Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Temindung Creative Hub Terus Dikembangkan, Masih Butuh Penguatan Sarana dan Prasarana

    Juli 15, 2026

    Koperasi Merah Putih, Antara Ambisi Negara dan Ujian Kemandirian Desa

    Juli 15, 2026

    Bawaslu Bontang Gandeng Media Perangi Hoaks dan Politik Uang Jelang Pemilu 2029

    Juli 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Bontang»Ingin Hasil Panen Berkualitas, DKP3 Berikan Rahasia Gunakan Bahan Alami
    Diskominfo Bontang

    Ingin Hasil Panen Berkualitas, DKP3 Berikan Rahasia Gunakan Bahan Alami

    MartinusBy MartinusNovember 15, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : yuli – Editor : Redaksi

    Insitekaltim, Bontang – Dalam melakukan cocok tanam, ada beberapa unsur yang harus diperhatikan, untuk mendapatkan hasil panen yang sehat dan berkualitas.

    Tidak banyak para petani yang menggunakan pupuk organik, padahal manfaatnya bagi tanaman sangat luar biasa. Sebagian petani memilih menggunakan pupuk kimia lantaran instan tanpa harus mengolah dan menunggu proses pembuatan seperti pupuk organik.

    Staf Seksi Perlindungan Tanaman DKP3 Bontang, Paestri mengatakan, pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia buatan pabrik. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumen serta tidak merusak lingkungan.

    “Lembaga internasional saja saat ini sudah mengisyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi, kandungan nutrisi tinggi, dan ramah lingkungan,” terangnya jumat (15/11/2019)

    Paestri memaparkan, ada enam kelompok tumbuhan yang memiliki potensi menjadi bahan pestisida nabati. Yakni kelompok tumbuhan insektisida nabati pengendali hama, seperti bengkoang, serai, sirsak, dan srikaya. Kelompok tumbuhan antraktan bisa menyerupai sex pheormon pada serangga betina dan bertugas menarik serangga jantan khususnya hama lalat buah. Seperti daun kemangi dan selasih.

    Kelompok tumbuhan rodentisida nabati. Jenis tumbuhan ini sering digunakan sebagai penekan kelahiran dan merancuninya. Contohnya seperti gadung racun.

    Kelompok tumbuhan molluskisida nabati. Tumbuhan ini menghasilkan pestisida pengendali hama keong. Contoh tumbuhannya adalah daun sembung dan akar tuba.

    Kelompok tumbuhan fungisida nabati. Merupakan kelompok tumbuhan yang digunakan untuk mengendalikan jamur patogenik. Contoh tanamannya adalah cengkeh, daun sirih, sereh, pinang, dan tembakau.

    Kelompok tumbuhan pestisida nabati serba guna. Kelebihan kelompok ini tak hanya berfungsi untuk satu jenis, misalnya insektisida saja, tetapi berfungsi sebagai fungisida, bakterisida, moluskisida, dan nematisida. Kelompok ini yaitu jambu mente, sirih, tembakau, dan nimba.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026

    Sertifikasi Gratis Jadi Bekal Peserta Magang Hadapi Dunia Kerja

    Mei 7, 2026

    Kolaborasi Tiga Kekuatan: Jurus Baru Cetak Talenta Siap Kerja dan Siap Cipta Lapangan Kerja

    Mei 5, 2026

    Anak Muda Didorong Jadi Pencipta Kerja di Tengah Dominasi Sektor Informal

    Mei 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Temindung Creative Hub Terus Dikembangkan, Masih Butuh Penguatan Sarana dan Prasarana

    Nur AjijahJuli 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Awang Khaliq mengatakan, sebagai…

    Koperasi Merah Putih, Antara Ambisi Negara dan Ujian Kemandirian Desa

    Juli 15, 2026

    Bawaslu Bontang Gandeng Media Perangi Hoaks dan Politik Uang Jelang Pemilu 2029

    Juli 15, 2026

    Rp20 Miliar APBD Perubahan untuk Porprov Kaltim Dipastikan Tak Sentuh Pembangunan Venue

    Juli 15, 2026

    Dinkes Kota Samarinda Genjot Skrining HIV, Baru Capai 45 Persen, Dari Target 43.189 Sasaran

    Juli 15, 2026
    1 2 3 … 3,216 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.