Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Karhutla Ancam Pasokan Pangan, Samarinda Cari Alternatif Komoditas dari Banjarmasin

    Oktober 9, 2026

    Anggaran 21 Ribu Rumah RTLH di Samarinda Masih Menunggu Verifikasi

    Oktober 8, 2026

    Intrusi Air Laut Masih Mengancam, Pemkot Akan Kurangi Produksi dan Batasi Konsumsi Air

    Oktober 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Karhutla Ancam Pasokan Pangan, Samarinda Cari Alternatif Komoditas dari Banjarmasin
    Pemerintah

    Karhutla Ancam Pasokan Pangan, Samarinda Cari Alternatif Komoditas dari Banjarmasin

    AminahBy AminahOktober 9, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Beras menjadi salah satu komoditas pangan yang ketersediaan dan harganya perlu dijaga untuk mengendalikan inflasi. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berpotensi mengganggu pasokan pangan ke Samarinda dan memicu kenaikan harga sejumlah komoditas.

    Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai mencari daerah pemasok alternatif, termasuk Banjarmasin, Kalimantan Selatan untuk mengantisipasi berkurangnya pasokan dari daerah yang terdampak.

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy, mengakui karhutla dapat memengaruhi volume komoditas yang masuk ke Samarinda. Berkurangnya pasokan menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong kenaikan harga di pasar.

    “Kalau kita mengambil satu ton atau sepuluh ton, ya pasti berkurang. Justru itu kami kembangkan sayap pada daerah lain yang tidak terdampak karhutla,” kata Marnabas di Samarinda, Kamis, 8 Oktober 2026.

    Selama ini, pasokan pangan Samarinda antara lain berasal dari Sulawesi dan Jawa. Pemerintah kini mempertimbangkan Banjarmasin sebagai alternatif, terutama untuk memenuhi kebutuhan cabai ketika pasokan dari daerah lain terganggu.

    Pengamanan pasokan dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan PT Varia Niaga, Perum Bulog, dan distributor. Mereka diharapkan mencari daerah penghasil yang masih mampu memasok kebutuhan Samarinda.

    “Kalau kerja sama antardaerah itu juga terjadi paceklik, maka kami akan ke tempat yang lain, seperti Banjarmasin yang dekat. Biasanya masalah cabai,” ujarnya.

    Selain persoalan pasokan, kemungkinan kenaikan harga yang dipicu praktik tengkulak atau pedagang. Jika kondisi tersebut terjadi, pemerintah membuka kemungkinan melakukan intervensi pasar dengan menjual komoditas sesuai harga pembelian.

    “Kalau memang itu perbuatan tengkulak, kemudian pedagang yang menaikkan harganya, mau tidak mau kami harus intensifikasi pasar. Kami harus intervensi pasar,” kata Marnabas.

    Namun, intervensi tersebut tidak bisa dilakukan terus-menerus. Pemerintah perlu menarik diri ketika harga kembali stabil agar tidak mengganggu keseimbangan pasar.

    Di tengah ancaman gangguan pasokan, kondisi pertanian lokal juga menjadi perhatian. Marnabas mengatakan pemerintah terus memantau kebutuhan petani di wilayah Sambutan, termasuk ketersediaan air untuk lahan pertanian.

    Salah satu upaya yang dilakukan ialah memanfaatkan air dari void atau bekas lubang tambang untuk membantu kebutuhan pengairan.

    Meski sejumlah langkah telah disiapkan, dampak karhutla terhadap volume pasokan dan perkembangan harga komoditas di Samarinda masih perlu dipantau. Ketersediaan alternatif pemasok menjadi penting agar berkurangnya pasokan dari satu daerah tidak langsung menekan harga pangan di pasar.

     

    Bahan Pangan Banjar Masin Inflasi Ketahanan Pangan Marnabas Patiroy Pemkot Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Anggaran 21 Ribu Rumah RTLH di Samarinda Masih Menunggu Verifikasi

    Oktober 8, 2026

    Intrusi Air Laut Masih Mengancam, Pemkot Akan Kurangi Produksi dan Batasi Konsumsi Air

    Oktober 8, 2026

    Pemkot Samarinda Dorong Penanggulangan Bencana Berbasis Data dan Prediksi

    Oktober 8, 2026

    Beda dengan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda Tak Wajibkan ASN Menginap di Hotel Pemda

    Oktober 8, 2026

    Kantor Baru Batalyon B Pelopor Diresmikan, Pemkot Samarinda Gelontorkan Rp12,4 Miliar

    Oktober 8, 2026

    Dua Bulan Karhutla, 39 Satwa Liar di Kaltim Masuk Penanganan BKSDA

    Oktober 7, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Karhutla Ancam Pasokan Pangan, Samarinda Cari Alternatif Komoditas dari Banjarmasin

    AminahOktober 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berpotensi mengganggu pasokan pangan ke Samarinda dan…

    Anggaran 21 Ribu Rumah RTLH di Samarinda Masih Menunggu Verifikasi

    Oktober 8, 2026

    Intrusi Air Laut Masih Mengancam, Pemkot Akan Kurangi Produksi dan Batasi Konsumsi Air

    Oktober 8, 2026

    Pemkot Samarinda Dorong Penanggulangan Bencana Berbasis Data dan Prediksi

    Oktober 8, 2026

    Beda dengan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda Tak Wajibkan ASN Menginap di Hotel Pemda

    Oktober 8, 2026
    1 2 3 … 3,378 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.