Insitekaltim, Samarinda – Upaya mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan membutuhkan komitmen serta kerja sama seluruh elemen.
Menyambut penilaian Adipura 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mulai mematangkan berbagai persiapan, termasuk memastikan kesiapan titik pantau dan kelayakan sarana prasarana pendukung kebersihan lingkungan perkotaan.
Sebagai langkah konkret, DLH Kota Samarinda menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tim Adipura 2026 pada Senin, 2 November 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala Dinas DLH tersebut difokuskan pada pemantapan lokasi atau titik pantau (lokus), sekaligus mengevaluasi kesiapan fasilitas pendukung yang menjadi bagian dari komponen penilaian Adipura.
Rapat koordinasi ini dihadiri jajaran DLH Kota Samarinda bersama perwakilan Tim DLH Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang turut memberikan pendampingan teknis. Keterlibatan pemerintah provinsi diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus memberikan arahan dalam mempersiapkan berbagai aspek yang menjadi perhatian pada proses penilaian.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, mengungkapkan persiapan Adipura tidak hanya berorientasi pada pencapaian penghargaan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan dan kebersihan kota secara berkelanjutan.
“Persiapan penilaian Adipura 2026 harus dilakukan secara serius dan terkoordinasi. Kami ingin memastikan seluruh titik pantau, sarana, dan prasarana pendukung benar-benar siap. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan ini dapat menjadi komitmen bersama, bukan hanya ketika menjelang penilaian,” Ungkap saat dikonfirmasi awak media. Senin, 2 November 2026.
Dalam rapat tersebut, pemantapan titik pantau menjadi salah satu perhatian utama. Setiap lokus perlu dipastikan memenuhi aspek kebersihan, ketertiban, serta kelayakan fasilitas pendukung sesuai dengan indikator penilaian yang berlaku.
Selain itu, kesiapan sarana dan prasarana pengelolaan lingkungan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Hal ini mencakup dukungan fasilitas kebersihan serta pengelolaan sampah yang memadai guna menunjang terciptanya lingkungan perkotaan yang bersih dan tertata.
Pendampingan teknis dari DLH Provinsi Kalimantan Timur diharapkan dapat membantu mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu diperkuat, sehingga persiapan yang dilakukan Kota Samarinda dapat berjalan lebih terarah dan sesuai dengan ketentuan penilaian.
Melalui koordinasi lintas instansi ini, Suwaro juga menegaskan pihaknya berupaya membangun kesamaan persepsi dan memperkuat tanggung jawab masing-masing pihak dalam menjaga kualitas lingkungan di wilayah kota.
Pasalnya, keberhasilan meraih Adipura tidak hanya ditentukan oleh kesiapan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat, pelaku usaha, pengelola fasilitas publik, serta seluruh pihak yang memiliki peran dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Melalui persiapan yang terencana, koordinasi yang solid, dan peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan, Kota Samarinda dapat memperoleh hasil terbaik dalam penilaian Adipura 2026,” Ucap Suwarso.
Lebih dari sekadar penghargaan, momentum Adipura diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun budaya hidup bersih, mengelola sampah secara bertanggung jawab, serta menjaga lingkungan demi kualitas hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang. (ADV)

