Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Oktober 6, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Menguat, Dinas Perkebunan Ingatkan Petani Soal Tengkulak

    Oktober 6, 2026

    Kebutuhan Daging Domba Kaltim Buka Peluang Ekonomi bagi Peternak Lokal

    Oktober 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»TNI Siapkan Kluster Pertanian hingga Perikanan, Kaltim Bidik Ketahanan Pangan Berkelanjutan
    Pemerintah

    TNI Siapkan Kluster Pertanian hingga Perikanan, Kaltim Bidik Ketahanan Pangan Berkelanjutan

    AminahBy AminahOktober 6, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Danrem 091/Aji Surya Natakesuma, Brigjen TNI Anggara Sitompul menyampaikan perkembangan program ketahanan pangan di Kaltim usai peringatan HUT ke-81 TNI, Senin, 5/10/2026. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penguatan ketahanan pangan di Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya diarahkan pada penambahan produksi, tetapi juga membangun rantai pangan yang berkelanjutan dari sektor hulu hingga hilir.

    Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (Danrem 091/ASN) Brigjen TNI Anggara Sitompul mengatakan, TNI di daerah mulai diarahkan membangun kluster pertanian, peternakan dan perikanan untuk memperkuat produksi pangan sekaligus menjaga keberlanjutan program pemerintah.

    Menurut Anggara, Panglima TNI telah mengeluarkan perintah untuk mengaktifkan pompi produksi di setiap Komando Distrik Militer (Kodim). Keberadaan pompi produksi itu menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan sektor pangan di wilayah.

    “Ketahanan pangan terus kita berjalan. Sekarang ini kan kita sudah keluar perintah dari Panglima TNI untuk mengaktifkan pompi produksi. Jadi di setiap Kodim itu ada pompi produksi,” kata Anggara usai peringatan HUT ke-81 TNI, Senin, 5 Oktober 2026.

    Konsep tersebut tidak hanya menyasar sektor tanaman pangan. TNI akan mendorong pembentukan kluster yang melibatkan pertanian, peternakan hingga perikanan dengan menggandeng masyarakat yang telah bergerak di sektor tersebut.

    “Jadi nanti ada kluster-kluster pertanian, peternakan, perikanan yang bisa menggandol teman-teman yang bergerak di pertanian yang lain bersama-sama untuk menciptakan bagaimana proses dari hulu sampai hilirisasi agar bisa berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

    Anggara menilai keberlanjutan menjadi persoalan penting dalam program bantuan pemerintah. Bantuan, menurut dia, tidak boleh hanya menghasilkan kegiatan dalam waktu singkat kemudian berhenti ketika dukungan pemerintah berakhir.

    “Sehingga bantuan-bantuan pemerintah itu tidak hanya begitu dibantu hilang, ini bisa terus berkelanjutan. Sehingga pemerintah sekali bantu, diharapkan dia panjang, tidak hanya panas-panas sebentar habis itu hilang,” katanya.

    Karena itu, pengembangan kluster pangan diarahkan agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi dapat membangun kegiatan produksi yang terus berjalan hingga tahap hilirisasi.

    Di sisi lain, perluasan lahan pertanian juga masih menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan Kaltim. Anggara menyebut program cetak sawah terus berjalan.

    Pada 2025, program yang dilakukan mencapai sekitar 1.200 hektare. Sementara menjelang akhir 2026, Kaltim disiapkan untuk kembali melakukan pencetakan sawah dengan target sekitar 5.000 hektare.

    “Tahun ini di tahun 2025 yang kita lakukan 1.200 hektare. Nanti menjelang akhir tahun ini juga akan ada 5.000 hektare. Kemarin kami sudah diajak rapat untuk mencetak sawah 5.000 hektare di Kalimantan Timur,” ungkapnya.

    Namun, perluasan areal sawah bukan satu-satunya ukuran keberhasilan ketahanan pangan. Lahan yang dicetak juga harus mampu menghasilkan produksi secara konsisten dan terhubung dengan rantai distribusi hingga pasar.

    Arah kebijakan tersebut berkaitan dengan upaya membangun kemandirian pangan di wilayah-wilayah besar, sehingga kebutuhan pangan tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar.

    “Tentunya itu dalam konteks bagaimana supaya pulau-pulau besar ini bisa menghidupi dirinya sendiri,” ujarnya.

    Ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah dinilai menjadi kerentanan ketika terjadi gangguan pada rantai distribusi. Karena itu, kemampuan memproduksi kebutuhan pangan sendiri menjadi bagian penting dari ketahanan wilayah.

    “Sehingga ketika ada terputus mata rantai dari luar, ya pulau itu bisa mandiri dalam konteks paling tidak swasembada pangan,” Jelas Anggara.

    Brigjen TNI Anggara Sitompul. Danrem 091/Aji Surya Natakesuma Pertanian
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    HUT ke-81 TNI, Prajurit Diminta Tak Hanya Kuasai Alutsista tapi Juga Taat Hukum

    Oktober 5, 2026

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda

    Oktober 1, 2026

    SIPADU e-Dalev Samarinda Didorong Tak Sekadar Jadi Aplikasi Pelaporan

    Oktober 1, 2026

    BPSDM Kaltim Dorong Gaya Kepemimpinan yang Lebih Peka terhadap Psikologi ASN

    September 30, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    AminahOktober 6, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur…

    Harga TBS Sawit Kaltim Menguat, Dinas Perkebunan Ingatkan Petani Soal Tengkulak

    Oktober 6, 2026

    Kebutuhan Daging Domba Kaltim Buka Peluang Ekonomi bagi Peternak Lokal

    Oktober 6, 2026

    TNI Siapkan Kluster Pertanian hingga Perikanan, Kaltim Bidik Ketahanan Pangan Berkelanjutan

    Oktober 6, 2026

    PUPR Kaltim Sepakat Cabut Patok di Lahan Warga Jalan Kurnia Makmur dan Blitar

    Oktober 5, 2026
    1 2 3 … 3,375 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.