Insitekaltim, Samarinda – Memahami karakter dan kebutuhan pegawai dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan yang mampu menciptakan lingkungan kerja produktif dan kolaboratif.
Pendekatan tersebut menjadi perhatian Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim melalui CorpU Webinar Series, Selasa, 29 September 2026.
Webinar bertema “Human-Centered Leadership: Memimpin dengan Memahami Psikologi Manusia” tersebut membahas pentingnya pemimpin memahami aspek psikologis individu dalam menjalankan organisasi, termasuk dalam membangun komunikasi, memberikan umpan balik, serta menghadapi perbedaan karakter di lingkungan kerja.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala BPSDM Kaltim yang diwakili Sekretaris BPSDM Kaltim Rina Kusharyanti. Ia mengatakan kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target dan kinerja organisasi, tetapi juga bagaimana pemimpin berinteraksi dengan individu yang memiliki karakter, kebutuhan, motivasi, serta cara berpikir yang berbeda.
“Memimpin dengan berpusat pada manusia bukan berarti mengesampingkan target dan tuntutan organisasi. Sebaliknya, pendekatan ini membantu pemimpin mencapai tujuan organisasi dengan memahami manusia yang menjalankannya,” ujar Rina.
Menurutnya, kemampuan pemimpin dalam mendengarkan dan berkomunikasi secara efektif menjadi salah satu modal penting dalam membangun hubungan kerja yang sehat. Pemimpin juga perlu memiliki empati dan mampu melihat suatu persoalan dari perspektif orang lain.
Pemahaman tersebut dinilai semakin relevan dalam lingkungan birokrasi dan pelayanan publik. Sebab, kualitas kerja organisasi turut dipengaruhi oleh bagaimana pegawai merasa didengar, dihargai, dan memiliki ruang untuk berkontribusi.
Karena itu, pendekatan human-centered leadership diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih terbuka sekaligus memberikan ruang bagi setiap pegawai untuk mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi terbaik.
Webinar menghadirkan Yudi Suharsono, dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, sebagai narasumber. Diskusi dipandu Apriyana Rachmawaty, Kepala Bidang PKMF BPSDM Kaltim.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh perspektif mengenai penerapan kepemimpinan berbasis manusia dalam lingkungan kerja. Materi yang dibahas mencakup cara membangun komunikasi, memberikan umpan balik, memahami perbedaan karakter, hingga menumbuhkan kepercayaan dalam tim.
BPSDM Kaltim menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan budaya pembelajaran berkelanjutan bagi aparatur sipil negara (ASN). Melalui peningkatan pemahaman mengenai kepemimpinan dan psikologi manusia, pengembangan kompetensi ASN diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas organisasi dan pelayanan publik.

