Insitekaltim, Kukar — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mendorong pemerataan akses internet melalui Program Gratispol Internet Gratis yang menyasar 841 desa dan kampung. Namun, realisasi program tersebut masih menghadapi kendala di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Biro Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim, Dasmiyah mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat 30 kampung di Mahulu yang belum terjangkau layanan internet gratis.
“Di Mahulu itu masih ada 30 kampung yang belum masuk dalam program dari total 841 desa yang menjadi sasaran internet gratis,” ungkapnya Rabu, 26 November 2025.
Ia menjelaskan, kendala utama terletak pada faktor geografis dan kondisi alam Mahulu yang tergolong ekstrem. Medan yang sulit, akses transportasi terbatas, serta minimnya infrastruktur dasar membuat proses pembangunan jaringan internet berjalan lebih lambat dibandingkan daerah lain.
“Yang jelas kondisi alam di Mahulu memang sangat sulit,” katanya.
Menurut Dasmiyah, distribusi peralatan dan pemasangan jaringan di Mahulu membutuhkan waktu yang jauh lebih lama. Proses persiapan saja bisa memakan waktu hingga dua hari, sementara pemasangan memerlukan sekitar tiga hari atau lebih.
“Di Mahulu itu bisa dua hari hanya untuk persiapan, lalu tiga hari baru pemasangan,” jelasnya.
Bahkan, pekerjaan yang di daerah lain bisa diselesaikan dalam waktu sekitar lima hari, di Mahulu dapat berlangsung hingga dua sampai tiga minggu.
“Infrastruktur yang harusnya di tempat lain hanya lima hari, di sana bisa sampai dua minggu, bahkan tiga minggu,” ucapnya.
Meski dihadapkan pada tantangan berat, Pemprov Kaltim tetap menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan program tersebut di seluruh wilayah termasuk di Mahulu.
“Pemerintah optimistis seluruh kampung yang belum terjangkau akan segera mendapat layanan sesuai target Program Gratispol,” tandasnya.

