Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kasus ISPA di Samarinda Meningkat, Dinkes Siagakan Puskesmas di 10 Kecamatan

    Oktober 22, 2026

    TPA Sambutan Butuh Kapasitas Baru, Pemkot Samarinda Matangkan Rencana Zona 3

    Oktober 22, 2026

    Wawali Minta Perusahaan Aktif Laporkan Lowongan

    Oktober 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»TPA Sambutan Butuh Kapasitas Baru, Pemkot Samarinda Matangkan Rencana Zona 3
    Pemkot Samarinda

    TPA Sambutan Butuh Kapasitas Baru, Pemkot Samarinda Matangkan Rencana Zona 3

    SintaBy SintaOktober 22, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua TWAP kota Samarinda, Syaparuddin. (Dok/Pemkot Samarinda)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah meningkatnya kebutuhan pengelolaan sampah perkotaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menyiapkan pembangunan zona 3 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan pada 2027.

    Langkah ini menjadi perhatian penting menyusul kapasitas zona 2 yang menggunakan sistem sanitary landfill dilaporkan hampir penuh, sehingga diperlukan fasilitas baru untuk menjaga keberlanjutan penanganan sampah di Kota Tepian.

    Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda, Syaparuddin, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan zona 3 telah dibahas dalam rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda.

    Menurutnya, persiapan perlu dilakukan sejak dini agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

    “Karena zona 2 TPA Sambutan yang menggunakan sistem sanitary landfill sudah hampir penuh, tentu kita harus melihat kondisi terkini dan menyiapkan langkah selanjutnya. Dalam rapat tadi sudah direncanakan pembangunan zona 3 sanitary landfill,” ungkap Syaparuddin kepada awak media. Rabu, 21 Oktober 2026.

    Meski rencana pembangunan mulai disiapkan, penetapan lokasi zona 3 masih memerlukan kajian lebih lanjut. Syaparuddin menjelaskan, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), khususnya bidang aset, akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan status kepemilikan lahan sekaligus mempertimbangkan kondisi elevasi tanah.

    Luas zona baru juga diharapkan lebih besar dibandingkan zona 2 yang disebut memiliki luas sekitar satu hektare.

    “Nanti kita cek ke lapangan untuk memastikan. Kalau bisa, luasnya lebih besar dari yang ada sekarang. Mudah-mudahan zona landfill yang kita siapkan untuk 2027 bisa lebih luas,” Jelas Syaparuddin.

    Hingga saat ini, besaran anggaran pembangunan zona 3 belum ditetapkan. Perhitungan kebutuhan biaya baru dapat dilakukan setelah luas lahan, konsep pembangunan, dan aspek teknis lainnya dipastikan.

    Syaparuddin menekankan prioritas utama pemerintah adalah menjamin ketersediaan kapasitas penampungan sampah agar operasional TPA Sambutan tetap berjalan.

    “Belum, nanti setelah konsepnya matang dan diketahui berapa luasannya, pasti akan muncul anggarannya. Intinya, kita ingin memastikan sampah bisa tertampung, sehingga zona 3 sanitary landfill akan kita kerjakan,” Tegasnya.

    Selain menyiapkan fasilitas baru, Pemkot Samarinda juga mendorong optimalisasi penggunaan insinerator untuk mengurangi residu sampah yang masuk ke TPA.

    Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemanfaatan fasilitas tersebut masih perlu ditingkatkan. Namun, pengolahan sampah melalui insinerator harus didukung pemilahan sejak dari rumah tangga agar jenis sampah yang masuk sesuai dengan ketentuan operasional dan keselamatan.

    “Yang kita sepakati adalah mengoptimalkan peran insinerator untuk mengurangi residu sampah yang dibawa ke TPA. Karena itu, masyarakat perlu memahami pentingnya memilah sampah dari rumah,” kata Syaparuddin.

    Upaya pengurangan sampah juga akan diperkuat melalui kolaborasi dengan bank sampah, aparatur sipil negara (ASN), serta pelaku usaha, termasuk hotel dan rumah makan.

    Bank sampah diharapkan tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan sampah terpilah yang memiliki nilai ekonomi. Sementara itu, ASN didorong membiasakan pemilahan dan pengomposan sampah organik di rumah masing-masing.

    “Kalau ada kesadaran kolektif untuk memilah sampah dari hulu, tentu sampah bisa memberikan dampak positif. Komposnya dapat dimanfaatkan untuk tanaman konsumsi maupun taman di rumah masing-masing,” ujar Syaparuddin.

    Syaparuddin menambahkan, zona 1 TPA Sambutan telah ditutup dan kegiatan penimbunan beralih ke zona 2. Setelah zona 3 siap digunakan, pengelolaan sampah direncanakan berlanjut ke fasilitas tersebut.

    Adapun zona 1 akan ditangani melalui penutupan timbunan menggunakan tanah sesuai prinsip pengelolaan sanitary landfill, sebagai upaya memperbaiki kondisi kawasan sekaligus meminimalkan bau.

    Pemkot Samarinda berharap pembangunan zona baru yang disertai peningkatan pengolahan dan pemilahan sampah dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah secara berkelanjutan. (ADV)

    Pemkot Samarinda Syaparuddin TPA TPA Sambutan TWAP
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sinta

    Related Posts

    Kasus ISPA di Samarinda Meningkat, Dinkes Siagakan Puskesmas di 10 Kecamatan

    Oktober 22, 2026

    Wawali Minta Perusahaan Aktif Laporkan Lowongan

    Oktober 22, 2026

    Samarinda Didorong Jadi Pusat Pendidikan Borneo

    Oktober 22, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Distribusi BBM, Antrean di 33 SPBU Jadi Sorotan

    Oktober 22, 2026

    Status Darurat Karhutla Samarinda Dievaluasi, Pemkot Pantau Kualitas Udara dan Ketersediaan Air

    Oktober 21, 2026

    Saefuddin Zuhri: Santri Harus Berilmu, Berakhlak, dan Siap Membawa Perubahan

    Oktober 21, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kasus ISPA di Samarinda Meningkat, Dinkes Siagakan Puskesmas di 10 Kecamatan

    SintaOktober 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman pencemaran udara di Kota Samarinda menjadi perhatian serius setelah Indeks Standar…

    TPA Sambutan Butuh Kapasitas Baru, Pemkot Samarinda Matangkan Rencana Zona 3

    Oktober 22, 2026

    Wawali Minta Perusahaan Aktif Laporkan Lowongan

    Oktober 22, 2026

    Samarinda Didorong Jadi Pusat Pendidikan Borneo

    Oktober 22, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Distribusi BBM, Antrean di 33 SPBU Jadi Sorotan

    Oktober 22, 2026
    1 2 3 … 3,398 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.