Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Penulis: Ira
“Kami menekankan perlunya membangun sistem penganggaran yang dapat memadukan perencanaan kinerja anggaran tahunan dan keterkaitan dana dengan hasil yang diharapkan,” ujarnya saat membacakan pandangan umum fraksinya terhadap RAPBD Kabupaten Kutai Timur tahun anggaran 2024.
“Saat ini, kita butuh peran media dan masyarakat untuk mempromosikan perpustakaan. Rencananya, kita akan mengembangkan perpustakaan yang tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga pengunjung yang ingin mendapatkan akses kepada pembelajaran yang lebih luas,” ujarnya saat ditemui langsung, Rabu (8/11/2023).
“Di tengah krisis global, Kutim tetap aman. Kami mengajak manfaatkan lahan dan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya saat ditemui langsung di ruang kerjanya, Rabu (8/11/2023).
“Terkait usulan Perda HIV, itu usulan yang bagus karena kita tahu Kutim sendiri kasusnya sudah banyak dan meningkat terus dan bagaikan gunung es, ini baru pucuknya saja yang kita tahu kita belum tahu ke bawahnya,” ujarnya saat ditemui langsung, Rabu (8/11/2023).
“Itu nanti yang akan kita bahas kembali dengan pihak Dinas untuk mencari solusi secepatnya,” ucapnya saat diwawancarai langsung, Rabu (8/11/2023).
“Walaupun ada beberapa kekurangan yang merupakan bagian karena ini berbasis online. Ada hal-hal yang masih terhambat, terutama daerah-daerah kita yang belum terakomodir internet. Tapi ini harus terus diperbaiki untuk pemerataan pelaksanaan secara operasional,” ucapnya saat diwawancarai usai Rapat Paripurna ke-10 DPRD Kutim, Rabu (8/11/2023).
“Terkait penghapusan honorer atau TK2D, saya berharap semuanya masuk PPPK,” ucapnya.
“PDAM masih banyak yang dibutuhkan untuk dibangun di masyarakat, makanya kita butuh untuk memberikan penyertaan modal kepada mereka karena beberapa desa dan kecamatan masih belum teraliri air dengan baik,” kata Ardiansyah di Kantor Bupati Kutim, Rabu (8/11/2023).
“Yang jelas angka APBD Kutim kita proyeksikan sekitar Rp9,1 triliun. Mudah-mudahan ini mampu menjawab tantangan pembangunan kita yang masih banyak belum kita selesaikan,” ujarnya saat diwawancarai usai menghadiri Rapat Paripurna ke-10 DPRD Kutim, Rabu (8/11/2023).
“Estimasi pendapatan daerah yang awalnya sekitar Rp8,5 triliun mengalami penambahan menjadi Rp9,1 triliun,” kata Ardiansyah saat menyampaikan nota penjelasan rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD Kutim Tahun 2024 kepada DPRD Kutim dalam Rapat Paripurna ke-10, Rabu (8/11/2023).
