Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan langkah konsolidasi birokrasi dan percepatan pengisian jabatan strategis sebagai fokus utama pemerintah kota usai pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif.
Pelantikan Neneng Chamelia Santi dirangkaikan dengan pengukuhan jabatan fungsional dan kepala sekolah, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur pemerintahan.
Andi Harun menekankan peran Sekda tidak hanya administratif, tetapi juga menjadi kunci dalam menyatukan arah kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan di lingkungan pemerintah kota.
“Sekda harus mampu mengkonsolidasikan seluruh program pembangunan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebutkan, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah kondisi fiskal daerah tahun 2026 yang mengalami penurunan. Karena itu, diperlukan koordinasi yang kuat antar perangkat daerah agar program yang dijalankan tetap efektif.
“Kondisi fiskal kita memang tidak mudah sehingga dibutuhkan konsolidasi yang baik antara kemampuan keuangan dan rencana pembangunan,” jelasnya.
Menurutnya, pengalaman Sekda yang pernah bertugas di Inspektorat menjadi nilai tambah dalam memahami kondisi tersebut, terutama dalam menyelaraskan kebijakan dengan kemampuan anggaran daerah.
Selain itu, pemerintah kota juga memastikan tetap menjalankan prioritas pelayanan publik sesuai arahan pemerintah pusat, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.
“Pelayanan dasar tetap menjadi prioritas dan harus berjalan efektif di tengah keterbatasan yang ada,” tegasnya.
Lebih lanjut Andi Harun mengungkapkan, setelah pelantikan Sekda, pemerintah kota akan segera mengisi sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama (JPT) yang saat ini masih kosong.
Beberapa posisi yang akan diisi antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Inspektorat, Asisten I, serta Sekretaris DPRD.
“Pengisian jabatan ini penting untuk memastikan roda pemerintahan berjalan optimal,” katanya.
Dalam prosesnya pemerintah akan menggunakan dua pendekatan, yakni pergeseran jabatan untuk penyegaran organisasi serta penerapan manajemen talenta bagi posisi yang belum terisi.
“Jika memungkinkan dilakukan pergeseran, akan kita lakukan. Selebihnya menggunakan manajemen talenta,” ungkapnya.
Ia menegaskan seluruh langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat kinerja birokrasi dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan maksimal, meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal.
Dengan konsolidasi yang kuat dan pengisian jabatan strategis, pemerintah kota diharapkan mampu menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus memastikan program pembangunan tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

