Insitekaltim, Samarinda – Borneo FC Samarinda akan menerapkan nomor kursi atau seat number pada seluruh kursi Stadion Segiri pada musim 2026/2027 untuk mengantisipasi penonton menempati tempat yang tidak sesuai dengan tiket sekaligus meningkatkan kenyamanan saat pertandingan.
Direktur Utama Borneo FC Samarinda, Ponaryo Astaman mengatakan, penerapan sistem tersebut menjadi salah satu langkah manajemen menyikapi tingginya antusiasme penonton pada musim sebelumnya.
Menurutnya, kondisi tribun yang kerap penuh membuat sejumlah penonton bahkan harus berdiri dan terdapat pula penonton yang menempati area yang seharusnya diperuntukkan bagi wartawan.
Karena itu, musim ini setiap kursi akan memiliki nomor yang menjadi acuan penonton saat berada di dalam stadion.
“Dengan adanya seat number tadi memudahkan kerja steward di lapangan, di stadion pada saat matchday untuk melakukan validasi,” ujar Ponaryo, Selasa, 1 September 2026.
Ia menjelaskan petugas stadion nantinya dapat mencocokkan nomor kursi dengan tiket yang dimiliki penonton. Sistem tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko penonton duduk tidak sesuai dengan tempat yang telah ditentukan.
“Sekarang dengan adanya seat number, itu merupakan salah satu filter yang saya berharap atau saya yakin cukup efektif,” katanya.
Ponaryo menilai sistem tersebut penting diterapkan seiring meningkatnya antusiasme masyarakat menyaksikan pertandingan Borneo FC secara langsung.
Terlebih Pesut Etam akan menjalani empat kompetisi pada musim 2026/2027, termasuk kompetisi internasional yang akan mempertemukan klub dengan lawan-lawan dari luar Indonesia.
Selain untuk tiket reguler, sistem kursi bernomor juga berkaitan dengan penerapan season ticket atau tiket terusan yang diperkenalkan Borneo FC untuk pertama kalinya musim ini.
Pemegang season ticket akan memiliki kursi yang sama sejak pertandingan awal hingga akhir musim. Bahkan, kursi tersebut dapat dikustomisasi sesuai pilihan pemilik tiket, termasuk dengan foto pribadi maupun pemain idola.
Ponaryo berharap sistem tersebut dapat membuat pengelolaan penonton lebih tertib sekaligus memberikan kepastian bagi suporter mengenai tempat duduk mereka.
“Tanpa itu semua bisa dibuktikan, saya pikir bisa mengurangi risiko-risiko seperti yang tadi, dengan penonton yang membludak dan tidak sesuai dengan seat-nya atau kapasitas di dalam stadion,” pungkasnya.

