulat seperti kerap disampaikan Gubernur Isran Noor.
    “Karena kita mengacu pada sektor perkayuan, sawit, karet. industri Kaltim sudah direncanakan 8 kawasan. Jadi peningkatan industri hilirisasi juga harus dimantapkan dalam RPJMD. Jadi jangan hanya menjual bahan mentah, jika ingin menjadi Kaltim yang berdaulat. Seharusnya tidak produk seperti itu dapat dikelola sendiri di Kaltim.” ujarnya.
    Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun oleh insitekaltim, Sapto meminta Pemprov Kaltim untuk mengembalikan draft RPJMD ke masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebab menurutnya program yang disampaikan OPD belum sinkron dengan RPJMD Kaltim Berdaulat. Salah satu contohnya terkait pemanfaatan Kawasan Industri Kariangau (KIK) untuk direct Call yang belum optimal.
    “Tolong dikembalikan ke OPD yang bersangkutan, jangan sampai ternyata belum sinkron. Sekarang direct call KIK tidak direalisasikan. Yang berjalan hanyalah punya Pemkot Balikpapan. Mohon dilakukan evaluasi. Kalau tidak dipakai, ya dicabut, berikan ke yang mau berinvestasi. Investor tidak pernah datang ketika perizinan dan lahan masih carut marut,” bebernya lagi.
    Hal senada juga diungkapkan Anggota DPRD Kaltim Fraksi PKB, Syafruddin. Ia menilai sejauh ini tidak ada program yang tertuang di RPJMD 2019-2023 mencerminkan Kaltim Berdaulat. Menurutnya kata berdaulat hanya sebatas kertas formalitas, tidak ada ukuran operasionalnya.
    “Kalau saya baca, belum ada yang signifikan. Semua normatif saja. Cenderung mirip dengan RPJMD zaman Awang Faroek.” tegas Syafruddin.Syafruddin menyayangkan Gubernur Kaltim Isran Noor malah tidak hadir dalam penyampaian Nota penjelasan terhadap Raperda RPJMD 2018-2023 di DPRD Kaltim, Rabu (13/3/2019)
    lalu. Dirinya menilai, pembacaan nota penjelasan Raperda RPJMD Kaltim yang menjadi dasar langkah pembangunan Kaltim lima tahun ke depan seharusnya disampaikan langsung oleh Isran Noor.
    “Kami sedikit kecewa karena Gubernur dan Wagub tidak hadir. Kalau bicara RPJMD ini cukup strategis. Tidak boleh diwakili sebenarnya. Tapi kemarin kenapa yang mewakili Plt Sekda Provinsi, bukan Gubernur.
    Kami sedikit kecewa karena Gubernur dan Wagub tidak hadir. Kalau bicara RPJMD ini cukup strategis. Tidak boleh diwakili sebenarnya. Tapi kemarin kenapa yang mewakili Plt Sekda Provinsi, bukan Gubernur dan Wagub sendiri,” tegas Syafruddin. (tono)
     
     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026

    Kaltim Masih Bergantung Sapi dari Luar Daerah, 58 Ekor Disalurkan ke Peternak Samarinda

    Oktober 14, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Oktober 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Terima Audiensi IWAPI, Saefuddin Zuhri Ajak Perempuan Pengusaha Perluas Pasar Digital

    SintaOktober 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu langkah penting…

    Jadi Pilot Project, Terpidana Bisa Bersihkan Drainase dan Jalan Samarinda

    Oktober 22, 2026

    Gerakan Pangan Murah di Sambutan Diserbu Warga

    Oktober 22, 2026

    Hari Santri, Wawali Samarinda Dorong Santri Kuasai Teknologi

    Oktober 22, 2026

    “Bencana Urusan Bersama”, Srikandi BPBD Samarinda Ambil Peran dalam Penanganan Karhutla

    Oktober 22, 2026
    1 2 3 … 3,401 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.