Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Delapan RT di Sempaja Barat Terima Hasil Pengadaan Barang dan Tanaman TOGA

    November 2, 2026

    Hujan Belum Menjangkau Wilayah Rawan, Karhutla Masih Ancam Samarinda

    November 2, 2026

    Biaya Pakan Sapi dan Kambing di Samarinda Naik, Peternak Harus Cari Rumput Lebih Jauh

    November 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Biaya Pakan Sapi dan Kambing di Samarinda Naik, Peternak Harus Cari Rumput Lebih Jauh
    Pemkot Samarinda

    Biaya Pakan Sapi dan Kambing di Samarinda Naik, Peternak Harus Cari Rumput Lebih Jauh

    SintaBy SintaNovember 2, 2026Updated:November 3, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sapi ternak di Samarinda. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada ketersediaan rumput sebagai sumber pakan ternak, sehingga peternak harus mengeluarkan biaya lebih untuk memenuhi kebutuhan pakan. (Dok/Pemkot Samarinda)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Peternak sapi dan kambing di Samarinda kini menghadapi tambahan beban biaya pemeliharaan menyusul berkurangnya ketersediaan rumput akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Keterbatasan sumber pakan membuat peternak tidak lagi leluasa memenuhi kebutuhan ternak dari lahan di sekitar tempat pemeliharaan.

    Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distapangtani) Samarinda, Maskuri mengungkapkan, kebakaran lahan diperkirakan telah menghilangkan sekitar 30 hingga 35 persen sumber pakan ternak.

    Dampaknya, peternak harus mencari alternatif lokasi untuk mendapatkan rumput. Bahkan, sebagian peternak terpaksa membeli pakan karena lahan yang sebelumnya menjadi tempat mencari rumput sudah terbakar.

    Kondisi ini turut memengaruhi harga rumput yang dijual secara borongan. Jika sebelumnya satu mobil bak terbuka atau pick-up dibanderol sekitar Rp350 ribu hingga Rp500 ribu, kini harganya bisa mencapai Rp750 ribu.

    “Harusnya dia (peternak) bisa ngarit, dan cari. Sekarang lahannya terbakar, mereka harus beli dan jauh jaraknya. Itu mengganggu dalam proses pemeliharaannya,” Ungkap Maskuri, Senin, 2 November 2026.

    Tekanan tersebut dirasakan peternak di kawasan Lempake dan Tanah Merah. Mereka yang sebelumnya dapat memperoleh rumput dari lokasi terdekat kini harus mencari hingga ke kawasan Tanah Datar dan Sungai Siring.

    Maskuri menjelaskan, kenaikan harga juga dipengaruhi upaya para penjual rumput dalam menjaga ketersediaan pasokan. Berkurangnya sumber rumput membuat penjual harus mengamankan persediaan untuk memenuhi permintaan peternak.

    Meski demikian, peningkatan ongkos pakan sejauh ini belum diikuti kenaikan harga jual sapi. Peternak masih cenderung mempertahankan ternaknya sampai mencapai bobot hidup yang ditargetkan sebelum dipasarkan.

    “Sapi juga kerap diperlakukan sebagai bentuk simpanan atau tabungan keluarga, sehingga peternak tidak serta-merta menjual ternaknya ketika biaya pemeliharaan meningkat,” Jelas Maskuri.

    Ia berharap kondisi lahan yang terdampak kebakaran segera pulih sehingga sumber pakan kembali tersedia dan peternak tidak terus terbebani pengeluaran tambahan.

    Terkait potensi perkembangan harga menjelang Iduladha, Maskuri menyebutkan kondisinya masih perlu dicermati. Pasalnya, pasokan sapi untuk memenuhi kebutuhan pasar Samarinda selama ini masih didominasi ternak dari luar daerah, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi.

    “Untuk sementara (harga) kita masih dominan, tapi tidak tahu ketika Iduladha,” Pungkasnya. (ADV)

    Distapangtani Kota Samarinda Maskuri Pemkot Samarinda Peternak Sapi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sinta

    Related Posts

    Delapan RT di Sempaja Barat Terima Hasil Pengadaan Barang dan Tanaman TOGA

    November 2, 2026

    Hujan Belum Menjangkau Wilayah Rawan, Karhutla Masih Ancam Samarinda

    November 2, 2026

    Tinjau Lokasi Kebakaran di Dadi Mulya, Celni Pita Sari dan Lurah Salurkan Bantuan kepada Korban

    November 2, 2026

    Bidik Hasil Terbaik Adipura 2026, DLH Samarinda Perkuat Koordinasi Bersama DLH Kaltim

    November 2, 2026

    Bukan Sekadar Pencari Nafkah, DP2PA Samarinda Ajak Ayah Lebih Hadir dalam Pengasuhan Anak

    November 2, 2026

    Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Dasar, BPBD Samarinda Distribusikan Bantuan Air Bersih

    November 2, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Delapan RT di Sempaja Barat Terima Hasil Pengadaan Barang dan Tanaman TOGA

    SintaNovember 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pembangunan lingkungan tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas, tetapi juga dari bagaimana…

    Hujan Belum Menjangkau Wilayah Rawan, Karhutla Masih Ancam Samarinda

    November 2, 2026

    Biaya Pakan Sapi dan Kambing di Samarinda Naik, Peternak Harus Cari Rumput Lebih Jauh

    November 2, 2026

    Tinjau Lokasi Kebakaran di Dadi Mulya, Celni Pita Sari dan Lurah Salurkan Bantuan kepada Korban

    November 2, 2026

    Bidik Hasil Terbaik Adipura 2026, DLH Samarinda Perkuat Koordinasi Bersama DLH Kaltim

    November 2, 2026
    1 2 3 … 3,423 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.