Insitekaltim, Samarinda – Apa yang diminum setelah makan malam sering dianggap sepele. Padahal, pilihan minuman pada malam hari dapat berkaitan dengan kecukupan cairan, kerja ginjal hingga kualitas tidur.
Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah dari darah, membuang kelebihan cairan melalui urine, menjaga keseimbangan mineral serta membantu mengatur tekanan darah. Karena itu, menjaga asupan cairan tetap cukup menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga fungsinya.
Setelah makan malam, air putih menjadi pilihan yang paling sederhana. Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, air putih tidak mengandung kafein, gula tambahan, maupun zat lain yang tidak diperlukan tubuh setelah makan.
Ahli gizi terdaftar Kelly L. Burgess menjelaskan, tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu ginjal membuang limbah melalui urine. Asupan cairan yang cukup juga berkaitan dengan kadar hormon vasopresin, yaitu hormon yang memberi sinyal kepada ginjal untuk menahan air.
Jika kadar vasopresin terus berada pada tingkat tinggi, ginjal dapat memperoleh beban tambahan. Karena itu, mencukupi kebutuhan cairan sepanjang hari menjadi lebih penting daripada sekadar mengejar minum dalam jumlah banyak pada malam hari.
Jangan Berlebihan Menjelang Tidur
Meski air putih baik untuk hidrasi, waktu minum juga perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang mudah terbangun karena ingin buang air kecil pada malam hari.
Minum dalam jumlah cukup sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mengurangi kemungkinan sering terbangun untuk ke kamar mandi.
Air putih hangat juga dapat dipilih jika ingin minuman yang terasa lebih menenangkan menjelang waktu tidur.
Sebaliknya, minuman berkafein sebaiknya tidak menjadi pilihan utama pada malam hari karena dapat mengganggu tidur. Setelah makan malam, tubuh pada umumnya juga tidak membutuhkan tambahan elektrolit atau kalium dalam jumlah tinggi seperti yang terdapat pada sejumlah minuman hidrasi.
Kalau Bosan dengan Air Putih
Bagi yang merasa air putih terlalu hambar, rasanya dapat dibuat lebih menarik tanpa harus menambahkan banyak gula. Salah satunya dengan menambahkan potongan buah atau jeruk ke dalam air.
Jus cranberry tanpa tambahan gula juga disebut dapat menjadi alternatif. Cranberry mengandung sejumlah senyawa antioksidan, termasuk antosianin dan flavonol.
Namun, pilihan minuman tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Orang dengan penyakit ginjal kronis stadium lanjut, gagal jantung, atau yang menjalani dialisis tidak dianjurkan sembarangan meningkatkan asupan cairan.
Pada kondisi tersebut, kebutuhan cairan dapat berbeda dan sebaiknya ditentukan bersama tenaga kesehatan.
Jadi, setelah makan malam, tidak perlu mencari minuman yang rumit. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan, dengan jumlah dan waktu konsumsi yang disesuaikan kondisi tubuh.

