Insitekaltim, Samarinda – Udara di dalam rumah tidak selalu bersih meski ruangan terlihat rapi dan jendela rutin dibuka. Asap rokok, bahan cat, lem, hingga perabot tertentu dapat menjadi sumber polutan yang memengaruhi kualitas udara di dalam ruangan.
Salah satu cara sederhana untuk menghadirkan suasana lebih hijau adalah menempatkan tanaman hias di dalam rumah. Selain mempercantik ruangan, beberapa jenis tanaman diketahui mampu menyerap senyawa pencemar dalam kondisi tertentu.
Namun, tanaman hias bukan pengganti ventilasi yang baik atau alat penyaring udara. Agar manfaatnya lebih optimal, penghuni rumah tetap perlu menjaga sirkulasi udara dan mengurangi sumber polusi.
Berikut tiga tanaman indoor yang bisa menjadi pilihan untuk membuat rumah terasa lebih asri.
1. Sirih Gading, Tanaman Merambat yang Mudah Dirawat
Sirih gading menjadi salah satu tanaman hias favorit untuk mempercantik sudut rumah. Daunnya berbentuk hati dengan warna hijau yang terkadang berpadu corak kuning atau putih. Tanaman ini juga mudah ditempatkan di rak, meja, maupun pot gantung.
Sirih gading (Epipremnum aureum) pernah diteliti dalam studi NASA mengenai kemampuan tanaman menyerap sejumlah polutan di lingkungan terkendali. Salah satu senyawa yang menjadi perhatian adalah formaldehida, yang dapat berasal dari material bangunan dan perabot tertentu.
Perawatannya relatif mudah. Sirih gading dapat tumbuh dengan cahaya tidak langsung dan penyiraman secukupnya. Pastikan media tanam tidak terus-menerus basah agar akarnya tidak membusuk.
Meski demikian, kemampuan tanaman menyerap polutan dalam percobaan laboratorium tidak berarti satu pot sirih gading mampu membersihkan udara rumah secara signifikan. Tanaman ini sebaiknya dipilih sebagai pelengkap penghijauan di dalam ruangan.
2. Lidah Mertua, Cocok untuk Sudut Rumah yang Terbatas
Lidah mertua (Dracaena trifasciata), yang sebelumnya dikenal dengan nama ilmiah Sansevieria trifasciata, memiliki daun tegak, tebal, dan runcing. Bentuknya membuat tanaman ini cocok ditempatkan di sudut ruang tamu, kamar, atau dekat jendela.
Keunggulan lainnya adalah perawatannya yang tidak rumit. Lidah mertua dapat bertahan dalam kondisi cahaya yang beragam, meskipun pertumbuhannya umumnya lebih baik jika mendapatkan cahaya yang cukup. Penyiraman juga tidak perlu terlalu sering karena tanaman ini mampu menyimpan air pada daunnya.
Dalam penelitian tanaman pembersih udara, lidah mertua termasuk jenis yang pernah diuji untuk melihat kemampuan menyerap senyawa tertentu. Namun, efektivitasnya dalam mengurangi polusi di rumah belum dapat disamakan dengan hasil penelitian di ruang laboratorium.
Karena itu, jangan mengandalkan lidah mertua untuk mengatasi asap rokok, debu, atau polutan lain. Menghindari sumber asap dan memastikan pertukaran udara tetap menjadi langkah yang lebih penting.
3. Peace Lily, Pilihan Tanaman Berbunga untuk Ruangan
Bagi yang ingin menghadirkan tanaman berdaun hijau dengan bunga berwarna putih, peace lily (Spathiphyllum) bisa menjadi pilihan. Tanaman ini memiliki tampilan elegan sehingga cocok diletakkan di ruang keluarga atau sudut ruang kerja.
Peace lily juga termasuk tanaman yang diteliti dalam kajian NASA mengenai penyerapan senyawa pencemar udara, termasuk benzena dan formaldehida, dalam kondisi tertentu.
Tanaman ini menyukai cahaya tidak langsung dan media tanam yang lembap, tetapi tidak tergenang. Daunnya dapat terlihat layu ketika kekurangan air sehingga kondisi tanaman relatif mudah dipantau.
Meski menarik dan memiliki potensi menyerap senyawa tertentu, peace lily tidak bisa diandalkan untuk menghilangkan seluruh polutan atau spora jamur di rumah. Sumber kelembapan berlebih tetap perlu diatasi agar jamur tidak berkembang.
Perlu diperhatikan pula bahwa peace lily beracun jika tertelan karena mengandung kristal kalsium oksalat. Jauhkan tanaman ini dari jangkauan anak kecil dan hewan peliharaan yang berpotensi menggigit daunnya.
Tanaman Hias Saja Tidak Cukup untuk Membersihkan Udara
Menghadirkan tanaman indoor dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan rumah yang lebih nyaman. Akan tetapi, klaim bahwa beberapa tanaman mampu membersihkan sebagian besar polutan dalam waktu singkat perlu disikapi dengan hati-hati.
Penelitian NASA dilakukan dalam kondisi yang berbeda dari rumah pada umumnya. Sejumlah kajian lanjutan menunjukkan bahwa tanaman pot biasa memiliki kemampuan terbatas untuk mengurangi konsentrasi polutan di ruangan dengan ventilasi normal.
Untuk menjaga kualitas udara, buka jendela ketika kondisi udara luar memungkinkan, hindari merokok di dalam rumah, gunakan produk cat dan pembersih sesuai petunjuk, serta segera perbaiki kebocoran yang memicu pertumbuhan jamur.

