Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    RTLH Harus Diintervensi Guna Dukung Percepatan Penurunan Stunting

    Juni 10, 2026

    Piala Dunia 2026 Dongkrak Antusiasme Warga, Warkop Siap Jadi Tempat Nobar

    Juni 10, 2026

    Patuh Pada Partai, PAN Klaim Tak Hadiri Sidang Paripurna Hak Angket

    Juni 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»APS Kaltim Masih 84 Persen, Masalah Geografis dan Sosial Jadi Faktor
    Diskominfo Kaltim

    APS Kaltim Masih 84 Persen, Masalah Geografis dan Sosial Jadi Faktor

    SittiBy SittiJuli 3, 2025Updated:Juli 4, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Surasa
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Angka Partisipasi Sekolah (APS) Kalimantan Timur saat ini baru mencapai sekitar 83–84 persen. Meski sudah menunjukkan peningkatan dibandingkan beberapa tahun lalu, capaian ini masih jauh dari target nasional yang diharapkan mendekati 100 persen.

    Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Surasa, saat membuka seminar pendidikan bertema Transformasi Pendidikan Berkualitas di Kalimantan Timur, Kamis 3 Juli 2025, di Gedung Guru Samarinda.

    “Target APS itu mendekati 100 persen. Tapi hari ini di Kaltim baru sekitar 84 persen. Ini menjadi tantangan besar kita semua,” kata Surasa di hadapan para kepala sekolah, guru bimbingan konseling, dan komite sekolah yang hadir secara luring maupun daring.

    Menurut Surasa, ada banyak faktor yang membuat APS Kaltim belum maksimal. Faktor geografis, ekonomi, hingga budaya masyarakat disebut sebagai penghambat utama.

    “Di Delta Mahakam misalnya, banyak anak lulusan SMP tidak bisa melanjutkan sekolah. Mereka harus membantu orang tua mencari ikan, menjadi tulang punggung keluarga,” ujarnya.

    Ia juga mencontohkan wilayah yang jarak ke sekolahnya sangat jauh, bahkan bisa mencapai 80 kilometer. Membangun sekolah baru pun belum tentu efektif karena jumlah siswa yang sangat sedikit.

    “Orang tua pun banyak yang masih berat melepas anak tinggal di asrama,” tambah Surasa.

    Selain persoalan akses dan ekonomi, budaya masyarakat juga memengaruhi. Di beberapa daerah, anak-anak lebih memilih membantu orang tua saat musim panen atau banjir dibandingkan bersekolah.

    Persoalan lain yang juga disoroti Surasa adalah kualitas dan kompetensi guru, terutama di tingkat SMK. Banyak guru yang tidak linear dengan bidang yang diajarkan.

    “Masih ada guru Teknik Komputer Jaringan berlatar sarjana agama. Meski semangatnya luar biasa, tetap saja dari sisi kompetensi formal menjadi tantangan,” jelasnya.

    Fenomena sosial lain yang turut memengaruhi perilaku anak-anak juga terungkap. Surasa bercerita tentang anak-anak yang terbiasa mencium helm ojek online (ojol) karena menganggap baunya enak.

    “Itu helm jarang dicuci, kotor, tapi mereka suka. Ini gambaran bahwa lingkungan sangat memengaruhi pembentukan karakter anak,” katanya.

    Ia juga menyinggung gaya hidup konsumtif anak-anak di sekitar kawasan tambang. Menurutnya, anak-anak sudah terbiasa melihat perilaku orang dewasa yang menyewa rumah di kampung, hidup mewah, dan konsumsi minuman keras.

    “Semua ini menunjukkan pendidikan bukan hanya soal membangun gedung atau ruang kelas. Ada faktor sosial, budaya, hingga pola asuh yang perlu diperhatikan,” ucap Surasa.

    Surasa menekankan, upaya meningkatkan APS tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan.

    “Kita perlu dukungan semua pihak: Dewan Pendidikan, kepala sekolah, guru BK, komite sekolah, bahkan masyarakat dan orang tua. Tidak bisa hanya satu pihak,” tegasnya.

    Ia berharap forum diskusi dalam seminar ini bisa menghasilkan rekomendasi konkret dan strategi aplikatif.

    “Kita ingin transformasi pendidikan bukan sekadar menaikkan angka, tapi juga memperkuat karakter, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan akses yang adil dan merata,” tutup Surasa.(Adv/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    APS Kaltim Disdikbud kaltim Surasa
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Siswa Samarinda Tunjukkan Kualitas, Capaian TKA Melebihi Rata-Rata Nasional

    Juni 10, 2026

    Bantuan Seragam Gratispol Tuai Banyak Pujian, Siswa Nyaman Orang Tua Bahagia

    Mei 20, 2026

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    RTLH Harus Diintervensi Guna Dukung Percepatan Penurunan Stunting

    R’syaJuni 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur (Kaltim) Sunarto menegaskan perbaikan rumah tidak layak…

    Piala Dunia 2026 Dongkrak Antusiasme Warga, Warkop Siap Jadi Tempat Nobar

    Juni 10, 2026

    Patuh Pada Partai, PAN Klaim Tak Hadiri Sidang Paripurna Hak Angket

    Juni 10, 2026

    Tak Ikut Paripurna Angket, Sarkowi Konsisten Pilih Interpelasi

    Juni 10, 2026

    Peserta Gratispol Boleh Naik Kelas, tapi Perawatan Diusulkan Tak Lagi Ditanggung APBD

    Juni 10, 2026
    1 2 3 … 3,136 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.