Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memutuskan menunda sebagian pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan tahun 2026 akibat ketidakpastian ketersediaan anggaran.
Pelaksana Harian (Plh) Asisten I Sekretaris Kota Samarinda Eko Suprayetno menjelaskan, secara perencanaan dan penganggaran awal pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan tidak mengalami kendala.
Namun, kondisi fiskal daerah pada tahun 2026 mengalami tekanan, terutama akibat kebijakan efisiensi dan ketergantungan pada transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Pada 2026 kondisi fiskal daerah tertekan akibat efisiensi anggaran dan ketergantungan pada TKD dari pusat,” ujarnya, Kamis 2 April 2026.
Ia menyebut meskipun anggaran telah dialokasikan dalam sistem realisasi pencairannya belum dapat dipastikan. Hal itu membuat pemerintah daerah harus memprioritaskan penggunaan anggaran untuk kebutuhan utama seperti belanja pegawai dan kewajiban pembayaran lainnya.
“Anggarannya sudah ada di sistem, tapi realisasi anggarannya yang belum pasti, apakah uangnya ada atau tidak,” tambahnya.
Lanjutnya, setiap kecamatan sebelumnya telah dialokasikan anggaran sekitar, Rp110 juta hingga Rp120 juta untuk pelaksanaan MTQ. Namun, kondisi keuangan yang belum stabil, dana tersebut belum bisa dicairkan.
Dalam kondisi ini hanya dua kecamatan yang dipastikan tetap melaksanakan MTQ, yakni Samarinda Ulu dan Samarinda Kota. Sementara delapan kecamatan lainnya direkomendasikan untuk menunda pelaksanaan.
“Kami sarankan untuk ditunda dulu agar tidak menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar kecamatan tidak memaksakan kegiatan dengan menggunakan dana talangan, karena berpotensi menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.
Sementara itu Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkot Samarinda Syamsu Nur menyampaikan, penundaan ini merupakan hasil kesepakatan bersama dengan pihak kecamatan setelah mempertimbangkan kondisi anggaran.
Menurutnya, beberapa kecamatan sebenarnya telah siap melaksanakan MTQ, bahkan ada yang sudah lebih dulu menggelar kegiatan sebelum Ramadan. Namun, informasi terkait keterlambatan pencairan anggaran menjadi pertimbangan utama untuk menunda pelaksanaan di kecamatan lainnya.
“Teman-teman kecamatan sepakat untuk menunda dulu sambil melihat perkembangan kondisi ke depan,” katanya.
Ia menambahkan rencana awal pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan yang dijadwalkan berlangsung pada April hingga Juni 2026 akan ditinjau kembali.
Keputusan penundaan ini juga mempertimbangkan pelaksanaan MTQ tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Meski demikian pemerintah memastikan kesiapan kafilah Kota Samarinda untuk mengikuti MTQ tingkat provinsi tetap terjaga.
Ke depan pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan direncanakan kembali pada tahun 2027 dengan persiapan yang lebih matang, terutama dari sisi pembiayaan.

