Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat

    Juni 24, 2026

    Sekda Sri Wahyuni Akui: Memasuki Smester II-2026, PAD Kaltim Baru Capai 36 Persen

    Juni 24, 2026

    Perebutan Kursi Ketua Dimulai, Golkar Bontang Buka Penjaringan Jelang Musda VIII

    Juni 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Anggaran Kaltim Terbatas, Gratispol Diusulkan Fokus ke SMA-SMK dan Warga Kurang Mampu
    Politik

    Anggaran Kaltim Terbatas, Gratispol Diusulkan Fokus ke SMA-SMK dan Warga Kurang Mampu

    SittiBy SittiMei 18, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud menyoroti pelaksanaan program Gratispol agar lebih fokus pada pendidikan SMA/SMK di tengah keterbatasan anggaran daerah (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Program pendidikan gratis atau Gratispol di Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah agar tetap berkelanjutan.

    Di tengah keterbatasan anggaran, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim sekaligus anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ, Syahariah Mas’ud mengusulkan, program tersebut lebih difokuskan pada sektor pendidikan yang menjadi kewenangan utama pemerintah provinsi, yakni SMA dan SMK, serta masyarakat kurang mampu.

    Ia menilai Program Pendidikan Gratispol merupakan kebijakan progresif yang patut diapresiasi. Namun, pelaksanaannya harus tetap mempertimbangkan kondisi fiskal daerah agar tidak mengganggu prioritas pembangunan lainnya.

    “Kalau untuk SMA, SMK, swasta maupun negeri itu memang kewajiban provinsi. Yang jadi pertanyaan itu kegiatan Gratispol untuk S1, S2, S3 sebenarnya itu gawenya pusat, bukan provinsi,” ujar Syahariah, Senin, 18 Mei 2026.

    Menurutnya, secara kewenangan pemerintah provinsi memang bertanggung jawab terhadap pendidikan menengah, sementara pendidikan tinggi seperti S1, S2, hingga S3 merupakan ranah pemerintah pusat.

    Meski demikian, ia tetap mengapresiasi langkah Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang mendorong program pendidikan gratis hingga perguruan tinggi, sebagai upaya memperluas akses pendidikan dan menekan angka kemiskinan.

    “Saya merasa bangga karena tidak banyak provinsi yang berani menganggarkan S1, S2, S3 gratis,” katanya.

    Namun, Syahariah mengingatkan bahwa kemampuan fiskal daerah saat ini mengalami tekanan cukup besar.

    Dalam perencanaan awal, kapasitas APBD Kaltim diproyeksikan mencapai sekitar Rp24 triliun, namun dalam pelaksanaannya turun menjadi sekitar Rp12 triliun.

    Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai program-program besar, termasuk Gratispol.

    Berdasarkan laporan LKPJ 2025 dan pembaruan Triwulan I 2026, realisasi beasiswa pendidikan telah mencapai Rp288,5 miliar yang disalurkan kepada 63.603 mahasiswa.

    Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim juga menargetkan sebanyak 158.981 mahasiswa menerima manfaat program sepanjang 2026 dengan proyeksi anggaran sekitar Rp813,5 miliar untuk beasiswa pendidikan tinggi.

    Sementara di sektor pendidikan menengah, program Gratispol juga diwujudkan melalui pemberian seragam gratis kepada 65.004 siswa baru SMA/SMK/SLB di 447 sekolah pada tahun ajaran 2025/2026.

    Pemprov juga menjalin kerja sama dengan 53 perguruan tinggi negeri, dan swasta untuk skema pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara langsung ke kampus.

    Meski capaian program dinilai cukup signifikan, ia meminta pelaksanaan Gratispol tetap dilakukan secara selektif dan tepat sasaran agar tidak membebani keuangan daerah dalam jangka panjang.

    “Kalau pun S1, S2, S3 tetap jalan, porsinya harus dikurangi. Masyarakat yang mampu kalau bisa bayar sendiri dulu,” tegas Syahariah.

    Ia menilai prioritas utama seharusnya diberikan kepada pendidikan menengah dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan pendidikan.

    Selain menyoroti anggaran, Syahariah juga menanggapi kritik sebagian mahasiswa terhadap pelaksanaan program Gratispol.

    Ia berharap aspirasi dapat disampaikan melalui dialog yang terbuka dan konstruktif.

    “Kalau ada yang kurang, mari bicara baik-baik. Saya hanya berharap mahasiswa juga menghargai upaya pemerintah,” tandasnya.

     

    DPRD Kaltim Gratispol Syahariah Mas’ud
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Perebutan Kursi Ketua Dimulai, Golkar Bontang Buka Penjaringan Jelang Musda VIII

    Juni 24, 2026

    Citra PSI Melonjak Berkat Jokowi, Elektabilitas Masih Tertahan di Bawah 2 Persen

    Juni 24, 2026

    Ambisi Politik Menguat, Ketua DPC PDIP Samarinda Siap Tarung di Pilwali hingga Pilgub

    Juni 23, 2026

    Paripurna DPRD Kaltim Tertunda, Sekda Bantah Pemprov Sengaja Abaikan Agenda Dewan

    Juni 22, 2026

    Gerindra-PDIP Samarinda Buka Peluang Bangun Komunikasi Politik Menuju Pilwali 2029

    Juni 22, 2026

    Tak Satu Pun Pejabat Hadir, DPRD Kaltim Tunda Paripurna Jawaban APBD 2025

    Juni 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jangan Cekik Rakyat, Sani Bin Husain Minta Pemkot Cari Sumber PAD yang Sehat

    SittiJuni 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan lonjakan…

    Sekda Sri Wahyuni Akui: Memasuki Smester II-2026, PAD Kaltim Baru Capai 36 Persen

    Juni 24, 2026

    Perebutan Kursi Ketua Dimulai, Golkar Bontang Buka Penjaringan Jelang Musda VIII

    Juni 24, 2026

    Citra PSI Melonjak Berkat Jokowi, Elektabilitas Masih Tertahan di Bawah 2 Persen

    Juni 24, 2026

    Tak Hanya Seremonial, Andi Harun Minta Pelantikan Balakarcana Diisi Aksi Sosial dan Edukasi Kebencanaan

    Juni 24, 2026
    1 2 3 … 3,168 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.