Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Disdag Samarinda Tertibkan Pedagang di Pasar Pagi, Larang Jualan di Koridor dan Luar Kios

    Maret 31, 2026

    Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat

    Maret 31, 2026

    Hilirisasi dan Optimalisasi Pajak Jadi Strategi Kaltim di RKPD 2027

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Ananda Moeis: Pancasila Itu Harta Rakyat Indonesia
    DPRD Kaltim

    Ananda Moeis: Pancasila Itu Harta Rakyat Indonesia

    MartinusBy MartinusJuni 4, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda- Di tengah dinamika zaman yang serba cepat dan kompleks, suara reflektif tentang pentingnya menggali kembali nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa kembali menggema dari Gedung DPRD Kalimantan Timur (Kaltim).

    Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyerukan agar Pancasila tidak hanya diperingati sebagai dokumen sejarah, tetapi benar-benar dimaknai sebagai cerminan nilai-nilai asli yang telah hidup dalam masyarakat Indonesia sejak lama.

    Pernyataan itu disampaikan Ananda sesaat setelah mengikuti Rapat Paripurna ke-16 DPRD Kaltim yang digelar pada Senin, 2 Juni 2025, sehari setelah peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni.

    Dalam suasana yang masih sarat nuansa kebangsaan itu, Ananda menekankan bahwa Pancasila sejatinya bukanlah hasil rekaan elite politik atau produk formal semata.

    “Pancasila itu bukan diciptakan, tapi digali oleh Bung Karno dari nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia. Jadi sebenarnya Pancasila itu hartanya rakyat Indonesia sendiri,” ujarnya.

    Menurut Ananda, nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila tidak datang dari ruang hampa. Ia meyakini bahwa gotong royong, keadilan sosial, hingga semangat persatuan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari cara hidup masyarakat, bahkan sebelum bangsa ini merdeka.

    Karenanya, Pancasila tak perlu dikampanyekan secara dogmatis, cukup dengan menyadarkan masyarakat bahwa nilai-nilai tersebut sudah melekat dalam kehidupan mereka.

    “Secara tidak sadar kita menjalankan itu. Teman susah pasti dibantu. Anak muda pun begitu, mau jalan-jalan, temannya nggak punya uang, ya tetap diajak. Itu bentuk nyata nilai Pancasila yang hidup,” tuturnya.

    Ananda melihat fenomena tersebut sebagai bukti bahwa semangat gotong royong tidak pernah benar-benar pudar. Di kalangan anak muda, semangat berbagi dan solidaritas sosial tetap tumbuh, meski tidak selalu dikemas dalam narasi ideologis. Namun menurutnya, tugas generasi kini adalah menjaga agar nilai-nilai tersebut tidak tergerus oleh individualisme dan pragmatisme zaman.

    Lebih lanjut, politikus PDI Perjuangan itu menilai bahwa upaya menanamkan kembali Pancasila ke dalam jiwa masyarakat tidak bisa dilakukan dengan cara-cara menggurui. Pendidikan ideologi, kata dia, akan lebih efektif jika berangkat dari kesadaran bahwa Pancasila bukan milik negara semata, melainkan milik rakyat.

    “Kalau kita menyadari Pancasila itu dari kita sendiri, bukan sesuatu yang dipaksakan, maka kita akan lebih mudah menjaganya. Gotong royong, keadilan sosial, itu semua sudah ada dalam keseharian kita,” tegasnya.

    Dalam konteks pembangunan Kalimantan Timur, yang kini bersiap menjadi jantung pemerintahan baru Indonesia melalui proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), Ananda menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan utama.

    Ia mengajak generasi muda di Kaltim untuk melihat pembangunan bukan sekadar soal infrastruktur dan investasi, tetapi juga tentang membangun karakter dan solidaritas sosial.

    “Kaltim sebagai bagian dari Ibu Kota Nusantara ke depan harus menjadi contoh bagaimana Pancasila bisa menjadi ruh pembangunan, bukan hanya jargon. Apalagi generasi Altino (anak lintas etnis dan nusantara) di sini punya modal sosial yang kuat untuk itu,” kata Ananda.

    Peringatan Hari Lahir Pancasila yang dirayakan setiap 1 Juni, mengacu pada pidato historis Bung Karno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tahun 1945. Dalam pidato itulah, lima dasar negara pertama kali dikenalkan sebagai fondasi dari negara yang hendak dibentuk.

    Momentum tersebut kemudian diresmikan sebagai hari libur nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045.

    Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari upacara, diskusi, hingga program edukatif di berbagai daerah, sebagai bentuk refleksi terhadap peran Pancasila dalam menyatukan keberagaman Indonesia. (Adv)

    Ananda Emira Moeis Hari Lahir Pancasila IKN
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat

    Maret 31, 2026

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Maret 31, 2026

    Implementasi PP Tunas Jadi Sorotan, DPRD Kaltim Tekankan Peran Orang Tua dan Literasi Digital

    Maret 28, 2026

    Kaltim Bidik Kelapa Genjah sebagai Primadona Baru di Era IKN

    Maret 27, 2026

    IKN Dipadati Pengunjung, Warga Kaltim Antusias Saksikan Kemegahan Ibu Kota Negara

    Maret 25, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Disdag Samarinda Tertibkan Pedagang di Pasar Pagi, Larang Jualan di Koridor dan Luar Kios

    Andika SaputraMaret 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda mulai melakukan penertiban terhadap pedagang di kawasan…

    Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat

    Maret 31, 2026

    Hilirisasi dan Optimalisasi Pajak Jadi Strategi Kaltim di RKPD 2027

    Maret 31, 2026

    RKPD 2027 Disusun Lebih Realistis, Pemprov Kaltim Fokus Empat Prioritas Utama

    Maret 31, 2026
    Our Picks

    Disdag Samarinda Tertibkan Pedagang di Pasar Pagi, Larang Jualan di Koridor dan Luar Kios

    Maret 31, 2026

    Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat

    Maret 31, 2026

    Hilirisasi dan Optimalisasi Pajak Jadi Strategi Kaltim di RKPD 2027

    Maret 31, 2026

    RKPD 2027 Disusun Lebih Realistis, Pemprov Kaltim Fokus Empat Prioritas Utama

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.