Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APBD Perubahan Samarinda Dibayangi Dana Kurang Salur dan PAD Seret

    September 21, 2026

    Antrean Pertalite Mengular di 6 SPBU Samarinda, Pemkot Siapkan Skema Sistem Kupon

    September 21, 2026

    Juara KTIQ Nasional, Hakim dan Aidillah Buktikan Pengetahuan Al-Qur’an Bisa Berbuah Prestasi

    September 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»
    Kesehatan

    AminahBy AminahSeptember 21, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Gagal Jantung
    Teks: Pasien dengan keluhan sesak saat aktivitas ringan diarahkan menjalani pemeriksaan untuk memastikan kemungkinan gangguan jantung (Foto: AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Jalan Sedikit Sudah Tersengal? Waspadai Tanda Gagal Jantung

    Insitekaltim, Samarinda – Sesak napas saat melakukan aktivitas ringan kerap dianggap sebagai kondisi biasa, terutama pada orang lanjut usia. Padahal, keluhan seperti terengah-engah hanya karena berjalan menuju kamar mandi dapat menjadi salah satu tanda gagal jantung yang perlu diperiksa.

    Direktur RSUD IA Moeis Samarinda Osa Rafshodia mengatakan, pasien yang menunjukkan tanda-tanda gagal jantung maupun telah terdiagnosis akan diarahkan ke Klinik Gagal Jantung, bukan lagi menjalani antrean di poli jantung umum.

    “Sesak napas. Berdiri sesak napas, jalan kaki sesak napas, ke kamar mandi saja sesak napas. Berat napasnya terengah-engah seperti habis lari dua kilometer, padahal jalannya cuma ke kamar mandi,” kata Osa.

    Menurutnya, gejala tersebut patut diperhatikan terutama pada masyarakat berusia sekitar 55 tahun ke atas. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah keluhan yang muncul berkaitan dengan gangguan jantung.

    “Kalau kelihatannya jalan sedikit saja sudah tersengal-sengal, jangan-jangan gagal jantung. Suruh periksa,” ujarnya.

    Klinik Gagal Jantung di RSUD IA Moeis disiapkan dengan pola layanan yang lebih spesifik bagi pasien gagal jantung. Pasien tidak perlu bercampur dalam antrean dengan pasien jantung lainnya sehingga akses pemeriksaan dapat lebih cepat.

    Selain jalur layanan khusus, klinik tersebut didukung sejumlah perangkat medis yang diberikan Kementerian Kesehatan, termasuk alat echocardiography atau echo untuk membantu pemeriksaan kondisi jantung dan Holter untuk pemantauan aktivitas jantung.

    “Alatnya sudah ada, kliniknya kita buat,” tutur Osa.

    Layanan tersebut juga dilengkapi telemedicine. Pasien yang telah terdaftar dapat berkomunikasi dengan tenaga medis dan tercatat sebagai pasien gagal jantung. Data tersebut diharapkan membantu rumah sakit mempersiapkan penanganan apabila pasien mengalami kondisi gawat darurat.

    “Bila ada kegawatdaruratan, rumah sakit sudah tahu bahwa ini pasien gagal jantung. Jadi UGD-nya lebih siap,” ujarnya.

    Akses menuju klinik juga tidak dibatasi berdasarkan asal rujukan. Pasien dapat dirujuk dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Untuk peserta BPJS, layanan gagal jantung tersebut sudah dapat digunakan.

    Namun, layanan jantung di RSUD IA Moeis masih memiliki keterbatasan. Pelayanan kateterisasi jantung, termasuk tindakan pemasangan ring, belum dapat dilakukan bagi pasien BPJS. Pihak rumah sakit masih mengupayakan pemenuhan layanan tersebut dan telah mengajukan kebutuhan kateterisasi selama lebih dari satu tahun.

    Pengembangan Klinik Gagal Jantung diarahkan untuk menekan risiko kematian akibat penyakit tersebut. Osa menyebut angka kematian pasien gagal jantung masih berada di kisaran 30 persen.

    “Tujuannya satu mengurangi angka kematian. Itu nomor satu goal-nya,” ungkapnya.

    Selain kematian, penanganan yang lebih terarah diharapkan dapat membantu mengurangi risiko pasien kembali menjalani perawatan di rumah sakit.

    Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan sesak napas yang muncul saat melakukan aktivitas ringan. Terutama jika keluhan terjadi berulang dan kemampuan beraktivitas menurun dibandingkan sebelumnya, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

    dr Osa Rafshodia Gagal Jantung RSUD I A Moeis
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Kunjungan Poli Jantung RSUD IA Moeis Tembus 1.100, Klinik Gagal Jantung Diperkuat

    September 20, 2026

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026

    Intrusi Air Laut Ganggu Distribusi, Dinkes Samarinda Imbau Air PDAM untuk MCK

    September 18, 2026

    Anak Usia Sekolah Terpapar HIV, Edukasi Pencegahan Akan Masuk Sekolah

    September 17, 2026

    Dana Global Fund Terancam Berubah, Penanganan HIV Kaltim Dibayangi Masalah Anggaran

    September 16, 2026

    Di Tengah Upaya Perluas Deteksi HIV, Fasilitas Lab Kaltim Belum Terpakai

    September 16, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    APBD Perubahan Samarinda Dibayangi Dana Kurang Salur dan PAD Seret

    AminahSeptember 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ruang fiskal Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)…

    Antrean Pertalite Mengular di 6 SPBU Samarinda, Pemkot Siapkan Skema Sistem Kupon

    September 21, 2026

    Juara KTIQ Nasional, Hakim dan Aidillah Buktikan Pengetahuan Al-Qur’an Bisa Berbuah Prestasi

    September 21, 2026

    September 21, 2026

    Distribusi Seragam Gratispol Terkendala Cuaca, 20 Persen Paket Masih Menunggu Pelayaran

    September 21, 2026
    1 2 3 … 3,355 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.