Insitekaltim, Samarinda – Situasi aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) berubah ricuh pada Senin sore, 20 April 2026, setelah massa aksi terlibat aksi lemparan ke arah aparat keamanan.

Kericuhan mulai terjadi sekitar pukul 18.05 WITA, tidak lama setelah mobil komando meninggalkan lokasi. Sejumlah oknum massa melemparkan gelas air mineral hingga batu ke arah aparat kepolisian serta halaman kantor gubernur, sehingga kondisi di lapangan menjadi tidak kondusif.
Menanggapi situasi tersebut Kapolresta Samarinda, Hendri Umar, langsung memberikan imbauan kepada massa agar segera membubarkan diri.
“Kami menghimbau kepada teman-teman mahasiswa, adik-adik mahasiswa, serta masyarakat yang masih berada di depan kantor gubernur untuk segera meninggalkan lokasi karena waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 WITA,” ujarnya melalui pengeras suara.
Namun hingga pukul 18.55 WITA, situasi belum sepenuhnya terkendali. Aparat kepolisian mulai memperkuat pengamanan dengan menghadirkan kendaraan taktis, termasuk mobil barikade, pasukan Dalmas, serta Armoured Water Cannon (AWC) di sekitar lokasi aksi.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong mundur massa yang masih bertahan dan terus melakukan pelemparan.
Meski demikian sebagian massa aksi masih terlihat bertahan di area tepian dan enggan meninggalkan lokasi, meskipun imbauan pembubaran telah berulang kali disampaikan oleh pihak kepolisian.
Hingga malam hari aparat keamanan masih melakukan upaya pendorongan secara bertahap guna mengosongkan area depan Kantor Gubernur Kaltim dan mengembalikan situasi agar kembali kondusif.

